From: Agus Satrio
Kenapa kita selalu mengandalkan SDA, bukan SDM ?

��:
Tertulis :"tuh lihat bagaimana Sultannya lagi repot memikirkan
sumber pendapatan
daerah karena yogya tidak memiliki SDA".

Kalau SDA tersedia dan tidak didayagunakan maka akan menjadi
pemborosan. Kolonialis itu tertarik ndekem di Indonesia juga
karena SDA. Tanaman Jarak dibudidayakan di Indonesia kan untuk
memenuhi kebutuhan minyak di Jepang untuk perang. Amerika mau
membantu Kuwait dalam perang Teluk apa karena semata-mata faktor
kemanusiaan? Siapa yang memperoleh bagian terbesar untuk membangun
kembali Kuwait? Jepang dan Amerika adalah diantaranya.

From: Agus Satrio
Ataukah itu cerminan dari kemalasan untuk berpikir dan berkreasi ?

��:
Berjalanlah ke Malioboro disana bertebaran karya orang yang mau
berkreasi. DAGADU identik dengan Yogya, demikian juga dengan
Primagama.  Mereka adalah kumpulan anak muda yang berkreasi. Saya
mengamati banyak anak-anak muda yang sudah menjadi exporter
kerajinan dan mebel. Ini jaman modern bukan jaman Sultan Agung.

From: Agus Satrio
Biarpun SDAnya melimpah bila SDMnya enggak mutu, ya bakalan jadi
santapan
para raksasa.

��:
Biarpun SDM nya berpendidikan kalau hanya menjadi cecunguk juga
percuma. Ujung-ujungnya Kridho Lumahing Asto. Maka bangsa kita
mudah dijajah dan diadu domba dari dulu hingga kini.

From: Agus Satrio
Orang Jepang bisa bikin demam Pokemon di seluruh dunia, kalau kita
lihat apa sih
yang dijual, SDA ? Jelas bukan, yang dijual adalah mimpi dan
angan-angan, yang semuanya hasil
kratif dari manusia.

��:
Apakah Batik, ukiran,  dan Jamu tidak dikenal di dunia?
Kalau kita melihat angka, maka Kerajinan dan Mebel bisa dilihat
sebagai tumpuan pemasukan devisa. Sudah banyak diulas bahwa selama
Orba industri-industri yang tidak terproteksi malah melaju.

From: Agus Satrio
Bila itu terlalu tinggi, bisa bikin software yang cuma butuh mikir
enggak
perlu SDA sama sekali.

��:
Di Bali ada sebuah camp yang bergerak di bidang Teknologi
Informasi. Baca dhong biar nggak Tulalit. Saya melihat sudah
banyak disain TI karya bangsa sendiri.

From: Agus Satrio
Kalau itu masih terlalu tinggi ubek-ubek itu pertanian serta
perkebunan,
pilih yang paling menguntungkan, bikin merk yang menarik dan
pencitraan yang tinggi untuk
mengalahkan yang serba 'bangkok', asalkan petaninya diberi
kebebasan. Sebenarnya masih banyak
cara, karena semua itu yang menentukan adalah MANUSIA nya.
Modalnya hanyalah pendidikan yang baik
saja.

��:
Apakah IPB selama ini tidak melalukan itu? Atau karena alumninya
lebih suka berkarya dibidang lain? Orba memang telah membuat kita
tidak mengenali identitas diri, dan itu kita sudah menyadari.
Pendidikan yang baik itu yang bagaimana?

From: Agus Satrio
del.
Timbulnya kesadaran itu semata-mata dilandasi karena perasaan
merasa senasib karena sama-sama dijajah.

��:
I am on your side

From: Agus Satrio
Setelah merdeka konteks sosial serta kebutuhannya ternyata
berbeda, yang dibutuhkan tidak lagi
persatuan karena penyebab timbulnya persatuan itu telah
ditiadakan. Dan tujuan dari persatuan itu
telah tercapai yakni kemerdekaan. Yang dibutuhkan adalah bagaimana
mengisi kemerdekaan. Dan
kemerdekaan jelas berhubungan dengan orang-perorang, golongan,
suku, ataupun etnis. Kesalahan yang
dibuat oleh Soekarno adalah merasionalkan persatuan itu menjadi
nasionalisme yang justru
berlawanan dengan tujuan persatuan itu sendiri, bukan persatuan
yang memerdekakan, tetapi
persatuan yang membelenggu. Indonesia yang sangat plural ini mau
dipersatukan dengan slogan
NASAKOM yang sangat sempit lingkupnya (ideologi saja). Soeharto
lebih gila lagi, persatuan
disakralkan dan memberikan tabu-tabu yakni issue-issue SARA,
padahal sebenarnya dia telah
melencengkan tujuan dari persatuan itu yakni persatuan untuk
melanggengkan kekuasaan. Dengan modal
persatuan dia bisa bikin rekayasa apa saja. Inilah penyebab utama
adanya issue-issue disintegrasi
akhir-akhir ini.

��:
Apakah mempunyai pemikiran bagaimana tesa yang pas sesuai dengan
kondisi dan situasi bangsa Indonesia pada saat itu, yaitu ketika
Soekarno muncul dengan gagasan nasionalisme? Atau apa yang
mestinya dilakukan Soekarno pada saat itu?

From: Agus Satrio
Nah sekarang apa yang ingin kita raih, kesatuan masyarakat/bangsa
dalam kebersamaan (NKRI) ataukah
kesatuan masyarakat/bangsa dalam kebebasan (federasi, otonomi luas
atau apalah..dan bukankah ini
yang sekarang diusahakan oleh GD).

��:
Yang pertama, menurut saya federasi berbeda dengan otonomi luas.
Jadi, federasi dan otonomi luas tidak setara. Sebaiknya kita tidak
mencampur aduk dua terminologi itu seandainya konotasi federasi
adalah seperti di Amerika. Yang ke dua, freedom is not free,
freedom is compromise, we have to pay for the freedom.

From: Agus Satrio
del.
Kemudian
tentang cita-cita civil society, bukankah kesatuan sosial dalam
kebebasan adalah inti dari civil society ?

��:
Bagaimana pemikiran Bung melihat fenomena saat ini? Civil society
atau civilized society? Kita sudah sama-sama memahami permasalahan
yang dihadapi oleh bangsa ini dan kini kita mempunyai persoalan
serius berakitan dengan kelangsungan bangsa dan negara ini. Oleh
karena itu, terus menerus bersikap apriori dan menyalahkan saya
pikir juga tidak ada learning point yang diperoleh.

tabik
aguswandi




!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke