--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya pernah menanyakan kepada beberapa teman di Pemda mengenai
> kemungkinan DIY menjadi Negara Federasi. Mereka menjawab:"tuh
> lihat bagaimana Sultannya lagi repot memikirkan sumber pendapatan
> daerah karena yogya tidak memiliki SDA".

Kenapa kita selalu mengandalkan SDA, bukan SDM ? Ataukah itu cerminan dari kemalasan 
untuk
berpikir dan berkreasi ? Biarpun SDAnya melimpah bila SDMnya enggak mutu, ya bakalan 
jadi santapan
para raksasa. Orang Jepang bisa bikin demam Pokemon di seluruh dunia, kalau kita lihat 
apa sih
yang dijual, SDA ? Jelas bukan, yang dijual adalah mimpi dan angan-angan, yang 
semuanya hasil
kratif dari manusia. Bila itu terlalu tinggi, bisa bikin software yang cuma butuh 
mikir enggak
perlu SDA sama sekali. Kalau itu masih terlalu tinggi ubek-ubek itu pertanian serta 
perkebunan,
pilih yang paling menguntungkan, bikin merk yang menarik dan pencitraan yang tinggi 
untuk
mengalahkan yang serba 'bangkok', asalkan petaninya diberi kebebasan. Sebenarnya masih 
banyak
cara, karena semua itu yang menentukan adalah MANUSIA nya. Modalnya hanyalah 
pendidikan yang baik
saja.


-----------dihapus--------
> baru saja terjadi (boleh setuju boleh tidak) Sultan mengundang
> empat tokoh itu. Jadi, di jaman modern ini tampaknya DIY memang
> lebih memikirkan Persatuan dan Kesatuan NKRI. Artinya, Yogya
> memang konsisten.

Terima kasih atas uraian tentang Jogjanya, saya tidak akan menanggapi tentang Jogja 
saya akan
menanggapi perkara Persatuan dan Kesatuan NKRI. Kita lihat dari kronologis sejarahnya, 
yang
menarik adalah persatuan datangnya jauh lebih dahulu sebelum mencita-citakan 
kemerdekaan. Dan yang
menarik lagi, tidak ada tokoh sentral dalam pembentukan kesadaran akan persatuan itu, 
tidak ada
pemerintahan yang mendorong dan mengusahakan persatuan itu, semuanya seperti terjadi 
begitu saja.
Timbulnya kesadaran itu semata-mata dilandasi karena perasaan merasa senasib karena 
sama-sama
dijajah. Yamin berusaha merasionalkan alasan timbulnya kesadaran itu dengan menulis 
sejarah Gajah
Mada dengan sumpah Palapanya, namun rasionalisasi itu lemah dasar argumentasinya. 
Karena Indonesia
sekarang ini diwarisi dari Hindia Belanda.

Setelah merdeka konteks sosial serta kebutuhannya ternyata berbeda, yang dibutuhkan 
tidak lagi
persatuan karena penyebab timbulnya persatuan itu telah ditiadakan. Dan tujuan dari 
persatuan itu
telah tercapai yakni kemerdekaan. Yang dibutuhkan adalah bagaimana mengisi 
kemerdekaan. Dan
kemerdekaan jelas berhubungan dengan orang-perorang, golongan, suku, ataupun etnis. 
Kesalahan yang
dibuat oleh Soekarno adalah merasionalkan persatuan itu menjadi nasionalisme yang 
justru
berlawanan dengan tujuan persatuan itu sendiri, bukan persatuan yang memerdekakan, 
tetapi
persatuan yang membelenggu. Indonesia yang sangat plural ini mau dipersatukan dengan 
slogan
NASAKOM yang sangat sempit lingkupnya (ideologi saja). Soeharto lebih gila lagi, 
persatuan
disakralkan dan memberikan tabu-tabu yakni issue-issue SARA, padahal sebenarnya dia 
telah
melencengkan tujuan dari persatuan itu yakni persatuan untuk melanggengkan kekuasaan. 
Dengan modal
persatuan dia bisa bikin rekayasa apa saja. Inilah penyebab utama adanya issue-issue 
disintegrasi
akhir-akhir ini.

Nah sekarang apa yang ingin kita raih, kesatuan masyarakat/bangsa dalam kebersamaan 
(NKRI) ataukah
kesatuan masyarakat/bangsa dalam kebebasan (federasi, otonomi luas atau apalah..dan 
bukankah ini
yang sekarang diusahakan oleh GD). Bila NKRI sebagai pilihan, untuk menjaga 
kebersamaan (ini
adalah salah satu bentuk belenggu) dibutuhkan satu alat untuk mendisiplinkan gerak 
langkah 200
juta orang lebih agar tetap bersama, pakai militer tentu sudah enggak cocok lagi, 
pakai cara RRC,
negara kita negara kepulauan, kalau menurut bung agustine siswanto, pakai cara apa ? 
Kemudian
tentang cita-cita civil society, bukankah kesatuan sosial dalam kebebasan adalah inti 
dari civil
society ?

tabik
aguswandi




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com/

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke