Jelas ki jelas banqet Ki.
Soalnya ane rakyat bisa bikin apa Ki.
Paling ane Cuma tulung doa Ki
Supaya Allah kali ini menangin yang bener gitu.
Udah cukup dah yang 32 Tahun.
InsyaAllah Amin
Salam
-----Original Message-----
From: Ki Denggleng Pagelaran [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, May 09, 2001 5:28 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pusing ndasku
Nek dihitung rusak-rusakan kok ya rusak beneran ya Cak?
Tapi dalam yang rusak-rusak ini kok jadinya aku ini
'kudu ngguyu' thok. Ndak ngelu kok Cak. Ayo lah dirunut
sebentar sejak GD melecehkan DPR sebagai anak TK.
Lho semua kan 'nggladhag alit' to Cak, alias sewot (maaf
saudara-2 ini peribahasa yang amat melecehkan model
jawa, gladag alit = jembatan kecil = 'wot' diambil arti
akhir ditempelkan ke 'sewot'.. biar tambah ngelu ndase
Cak Gigih hehe.
Bukti tercapai? Rasanya kok sedikit terbukti dengan
tingkah AMF ketika Memo I yang disebut oleh penelepon
dari Jateng seperti 'anak kecil nonton bola yang pemainnya
menang atau masukin goal' di TPI.... Bukti lain? ada.
Ketika SP kemarin yang menelorkan telor mata sapi
Memo II, betapa dewan anak TK itu 1/2 jam lebih (menurut
pengamatan temanku Cak Mat dari Sampang) habis
hanya untuk rebutan atau kesibukan menentukan pimpinan
sidang!. Bukti lain? Hehehee.... sidang memo I dan memo II
ternyata dipimpin oleh orang yang sama, S'sleman'S, yang
di akhir sidang menyebut 'Alhamdu....' disambut jama'ah
dengan '...lillaah!'. Kemudian disambung dengan melecehkan
FPKB dengan 'keperluan lain' yang setelah diprotes disebutkan
bahwa maksud mBah Tardjo, 'keperluan lain' itu misalnya
'merokok!' hahaha.. ndak muu baas.. (anak teka kalau nyebut
ndak mutu blas kan jadi gitu ya?).
GD memerintahkan kapolri segera nangkep Oom Tommy,
tapi kapolri menolak karena belum cukup bukti. Aha, giliran
kapolri diganti, terus jadi saksi di pansus, membeberkan
kegeblegan GD padahal secara implisit beliau menyebutkan
bahwa bersama anak buahnya akan melakukan tindakan-2
penanganan hukum yang hati-hati karena menyangkut nama
pribadi presiden... lho lha kok cara-cara hati-hati itu dibeberkan
kepada sekelompok 'orang' yang bukan penegak hukum?
Demo-demo BEM, seolah-olah dibiarken sahaja. Lantas ketum
BEM UI mendapat angin. Juga mendapat dukungan ketua
MPR sak andahannya. Menggelembung blas... terus disiram
massa dari Jatim.... mak pet hingga sekarang kan? Kemana
tokoh-tokoh BEM yang sempat memberi ultimatum itu? Yang
sempat dipertemukan di metroTV dengan gerakan mahasiswa
yang lain itu? Apa sikap ketua MPR yang dalam orasi di
depan Gudang BH-ijo Senayan menyebutkan bahwa 'negeri
ini sudah momrot!' (ketua MPR lho yang nyebut momrot). Juga
sempat menyebut bahwa 'tidak perlu lagi ada komunikasi
dengan Si Dur!".... hehe malah menggalang lintas fraksi
di Bali... huuuuuuuuuu!
Syahril sabirin ditangkep eh.. ditahan... lho jelas kan siapa-2
yang besoek? Apa wajar seseorang didakwa salah berat
dalam keuangan negara trilyunan repes, mendapat besukan
dan dukungan moril dari tokoh-tokoh penyelenggara negara?
Siapa mendukung siapa jelas terlihat sebagian.
Gigin-san ditangkep demikian pula. Sliweran pendapat dan
pembelaan. Sampai-sampai masuk perangkap meminta do'a
dari seorang habib. Siapa mendukung siapa ketahuan lagi
sebagian.
FPK dan PBM bergerak ke Jakarta. Berita diturunkan besar-2
dan serem-serem. Semua sibuk. Para lasykar tandingan ber-
munculan. Siapa mendukung siapa kelihatan lagi sebagian.
Eh, tahu-tahu ketua DPP PDI-P merestui dan berterimakasih
kepada lasykar wiropati-nya... duh-duh.... siapa punya apa
saja ketahuan lagi. Sama-sama gebleg.
Pangti LJ ditangkep... ahahahaa.. tambah seru. Siapa
mendukung siapa semangkin terlihat. Sayang banyak yang
tidak melihat hal-hal yang begini. Seperti GD yang buta
saja kali yah?
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
----- Original Message -----
From: "GIGIH NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, May 08, 2001 6:55 PM
Subject: [Kuli Tinta] Pusing ndasku
Betapa ndak pusing ndasku, lebih-lebih ketika begitu
cakap mulut-mulut para pokrol ini ketika berbicara
hukum. begitu pintar mereka menyebut pasal lalu
menterjemahkannya. Dan tafsiran itu begitu indahnya,
sehingga kalau dirunut-runut, begitu banyak hal-hal
yang terlihat biasa di sekeliling kita menjadi penuh
keanehan.
Sore tadi, Hartono Marjono, ketua tim pembela Panglima
Lasji, diwawancarai oleh SCTV. Hartono menceritakan
bagaimana proses yang terjadi mengenai hukum rajam
yang pernah dijatuhkan kepada anggota Lasji yang
bersalah melakukan zina.
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--