----- Original Message ----- 
  From: willibordus Telkom 
  Sangha Tidak Boleh Menikah



  Tetapi,
  Sedikit mengejutkan mengetahui seorang dengan gelar Rinpoche yang asli, yang 
didapat dari 3 guru besar, di Tibet langsung, serta rajin memimpin kebaktian, 
ternyata masih tidak bisa mengelak godaan duniawi. Istri dan anak sudah ada, 
kenapa masih berpacaran dengan perempuan lain. Ini saja sudah melanggar sila 
dan menunjukkan lobha yang masih besar. Belum lagi perasaan anak dan istri.



  reply :

  Aduh, izinkan untuk memberikan masukan guna meluruskan banyak permasalahan 
"tulku" yang umumnya diberi gelar Rinpoche :

  1. Baru2 ini melihat discovery, dimana ditayangkan tentang "inflasi tulku' 
dimasyarakat Bhutan, sehingga parlement Bhutan terpaksa memaksa untuk "ikut 
meng-screen dan mengakui" seorang Tulku, alasan UU itu karena di bhutan seorang 
Tulku yang diakui dan diberi gelar Rinpoche-----menikmatan Hak untuk 
mendapatkan sumbangan(Dana Paramita) dari masysrakat Buddhist dan otomatis 
menjadi kaya raya, untuk memisahkan antara batu dan permata, parlement bhutan 
sudah mengesyahan UU itu, dimana diminta seorang Ibu kalau mendapatkan mimpi 
atau visi tentang janin kandungan perutnya, selama dalam kandungan, saat 
melahirkan kalau ada gejala aneh hujan kembang atau muncul cahaya2, test 
kebenaran tulku, pendidikan Tulku dan penobatan sebagai Rinpoche,,,,dst. Master 
LU juga "kesemsem" dengan gelar Rinpoche untuk Justifikasi Master.

  Komentar : Memang 15 tahunan terachir terdapat Bursa Tulku yang ditemukan  
bagi bangsa Non Tibetan yang jumlahnya begitu banyak.....terutama anak orang 
kaya (donator besar) atau Bintang Film Hollywood yang kaya raya(donator 
besar).....aduh,,,menyedihkan,,,,buka2 rahasia dan borok................tetapi 
mudah2an akan membuat kita lebih sehat dan rasionel dimasa datang.

  Seorang Tulku yang ditemukan oleh Rinpoche Sepuh dengan "mata batinnya" 1000% 
murni========((tanpa pertimbangan doku atau pengembangan Dharma berbahasa 
setempat diwilayah yang belum mengenal tantrayana), biasanya harus menempuh 
pendidikan, retreat 3 tahun , team Guru pendamping dst.....entahlah 
.........dalam dunia nyata terdapat ........ "dispensasi".......beberapa Tulku 
Rinpoche bisa mendapatkan "dispensasi"----------cuma kepret2......upacara 
penobatan Rinpoche....tanpa retreat 3 tahun...tanpa team guru 
pendamping-------------tidak heran berlaku "Hukum Perdagangan"----------batu 
cadas bisa dianggap sebagai mustika Mustika dalam waktu singkat seseai zaman 
Digital..

  Seorang Tulku bergelar rinpoche itu belum tentu Suci bebas dari Lobha/Moha 
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!......ibarat sebuah batu yang masih perlu digosok menjadi 
permata, Tulku non tibetan mempunyai motivasi menjadi rinpoche yang .......maaf 
seribu maaf.......kebanyakan "sedikit" kurang murni...........barangkali cuma 
sedikt bodhicitta dan lebih banyak mengejar nama besar/harta........etc

  Kasus F adalah  kasus biasa yang bisa terjadi terhadap seorang anak manusia, 
karena ada kesalahan prosedur dalam pelatihan dan pengawasan seorang Tulku , di 
Tibet seorang Tulku tidak ada dispensasi untuk menjalani pelatihan dan 
pengawasan..... diluar itu....entahlah......dispensasi yang menuai bancana

  ==========================================================
  Tentu saja banyak sekali umat Buddha (dan umat diluar non-Buddhist) yang akan 
kecewa melihat kejadian ini. Mereka tentu bertanya2 apakah ajaran Buddha ini 
benar2 efektif untuk mengantar kita keluar dari Dukkha? Benar2 efektif untuk 
mengikis Lobha Dosa dan Moha? Melihat contoh diatas bisa saja sebagian akan 
berpikir begitu.
  Reply :

  Banyak umat T yang schok dan kehi;langan kepercayaan terhadap 
Dharma,,,,,,,,,terutama yang melatih Guru Devotion yang "kurang sehat" 
---------untuk mereka akan diberikan counselling chusus..

  Vajrayana telah berumur ribuan tahun, ajaran dan realisasinya sudah terbukti 
bisa mengantar untuk keluar dari dukka dalam satu kehidupan, sehingga dapat 
"exist" dan berkembang sampai abad ke 21 ini,,,,,,,,,,,,dalam perjalanan setiap 
agama/ajaran atau Madzab atau sekte............tentu ada Guru Besar yang 
dihormati dan dikenang seperti Tilopa, Naropa, Milarepa, Atisa, Dharmakirti, 
Jigme Lingpa, Patrul Rinpoche dst.

  ......tetapi pasti juga ada oknum2 "Rinpoche " yang mendatangkan aib bagi 
Dharma.......inilah ajaran tertinggi........ada mustika dan juga ada 
sampah.........pintar2lah untuk memilah.........ada yang baik untuk menjadi 
panutan....ada yang buruk dan jauhi.



  Om Ah Hum Vajra Guru Pema Siddhi Hum

  Salam






  ----- Original Message ----- 
  From: N6U1C_T4MP4N 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, January 05, 2007 1:46 PM
  Subject: [MABINDO] Re: Walubi: Anggota Sangha Tidak Boleh Menikah

  Namo Buddhaya,

  Saya sedang berpikir sebaliknya, bukankah Ferry sama sekali tidak
  bersalah?
  1. Ferry memang tidak mengambil sila Bhiksu, dia bebas berpacaran
  dengan siapa saja.
  2. Obat yang ditemukan di tubuh Alda BUKAN NARKOBA
  3. Serbuk yang ditemukan dirumahnya BUKAN NARKOBA melainkan serbuk
  upacara tantra.
  4. Silsilah Ferry adalah ASLI, Gurunya dari silsilah Nyingmapa adalah
  MASTER, Gelar Rinpoche yang dia dapatkan juga ASLI
  Guru-gurunya adalah:
  Y.M. Kyabje Chadral Sangje Dorje Rinpoche
  Y.M. Chokling Urgyen Jigmed Palden Rinpoche
  Y.M. Chagdud Tulku Rinpoche --> Guru Utama

  Biografi Y.M. Chagdud Tulku Rinpoche dapat ditemukan diinternet...

  Satu-satunya kesalahan yang mungkin saya temukan adalah:
  1. Salah memberi obat kepada Alda...

  Maaf bila pendapat saya berbeda dengan pandangan saudara-saudari
  sedharma sekalian.

  Amitabha
  --- In [email protected], "Sumita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > --- In [email protected], Abin_Abin@ wrote:
  > >
  > > Kita lihat aja konsisten tidaknya SHM.
  > > Mungkin kita harus ngepush media nasional untuk mengangkat hal ini 
  > bahwa 
  > > ada anggota Sangha menikah yang diakui oleh Walubi, dan ini 
  > bertentangan 
  > > dengan pernyataan Walubi.
  > > 
  > ----
  > 
  > Salam, 
  > 
  > Kesan yang saya terima ketika ketua WALUBI menyatakan pernyataannya, 
  > ia berkesan lepas tangan. Hal ini juga diperkuat dengan diubahnya isi 
  > website Walubi yang salah satu isinya berkaitan dengan rinpoche 
  > tersebut. Dalam website tersebut (yang sekarang sudah diubah), jelas 
  > terdapat Yongdzin Tulku Rinpoche sebagai salah satu dewan Sangha 
  > Tantrayana Vajrayana dengan jabatan Koordinator Lama Tantrayana 
  > Vajrayana.Juga sebagai ketua umum Majelis Agama Buddha Tantrayana 
  > Indonesia (MAJABUDTI) masa bakti. padahal majelis ini baru 
  > dibentuk tahun 2003 dan dihadiri oleh pejabat dari Departemen Agama. 
  > Saya merasa heran jika dikatakan oleh ketua WALUBI bahwa yg 
  > bersangkutan tidak aktif lagi, maka bagaimana dengan majelis tersebut?
  > 
  > Hal ini saya ketahui ketika kasus Ferry ini mulai merebak, dan saya 
  > merasa perlu cari informasi mengenai yang bersangkutan di internet, 
  > dan kebetulan mendapatkan informasinya dari website WALUBI. Dan saya 
  > rasa ada beberapa wartawan yang juga tahu meskipun tidak 
  > menyadarinya. Hal ini terbukti dari beberapa foto yang ditampilkan di 
  > infotaiment yang sama dengan yang ada di website walubi hanya saja di 
  > potong bagian kirinya.
  >

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke