Berarti dengan kata lain sudah waktunya aliran Maitreya (Yi Kuan Tao) dan NSI 
ditendang dari WALUBI dan tidak diakui lagi sebagai 
bagian dari agama Buddha di Indonesia ?
Baguslah kalo begitu.... kalo gak berarti YM SHM just talking bullsh*t
hehehehe... :D


Best Regards,


YUNARTO GOH  |  Mr_Five   `WenZ  |  +628163116137
K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero
Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel.vithost.com/k-ayurveda
www.wenz.web.id/myblog/  |  www.virtual-dalnet.com  |  www.sic.or.id


----- Original Message ----- 
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, 21 December 2006 11:39 AM
Subject: [MABINDO] Walubi: Anggota Sangha Tidak Boleh Menikah


Ketua Umum Walubi, SHM, dalam konferensi pers menyatakan bahwa seorang
bhiksu adalah harus menjalani kehidupan celibat yakni tidak berkelurga.
Dengan demikian, maka Ferry Surya Prakasa disimpulkan bukan seorang bhiksu
karena Ferry walau bergelar Rinpoche, telah beristri dan mempunyai anak.

Demikian pula pernyataan dari Bapak Ponijan Liaw dalam konferensi pers
Forum Solidaritas Umat Buddha kemaren. Seroang bhiksu menjalankan Vinaya
253 (sesuai vinaya Tantrayana) yang salah satunya adalah tidak menikah.
Walau bergelar Rinpoche, Rinpoche bukanlah harus seorang bhiksu.

Ini bagus sekali.
Hal seperti ini dijelaskan dengan baik untuk mengklarifikasi
kesimpangsiuran  yang ada.

Pernyataan dari kedua organisasi ini adalah sama, yakni: ANGGOTA SANGHA
TIDAK MENIKAH.

Tetapi apakah perbedaan dari kedua pernyataan tersebut?

Pernyataan dari Forum Solidaritas Umat Buddha itu adalah kebenaran,
sedangkan pernyataan dari Walubi itu adalah mencari pembenaran.

Untung bagi SHM bahwa ketika membuat pernyataan pers itu, tidak ada
wartawan yang paham soal Buddhism, sehingga mereka tidak bertanya lebih
jauh, "apakah benar bhiksu (anggota Sangha) dalam azas yang dipegang oleh
Walubi, tidak menikah?"

Bukankah Walubi sendiri mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang anggotanya
menikah seperti Sangha aliran Maitreya dan juga Sangha-nya NSI?

Kiranya dapat disimpulkan bahwa Walubi tidak taat azas. Untuk selamat dari
kasus Ferry ini, akhirnya Walubi menyatakan bahwa bhiksu (baca: anggota
Sangha) tidak menikah, dan jika menikah Walubi tidak mengakuinya. Akan
tetapi dibalik itu, Walubi mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang
anggotanya (baca: bhiksu) menikah.

Bagaimana Walubi akan menjawab itu?



Kirim email ke