Suwe ora jamu mbah Hasan, aku mau comment dikit mengenai
demokrasinya sampeyan:
Demokrasi yang kita jalani bukan berarti mencari sesuatu
yang benar atau yang terbaik buat bangsa/negara tetapi
siapa yang punya bolo banyak buat njeplak di DPR/MPR itulah
yang menang.
Satu orang waras ditengah sepuluh orang gila akan dianggap
sebagai orang gila.
Tidak bisa dipungkiri bahwa mayoritas manusia pendukung
Orba masih banyak bercokol di dewan-dewan terhormat yang
katanya wakil rakyat DPR & MPR.
400 suara pro Orba akan dengan mudahnya mengalahkan 100
suara pro reformis di DPR.
Jadi, tidak ada yang namanya demokrasi adalah suara rakyat.
Rakyat hanya alat yang digunakan lima tahun sekali untuk
melegitimasi duduknya para dewan yang (katanya) wakil
rakyat tersebut.
Selama masih banyak anggota dewan ini, yang notabene
memiliki fungsi strategis dalam memilih dan menilai serta
menjempalikkan presiden, dikuasai oleh orang-orang gila
peninggalan Orba jangan harapkan bangsa Indonesia akan
cepet waras, apalagi ekonomi mau naik.
Wassalam,
--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pengalaman satu tahun ini berbicara jelas : Demokrasi itu
> tidak begitu
> gampang. Diumpamakan "game", kita mesti menguasai
> aturan-aturan yang
> berlaku. Panjang lebarnya lapangan, lokasi gawang,
> berbagai garis batas,
> dsb. Kapan bola dianggap out, hand, off-side, serta
> jumlah pemain. Perlu
> latihan-latihan. Kemudian uji-coba. Terakhir, barulah
> taktik dan strategi ,
> dan sebagainya. Ada lagi, penonton!. Uuwangelll!
> Pendeknya, bisa butuh satu generasi.
>
> Bagi orang awam seperti saya, proses diatas amat
> membosankan. Bagaimana kita
> bisa sabar. Tiap hari kita disuguhi keteraturannya bangsa
> lain. Kita
> menonton Liga Italia dan Liga Inggris!. Sementara itu
> duit kita tambah hari
> tambah jeblog. Jutaan saudara kita tambah hari tambah
> sulit makan teratur
> tiga kali.
>
> Segi optimisnya, sebetulnya ada yang sudah kita capai.
> Lihatlah Mbak Mega,
> pemimpin yang aslinya didukung suara sepertiga bangsa
> ini. Usai pemilu dulu,
> betapa begonya dia . Istilah bola, mau gol, tapi nggak
> mau dan nggak tahu
> apa itu adab bola. Bikin geli banyak orang. Apa itu
> mengumpan, menggocek,
> menyundul, dsb. Nggak tahu hand , nggak tahu offside.
> Pertandingan sudah
> dimulai, "beliau" masih berdiri dipinggir lapangan. Cuma
> mesam-mesem dan
> diam saja. Silent is Golden diterapkan buat soal
> kerjasama-team. Bahasa
> eropanya : blunder van totaal. Lawan bermain sibuk
> membuat gol , beliau
> masih berdiri bengong. 45-0. Angka tahun kemerdekaan.
> Nangis. Supporternya
> sama goblognya. Nggak terima teamnya hancur dan dobol
> total. Pokoknya mau
> golnya, kalau tidak segalanya mau dihancurkan. Stadion,
> kursi-kursi, bahkan
> rumput dilapangan. Bahkan team lawan. Jempol-pun sudah
> koyak kena jihad
> dimana-mana. Pendek dongeng, akhirnya lawanpun ikhlas :
> 45-44. Mbak-pun baru
> bisa tersenyum : "Lihatlah...! Ibumu telah berdiri disini
> !". Demikian
> mengharukan dan lucu seperti muridnya Bu Kasur. Khalayak
> yang telah
> dewasa-pun cuma bisa mengelus dada, berusaha menambah
> kesabaran melihat
> saudara-saudaranya yang masih amat ketinggalan itu.
> ........
>
> Kemudian , Lihatlah sekarang !. PDIP yang dipimpinnya
> seperti sudah layak
> masuk liga Spanyol. Seperti layaknya Parpol dibagian
> dunia lain yang menang
> tapi masih jauuuuh dari 50 % : Menggalang kerjasama
> dengan orang lain.
> Menghormati orang lain yang meskipun kecil-kecil kalau
> dikumpulkan memang
> 70%. PDIP dengan penuh percaya diri meraih leadership
> yang memang menjadi
> haknya. Sang Durna pun tersibak kerudungnya. Menyamar
> kyai, tapi mulutnya
> belepotan fitnah. Tangannya sibuk rogoh-sana-rogoh-sini
> mencoba menyambar
> harta haram punya orang banyak. Kemampuan nuraninya untuk
> mengaku pada
> hal-hal yang tidak dikuasainya , nol besar. Maka Sang
> Durna-pun kalang kabut
> ketika Mbak yang "sederhana" itu bisa belajar dari
> pengalaman, menjadi cukup
> pintar. " Saya larang pertemuan antar ketua Parpol yang
> akan kamu pimpin.
> MAKARRR! ". Kelihatannya ancaman dari Macan gendeng tanpa
> gigi itu tidak
> mempan lagi. Entah-lah kalau sang Embak belum begitu
> tumbuh nyalinya. Gawat
> dan sayang juga!.
>
> Yang aneh adalah dari segi penonton. Sebagian besar sudah
> bisa mengerti
> maksud Mbak. Pengikut Mbak kan memang adalah kalangan
> yang males mikir.
> Sudah penuh digunakan untuk alat mencari sesuap nasi. Apa
> yang dibilang Mbak
> , ya nurut saja lah ! Tapi ada pula yang dendam kusumat
> pada gol yang
> empatpuluhlima itu. Penyakit airmata kesal masih saja
> membuat hambatan
> sehari-hari. Sembahyang pun jadi males gara-gara
> mengandung : Aaamin. Karena
> kapten kesebelasan lawan yang memalukan Mbak dulu ikutan
> meng-obrak-abrik
> penyamaran Durna, Jadilah mereka sekarang pendukung buta
> dari sang Durna.
> Mereka itu tenggelam pada kesesatan. Dukungan pada sang
> Durna jadi ukuran
> waras-tidaknya manusia. Jadi ukuran baik-tidaknya moral
> manusia. Bahkan jadi
> ukuran mana yang hak, mana yang batil. Ya Tuhan!
> Tunjukilah jalan yang
> lempeng!
>
> Ketika mayoritas manusia, dengan "ukuran sesat" tersebut
> masuk skala yang
> amat rendah ( termasuk Dewi pujaan, Mbak Mega yang mulai
> galak pada
> sang Durna). Ketika tinggal dirinya dan lima-sepuluh
> orang lain yang masuk
> skala tinggi....Ya Bingung! Pusing kepala terus-menerus.
> Itulah akibat
> melawan hukum alam : tidak mau awas membuka hati.....
>
>
> Wassalam,
> Abdullah Hasan.
> ( Telah lama sekali ..., tidak ada orang yang digebuki di
> milis ini.)
>
>
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
> Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda
> lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> http://www.indokado.com<--
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices
http://auctions.yahoo.com/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--