Kita lihat aja konsisten tidaknya SHM.
Mungkin kita harus ngepush media nasional untuk mengangkat hal ini bahwa 
ada anggota Sangha menikah yang diakui oleh Walubi, dan ini bertentangan 
dengan pernyataan Walubi.











"Mr_Five WenZ" <[EMAIL PROTECTED]> 
Others, 03/01/2007 05:45 AM
Sent by: [email protected]
 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        Re: [MABINDO] Walubi: Anggota Sangha Tidak Boleh 
Menikah

Berarti dengan kata lain sudah waktunya aliran Maitreya (Yi Kuan Tao) dan 
NSI ditendang dari WALUBI dan tidak diakui lagi sebagai 
bagian dari agama Buddha di Indonesia ?
Baguslah kalo begitu.... kalo gak berarti YM SHM just talking bullsh*t
hehehehe... :D

Best Regards,

YUNARTO GOH | Mr_Five `WenZ | +628163116137
K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero
Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel.vithost.com/k-ayurveda
www.wenz.web.id/myblog/ | www.virtual-dalnet.com | www.sic.or.id

----- Original Message ----- 
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, 21 December 2006 11:39 AM
Subject: [MABINDO] Walubi: Anggota Sangha Tidak Boleh Menikah

Ketua Umum Walubi, SHM, dalam konferensi pers menyatakan bahwa seorang
bhiksu adalah harus menjalani kehidupan celibat yakni tidak berkelurga.
Dengan demikian, maka Ferry Surya Prakasa disimpulkan bukan seorang bhiksu
karena Ferry walau bergelar Rinpoche, telah beristri dan mempunyai anak.

Demikian pula pernyataan dari Bapak Ponijan Liaw dalam konferensi pers
Forum Solidaritas Umat Buddha kemaren. Seroang bhiksu menjalankan Vinaya
253 (sesuai vinaya Tantrayana) yang salah satunya adalah tidak menikah.
Walau bergelar Rinpoche, Rinpoche bukanlah harus seorang bhiksu.

Ini bagus sekali.
Hal seperti ini dijelaskan dengan baik untuk mengklarifikasi
kesimpangsiuran yang ada.

Pernyataan dari kedua organisasi ini adalah sama, yakni: ANGGOTA SANGHA
TIDAK MENIKAH.

Tetapi apakah perbedaan dari kedua pernyataan tersebut?

Pernyataan dari Forum Solidaritas Umat Buddha itu adalah kebenaran,
sedangkan pernyataan dari Walubi itu adalah mencari pembenaran.

Untung bagi SHM bahwa ketika membuat pernyataan pers itu, tidak ada
wartawan yang paham soal Buddhism, sehingga mereka tidak bertanya lebih
jauh, "apakah benar bhiksu (anggota Sangha) dalam azas yang dipegang oleh
Walubi, tidak menikah?"

Bukankah Walubi sendiri mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang anggotanya
menikah seperti Sangha aliran Maitreya dan juga Sangha-nya NSI?

Kiranya dapat disimpulkan bahwa Walubi tidak taat azas. Untuk selamat dari
kasus Ferry ini, akhirnya Walubi menyatakan bahwa bhiksu (baca: anggota
Sangha) tidak menikah, dan jika menikah Walubi tidak mengakuinya. Akan
tetapi dibalik itu, Walubi mengakui keberadaan Sangha-Sangha yang
anggotanya (baca: bhiksu) menikah.

Bagaimana Walubi akan menjawab itu?

 


,"
DISCLAIMER :

The information contained in this communication (including any attachments) is 
privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under 
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by 
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee 
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to 
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, 
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly inform 
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any 
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give 
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that 
do not relate to our official business.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke