2008/7/23 adi <[EMAIL PROTECTED]>: > On Tue, Jul 22, 2008 at 08:09:23PM +0700, si Nung wrote: >>> > > yang pasti, mengikuti alur pikir seperti metode penjualan titipan dari > perangkat lunak proprietary (misalnya: nasi goreng yang dibundle dengan > windows vista), dan begitu itu diterapkan/dipaksakan cara yang sama > untuk FOSS, ya salah kaprah (soal minta jaminan/endorsement/whatever), > dan nyaris tidak mungkin. itu sudah.
Justru menurut saya masih sangat-sangat mungkin untuk diterapkan buat FOSS. Kerusakan perangkat keras ditanggung vendor selama masa garansi, sementara kerusakan sistem operasi ditanggung pemenang lelang selama masa garansi. Jadi pemenang lelangnya mau isi laptopnya dengan Vista atau o/s FOSS ya terserah mereka harusnya. Sederhananya gini aja. Kalo saya install Fedora di salah satu client, terus ketika ada error pastinya client akan panggil saya selama masa garansi dan akan langsung saya coba untuk dibenahi. Dan ketika hardware rusak, client juga akan panggil saya tapi pasti akan saya teruskan ke vendor hardware tsb. Nah, mekanisme ini juga bisa diterapkan buat pengadaan laptop (include O/S) di diknas. Jadi surat dukungan yang dibutuhkan pun konteksnya juga jelas, untuk dukungan hardware memang harus dari vendor, tapi jaminan FOSS ya dari peserta lelang. Tapi tetep aja sih, kalo udah di lock ya harus kerja keras buat protes dulu ke diknasnya :P -- Dudi -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

