Ketua Umum Walubi, SHM, dalam konferensi pers menyatakan bahwa seorang 
bhiksu adalah harus menjalani kehidupan celibat yakni tidak berkelurga. 
Dengan demikian, maka Ferry Surya Prakasa disimpulkan bukan seorang bhiksu 
karena Ferry walau bergelar Rinpoche, telah beristri dan mempunyai anak.

Demikian pula pernyataan dari Bapak Ponijan Liaw dalam konferensi pers 
Forum Solidaritas Umat Buddha kemaren. Seroang bhiksu menjalankan Vinaya 
253 (sesuai vinaya Tantrayana) yang salah satunya adalah tidak menikah. 
Walau bergelar Rinpoche, Rinpoche bukanlah harus seorang bhiksu. 

Ini bagus sekali.
Hal seperti ini dijelaskan dengan baik untuk mengklarifikasi 
kesimpangsiuran  yang ada.

Pernyataan dari kedua organisasi ini adalah sama, yakni: ANGGOTA SANGHA 
TIDAK MENIKAH.

Tetapi apakah perbedaan dari kedua pernyataan tersebut?

Pernyataan dari Forum Solidaritas Umat Buddha itu adalah kebenaran, 
sedangkan pernyataan dari Walubi itu adalah mencari pembenaran.

Untung bagi SHM bahwa ketika membuat pernyataan pers itu, tidak ada 
wartawan yang paham soal Buddhism, sehingga mereka tidak bertanya lebih 
jauh, "apakah benar bhiksu (anggota Sangha) dalam azas yang dipegang oleh 
Walubi, tidak menikah?"

Bukankah Walubi sendiri mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang anggotanya 
menikah seperti Sangha aliran Maitreya dan juga Sangha-nya NSI?

Kiranya dapat disimpulkan bahwa Walubi tidak taat azas. Untuk selamat dari 
kasus Ferry ini, akhirnya Walubi menyatakan bahwa bhiksu (baca: anggota 
Sangha) tidak menikah, dan jika menikah Walubi tidak mengakuinya. Akan 
tetapi dibalik itu, Walubi mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang 
anggotanya (baca: bhiksu) menikah.

Bagaimana Walubi akan menjawab itu? 

,"
DISCLAIMER :

The information contained in this communication (including any attachments) is 
privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under 
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by 
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee 
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to 
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, 
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly inform 
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any 
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give 
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that 
do not relate to our official business.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke