--- mbah soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> hehe.. mas aswat, mas aswat.
> kok nanya nengok kebelakang, segala.
> kalau mau jujur, sebenarnya bangsa indonesia itu
> belum pernah ada. buktinya masih sangat mudah
> terbawa sentimen-sentimen primordial, macam apapun.
>
> memang sih, peradaban bangsa (kalau digebyah uyah)
> nusantara pernah maju sekali. bahkan pernah
> punya kampus-agama budha di luar negeri (nalandha?)
> kelolaan raja balaputra-dewa di pamalayu. yang lebih tua,
> pernah hidup rukun membangun KALASA, sebagai rasa
> syukur atas bergabungnya Budha-Syiwa. sehingga raja
> jawa waktu itu dianggap sebagai pelindung penguasa khmer.
> pernah pula membangun salah satu keajaiban dunia, berupa
> BOROBUDHUR, tapi di balik itu... tetaplah belum pernah berhasil
> melanggengkan kerukunan.
>
> tengok saja, sampai kini, mana ada nama jalan GAJAH MADA
> atau HAYAM WURUK di tanah pasundan? sebaliknya mana
> ada nama jalan MUNDING-WANGI atau SURAWISESA di wilayah
> Jatim-Jateng? nggak ada kan.. dan ke-4 tokoh itulah lambang
> perang BUBAT. lebih ke depan, mengapa dulu Trenggana
> mengganyang Pakuan, Kalapa (jakarta sekarang) dan Sunda
> (Banten),
> alasannya sepele... karena raja Pakuan mengikat janji
> perdagangan
> dengan Portugis di Malaka.... mengapa pula Sultan Agung jadi
> kalah
> menggempur Batavia, karena kehabisan logistik?
>
> demikianlah mas, kalau kita mau jujur. masalah sekarang menjadi
> pertentangan antara kristen dan islam, itu hanya sekedar
> berganti
> "kudung" atau payung... dan sifat inilah yang mungkin menjadi
> modal bagi "pihak ketiga" itu, untuk semakin ngubek-ubek air
> keruh. itu pulalah, mungin penyebab mengapa dulu pendiri
> indonesia menetapkanwilayah nusantara menjadi NKRI,
> bukan negara serikat. dan itu pulalah mengapa waktu pertama
> sekali didengungkan pancasila, sila persatuan-lah yang di
> urutan pertama.
>
Tulisannya kok kontradiksi begitu ? Disebutkan antar suku di Nusantara selalu
melakukan perang
suku, lho kok penyelesaiannya pake NKRI. Berarti selama ini kita piara api dalam sekam
dong ?
Kenapa enggak federasi saja ? Tapi yah, memang kita sudah terbiasa iya-iya saja, ho-oh
ho-oh saja,
saya enggak tau kita ini hidup di jaman Sultan Agung atau jaman Modern ...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!