Frans Thamura wrote:
2008/7/24 Rusmanto <[EMAIL PROTECTED]>:
Frans Thamura wrote:
tugas asosiasi bukan foss ginian sih
aosi sudah ada, yah silahkan protes dan ajukan ketidak adilan
Sudah Frans, ada rencana AOSI mengajukan ini ke KPPU.
Jika AOSI tidak bisa, YPLI siap maju. :)
kalau pak rus dapat PMPTK, wah ini pasti nyerang pak sis, padahal baru diangkat,
saya ada yang sekjen depkominfo ;) RAKnya
AOSI harus koleksi tender nih :)
F
Kalo dari sudut pandang saya (mungkin karena kelamaan tertindas). UU dan
Peraturan benar, setiap produk yang ditawarkan harus ada yang tanggung
jawab. Kalau pasal ini diubah demi linux, maka bisa berantakan proses
pengadaan. Para Aktifis Linux jangan asal meradang, menghujat. Mari kita
periksa diri kita masing2 kata kang Ebiet "... tengoklah kedalam sebelum
bicara, bersihkan debu yang masih melekat".
Kalaupun tender itu tidak menyebut "merk" dan siapapun maju dengan
pre-installed Linux OS dan tidak ada endorsement, maka akan
diskualifikasi (kalah demi Hukum).
Saya tidak tahu siapa di indonesia yg berhak melakukan endorsement thd :
BlankOn, Ubuntu, Suse, RH, Fedora atau apa saja. Kalau belum ada, ini
peluang buat aktitifis Linux membentuk Badan Usaha dan minta wewenang
untuk melakukan endorsement dari para pemilik distro, atau membuat
distro sendiri.
Saya selalu bilang saat ini (sepanjang pengetahuan saya) yang siap
secara infrastruktur cuma BlankOn yg punya rumah dan pemilik di
Indonesia. Mengurus Paten, Hak Cipta, Legalisasi SII, Label Halal
membutuhkan banyak biaya. Makanya saya pernah usul agar filosofi lebel
Halal diganti LABEL HARAM. Produk yg kena label Haram baru bayar, kalo
yg tidak ada label berarti Halal.
Selain BlankOn, kayaknya ubuntu-id yg baru akan mempersiapkan
infrastruktur agar bisa melakukan endorsement produk di Indonesia.
salam
sts
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis