On Thu, Jul 24, 2008 at 07:11:12AM +0700, Frans Thamura wrote:
masih terkesan main2, termasuk support linux di perusahaan saya juga
masih kategori "main-main"

siapa yang boleh/berhak menentukan: main-main atau trusted?

saya berharap blankon bisa buat hal seperti ini sebelum teriak ke KPPU.

blankon itu produk. dia tidak bisa teriak ke KPPU, walaupun orang KPPU
tentu saja boleh menggunakan blankon :D dan pembuat/pemilik blankon,
hanya bisa teriak mengenai apa-apa yang sudah dibuat sendiri. bukan
semua materi yang terkandung pada, misalnya, cd blankon.

dan kita tahu oracle, ibm, dan sun (terkecil) punya market cap gila
gilaan, oracle 150billion US$, IBM sekita US160 bilion, sun aja paling
butut karena krisis energi sekitar 8 billion, ini diluar SAP
netweaver.. mereka semua java, tapi propietary semua ....

keep dreaming :-)

NB: ada lelucon baru, orang opensource di indo yang teriak opensource,
punya barang opensource gak .. kalau pake barang orang, saya rasa
sebaiknya jaman sekarang jangan sebut dirinya opensource company
deh... gak ada product opensource jangan sebut opensource company,
kalau trader atau calo implementasi, alias implementasi barang orang,
dan gak ada team core didalamnya, sebaiknya bilang aja pengembira ..
sebab reposisi ini memperkeruh citra opensource yang buruk

jangankan di Indonesia, sampai ke ujung jagad raya ini, perusahaan yang
terkait dengan opensource, menggunakan produk orang. justru itu lah
keunggulannya.

kecuali anda membuat sendiri satu produk. itu terserah anda. mau
diopensourcekan, digplkan, dibsdkan, diproprietarykan, itu suka-suka
yang bikin (pemegang hak cipta).

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke