Berulang. Anda tetap 'keukeuh' dgn tudingan pada saya bahwa saya menuding
Marto Blantik sbg pembunuh karakter. Padahal jelas2 sudah saya sebutkan
bahwa bahwa itu adalah sekedar cermin yang tidak bermutu dan belum tentu
benar. Lagipula, mengapa saya Anda larang utk mempertanyakan motivasi Marto
Blantik? Berhenti atau tidaknya diskusi mengenai Amin, adalah bukan
keinginan saya, tidak juga ditentukan oleh saya atau Anda.

Yg lebih mendasar lagi, Anda juga sangat 'keukeuh' dgn asumsi bahwa ada
realitas objektif di luar sana, bahwa ada interpretasi yg salah dan benar.
Yg gini bisa panjang diskusinya.

Soal Darwin, Anda lupa kali yah. Darwin bukan sekedar ingin menjadi bedes,
tapi dgn teorinya dia percaya bahwa pada dasarnya dia adalah bedes. 

Betul 'kan logikanya?

-----Original Message-----
From: edi purwono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, January 24, 2000 5:17 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kuli Tinta] amien lagi


Ferli :
>
>maka sebenarnya hal itulah yg
>akan dilakukan oleh si A bila ia berada pada situasi si B, berdasarkan
>konsistensi logika yg sama yg membangun interpretasi itu.
>

EDP :

Berulang. Diskusi mengenai subjek, dalam hal ini AR dan kecurigaan akan 
kelakuannya, berubah menjadi kecurigaan terhadap siapa yang menuliskannya di

milis ini. Bukan interpretasinya yang dibahas, dan didiskusikan, tetapi 
terhadap interpretatornya. Lihat kalimat di atas. Sebaiknya, tetap konsisten

dengan 'Amien lagi', yaitu, mencoba menanyakan, mengapa sampai ada anggapan 
'Ken Arok edisi III'. Di bagian mana pemosting akhirnya menginterpretasikan 
seperti itu. Jadi bukan dengan menyetopnya, dengan tudingan 'pembunuh 
karakter'. Mungkin nanti, setelah pemosting ternyata salah dalam membuat 
interpretasi, malah sebenarnya sangat ngawur, akan ketahuan, dia pembunuh 
karakter, atau bukan.

Dengan mencurigai interpretator seperti di atas, maka berhentilah sudah 
diskusi tersebut.

Darwin, jangan-jangan ingin sekali menjadi bedes, karena teori evolusinya. 
Sama kan logikanya ?

-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke