soal interpretasi, yap, apa pun interpretasi itu sah.

hanya saja, sedikit banyak interpretasi itu mencerminkan si interpretor.
misal, seorang interpretor A mencurigai objek interpretasi B bahwa B akan
melakukan ini-itu pada kondisi begini-begitu, maka sebenarnya hal itulah yg
akan dilakukan oleh si A bila ia berada pada situasi si B, berdasarkan
konsistensi logika yg sama yg membangun interpretasi itu.

untuk point2 selanjutnya saya lagi2 nggak ngerti dgn postingnya mBin ini.
mohon diperjelas.


-----Original Message-----
From: mBin [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, January 20, 2000 9:48 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] amien lagi


ikutan soal intrepretasi,
sebagus apapun itu bukanlah kenyataan, setuju  ngggak ?
karena sudah dipengaruhi oleh si interpretator...
dengan demikian, apapun interpretasi adalah sah....

misalkan saya interpretasikan si amien sedang bingung atawa gusar
karena gus dur ngangkat marsilam dan bondan (orang fordem itu),
terus kemudian dia mau mengkonsolidasikan islam politik untuk melawannya,
terus memakai tangan gogon dan kisdi dan fpi nya,
terus nggertak-gertak segala mau nurunin gus dur....
terus dibalas gertak ame si gus,
terus blingsatan kalah gertak,
terus cari alasan mau mempertahankan,
terus ini terus itu...
what's wrong with this interpretation....

kalau ada yang lain interpretasinya,
ya silahken diomongken...
atau jika si amien membantah..
kita boleh percaya boleh tidak..

bahkan kenyataan, pun....
ternyata bukan hanya yang terkatakan....

dene, kang marto itu namanya blantik,
ya boleh diinterpretasikan beliaw itu blantik sapi atawa cuma pitik,
atau bahkan blantik rumah, saham bahkan kekuasaan,
piye kang ?

salam,
mBin
----
From: Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
> Jadi Anda percaya bahwa ada satu interpretasi yg benar di antara banyak
> interpretasi?
> Apakah ini berarti ketika kita melihat gambar yg bisa dilihat sbg nenek2
> atau gadis cantik, maka salah satu cara pandang itu lebih benar dari yg
> lain?
>
> Manusia, peristiwa, jauh lebih kompleks dari sekedar gambar.
>
> Interpretasi berdasarkan logika? Setiap interpretasi pasti ada logikanya,
> tapi itu tetap tidak mengurangi aspek relativitas interpretasi itu.
>
> Soal "To be great is to be misunderstood", saya sedang me-refer ke tokoh2
> besar spt Amien Rais, atau Gus Dur, atau Mega, yg sering disalahartikan
dan
> dgn demikian dihujat (ini juga menjawab klarifikasi soal 'pribadi2
> tertentu').
>
> Anda masih yakin dgn interpretasi (Anda inkonsisten waktu bilang 'tidak
ada
> interpretasi') bahwa kutipan di atas 'out of context'?
>
>
> -----Original Message-----
> From: Marto Blantik [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, January 19, 2000 3:15 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] amien lagi



-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke