Anda kerjanya menghujat tanpa tahu latar belakang berdirinya Indonesia.
orang-orang seperti kamu yang mudah disusupi ide-ide kapitalisme lewat
agen-agenya. Permasalahan federasi dan integrasi bukanlah masalah etnis atau
SARA, tetapi masalah ekonomi dan politik. Juga bukan masalah Agama Islam
atau tidak islam. Apakah kamu mengerti konsep negara. OK, Konsep negara
Islam macam apa yang kamu inginkan. Konsep Negara Arab Saudi yang seluruh
prekonomiannya baik secara teknologi telah di kangkanggi negara Amerika yang
mayoritas penduduknya yahudi. Jadi permasalahannya bukan lagi masalah Agama
yang harus kita perdebatkan ataupun etnis suku-suku yang ada. Jika kamu
memahami sejarah maka kamu akan paham budaya masyarakat Indonesia yang
budayanya masih terbelakang; masih membawa sisi-sisa feodal, kapitalistik
dan militeristik. Nah akar budaya inilah yang harus kita pecahkan.
baca tulisan saya sebelumya didalam diskusi NEGARA dan SEPAK BOLA dan IBARAT
PEnyakit. Untuk orang yang mengirim milis tanpa nama ini saya mohon lain
kali tulislah namamu.
Tugas.
-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>; Perspektif Mailing List
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, December 12, 1999 4:32 PM
Subject: [Kuli Tinta] "Uni Indonesia"
>Diskusi mengenai negara kesatuan makin santer. Ada yang usul federasi.
>Tetapi, dikatakan, a.l, oleh Yuwono Sudarsono, bahwa federasi di negara
>kepulauan itu merupakan awal dari bubarnya negara kesatuan. Setelah menjadi
>federasi, tiap negara bagian akhirnya akan merasa bisa mengurus sendiri,
>sehingga kemudian akan meminta berpisah.
>
>Otonomi penuh? Apa bedanya dengan berpisah? Kalau berpisah, Jakarta sama
>sekali tidak mengurusi daerah itu. Kalau otonomi penuh, Jakarta masih
>memusingkan pertahanan, luar negeri, dan moneter daerah itu. Dengan
>penghasilan daerah yang makin banyak ke daerah, otonomi penuh juga tak akan
>bertahan lama, karena daerah yang miskin akan berpikir kembali, apa gunanya
>bersatu dengan Jakarta bila bantuan dari Jakarta makin kecil? Negara miskin
>akan lebih cenderung memisahkan diri, karena rugi diurusi Jakarta, tak
>mendapat bantuan uang yang berarti. Kalau negara miskin, seperti
Bangladesh,
>dan Timor Timur, merdeka, mereka justru akan mendapat bantuan internasional
>yang banyak. Jadi, dengan otonomi penuh, bubarnya Indonesia dimulai dari
>wilayah yang miskin.
>
>Jadi, apa pun skenarionya, Indonesia akan menjadi beberapa negara.
>
>Kalau Indonesia sudah pecah, negara tetangga juga akan begitu. Gorontolo
>meminta menjadi propinsi sendiri. Ini karena mereka tertinggal dengan
>Menado. Mereka muslim, berbeda dengan Kristen di Menado. Kalau sudah jadi
>propinsi sendiri, mereka nanti akan dekat dengan Mindanao, di Filipina
>Selatan. Mindanao akan merdeka dari Filipina, dan Gorontola mungkin juga
>akan merdeka. Dua negara ini akan berhubungan erat.
>
>Tiga state di Malaysia, yang dimenangkan oleh PAS, mulai berhubungan dengan
>bagian selatan Thailand, yang banyak orang Melayu, Muslim. Daerah Pattani,
>Thailand, ini akhirnya akan jadi negara sendiri, dan banyak berhubungan
>dengan negara (bukan negara bagian lagi) dari Trengganu, Kedah,
>dan...(wah.lupa). Di Asia Tenggara ini akan muncul negara negara Islam,
yang
>menerapkan syariah Islam, termasuk perbankan Islam. Di Aceh semua bank
sudah
>
>menyesuaikan diri. Orang Muslim di "negara negara" ini merupakan pasar yang
>menarik untuk perbankan Islam. Maka, bankir akan dengan cepat menyesuaikan
>diri.
>
>Yang menarik, negara negara Islam ini hidup di tengah tengah negara
>"non-Islam" (tidak berarti negara ini tidak ada orang islamnya, tetapi ini
>adalah negara dengan sistem yang sudah baku sekarang ini, dengan sistem
>moneter yang banyak diikuti dunia saat ini). Skenario saya, semua negara
ini
>akan hidup dengan damai, melakukan perdagangan, arus modal dan manusia yang
>lancar.
>
>Saya lanjutkan skenario di atas. Yang menjadi negara Islam mungkin bukan
>hanya Aceh, tetapi beberapa daerah di Sumatra juga akan begitu. Akhir akhir
>ini muncul usul Republik Islam Sumatra. Dugaan saya, hal ini tak akan
>terjadi. Beberapa daerah akan memilih tetap menjadi republik yang
heterogen.
>
>Selain itu, di Kalimantan (termasuk bagian Malaysia) akan muncul Republik
>Dayak. Propinsi di Indonesia bagian timur akan banyak berususan dengan
>Australia. Sumatra banyak berhubungan dengan Singapore, Malaysia, dan
>Thailand. Sulawesi dengan Filipina. Kalimantan bisa ke Singapore, Malaysia,
>Thailand, bisa pula ke Filipina. Nah, sisanya pulau Jawa-Bali. Mereka
dengan
>siapa? Mereka akan bekerja sama dengan Kerajaan Nyai Roro
>Kidul..he...he..he..
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!