Syafrudin Abi-Dawira wrote:
Pada 13 Januari 2009 05:59, Yahya Kurniawan <[email protected]> menulis:
Masalahnya bukan cuma tukar menukar data Pak, tapi output yang
dihasilkan (saat dicetak).
Kalau soal mutu cetakan pada design drafis, bukankah masalahnya di
Linux printer driver, bukan di aplikasi open source (GIMP, Blender,
Inkscape, Xara Xtreme / LX) ?
Meski pakai GIMP, kalau menggunakan GIMP di Windows bukankah mutu
cetakannya sepadan dengan Photoshop ?
Jadi sekali lagi soal design grafis, aplikasi open source sudah bisa
menggantikan aplikasi propietary. Kalau kendalanya di Linux printer
driver, gunakan GIMP for Windows (Windows legal tentunya) waktu
pencetakan, atau pilihan lain print ke PDF.
Seandainya teman-teman ikut seminar Linux untuk Media Cetak
yang diadakan AOSI (www.aosi.or.id) beberapa bulan lalu,
pertanyaan di atas akan terjawab. Di seminar itu ditunjukkan
contoh beberapa halaman dan cover majalah yang dibuat
dengan 2 cara: pakai oss dan non oss.
Rangkuman seminar itu:
- Untuk urusan cetak: gimp, inkscape/xara, scribus telah mampu
menggantikan photoshop, coreldraw/freehand/illustrator, pagemaker.
- Ada sedikit perbedaan hasil, namun tidak dapat diketahui oleh
orang yang tidak ahli di dunia percetakan.
Kata teman, yang sangat menentukan dalam percetakan
adalah siapa orangnya, bukan software/hardware-nya.
Ini mirip kalau kita bandingkan security oss vs non oss.
Rus
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis