From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>

Mengenai PDIP, silahkan mendengarkan keluhan RW mengenai kader
PDIP dari daerah. Disamping itu, mereka yang di PDIP dan sekarang
vokal sekali itu dulu ketika MW di Surabaya dikepung panser pada
berada dimana? MW hanya ditemani oleh satu teman wanita dikamar
dan sudah pasrah. Dan, cecunguk semacam Soeryadi Budi Hardjono
yang beraninya main keroyokan (dibackup militer dan pemerintah
pula) melawan wanita. Apa tidak hombreng? Zulham, Akhmadi, Anung,
Arifin, dsb pada dimana ketika peristiwa Kudatuli yang memakan
korban jiwa itu? Mengapa mereka diam pada saat MW diembat habis2an
oleh Porteng dengan berbagai isu negatifnya. Nggak ada suaranya
pak... He... he... itu mah menurut saya bagian dari sebuah grand
design.

Dibawah, aliansi PDIP dengan NU semakin solid Pak. Mengapa diatas
dan dibawah berbeda? Sudah bukan rahasia umum Pak bahwa banyak
oknumnya Soerjadi saat ini banyak bertebaran dan memegang posisi
di PDIP di daerah. Mengikuti kasus tewasnya komandan satgas PDIP
Yogya enggak? Sehingga jangan heran kalau PDIP memenangkan pemilu
disuatu daerah maka bukan jaminan bahwa mereka akan menguasai
lembaga perwakilan. Ada apa?

Bagaimanapun juga Pak Hasan bisa menghangatkan suasana milis yang
lagi sepi.

salam.
----------------------------------------------------------
KDP:
Sesuai dengan tiori yang dituliskan oleh Cak GIGIH, kondisi PDI-P
ini memang sedang mengadopsi falasifah GM (Gajah Mada). Kalau
hanya ingin memperoleh 'keuntungan' mah tak harus duduk sebagai
pucuk pimpinan. Wakil atau sekretaris atau kalau perlu cukuplah
sebagai ajudan, itulah target utama. Dengan kedudukan begitu
kan bisa berperan sebagai 'corong' bahwa partai pemenang
pemilu itu bisa 'dobol' kalau tak mau berkoalisi. Jadi kegagalan
MW naik jadi RI-1 syah jadinya, bukan melulu jegalan dari Porteng.
Lha nyatanya kalahnya malah dari tokoh yang tak punya partai,
artinya menjadi anggota MPR bukan karena partai, melainkan
anggota yang diangkat hitungannya cuman 1/200 x 200/700 =
0.0014 saja. Sebuah nilai peluang yang sangat kuecilllll....

Sehingga kalau ada rumor bahwa dulu GD mengatur-atur mirip
Kresna dan Rama dalam rangka menuju RI-1 kala itu entah dengan
key-words demi persatuan kek, syariat kek atau apa saja dan
dengan lewat 'mulut' siapa saja PKB kek, PAN kek, Porteng
kek.... telah menunjukkan beta kaliber GD dalam rangka
obok-obok nasional. GD harus mempengaruhi paling kurang 
350 manusia MPR (yang 1 kan sudah dia sendiri) dari kekuatan
yang hanya 1/200 (utusan/golongan) ditambah 55 manusia PKB.
Apa ndak cuanggih? dengan melihat bahwa GD saat itu banyak
tidurnya dibanding aktif bersuara di dalam SU MPR?

Satu lagi kehebatan kekuatan 'tidurnya' GD. Mampu mempengaruhi
350 orang lebih anggota MPR untuk memilihnya yang suka tidur,
suka kontroversial, suka ngawur, kemlinthi, ngidir, wali dll sebutan
abstrak dengan faktual dia buta, mantan 2 kali stroke (kata dokter
Suharko? ini adalah sakit jiwa hasilnya!), mengungguli calon yang
telah menggenggem 125 orang dari 700 orang secara riil dan
beberapa lagi yang ada di 200 orang dan lain-lain pemilik kursi
DPR.

Yang jelas dengan duduknya para kader PDI-P di daerah-daerah
hanya cukup sebagai wakil atau sekretaris, masih jitu perannya
dalam rangka sekedar menjadi 'input terminal' dan 'intimidational
mouths' bagi para penyelenggara pemerintahan daerah. Demi
siapa? Yaaa tentunya demi DPP atau orang-orang atasan
yang memerlukan 'laporan' berharga itu. Dengan korbanan utama
adalah rakyat pemilih di lapis ground-level, pada sistem 'multi-
storeys ecopolitical system' bukan berbasis rakyat, melainkan
partai politik.

Silakan dikembangkan sendiri itungan matematisnya, yang ini
sekedar pengantar analisis statistik sederhana setingkat itungan
modus, mean dan modul saja kok... belum menyintuh quartil
ataupun sebaran-sebaran lain. Wong hanya menyangkut populasi
700 manusia. Dan 500 kepala DPR yang terbagi dalam 10 seksion.
Sederhana bukan?

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
nilai statistik-ku hanya cukup mengantar
untuk naik tingkat....;=))#


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke