Dibawah ini mohon urun rebug untuk mengklarifikasikan mengenai definisi Sangha 
dalam Buddhisme, mohon juga dikoreksi.

Rekan2 dari Theravada barangkali bisa menyumbangkan juga definisi Sangha dalam 
tradisi Theravada ?
=====================================================================================
Dalam Kitab Suci Buddhist(Sanskrit/mandarin/Tibetan) tertutlis 4 jenis Sangha 
dalam Buddhisme : 

1. Sangha lelaki yang melepaskam kenyamanan pancaindra dan ambisi dunia secara 
total (Bikku pemegang 256 Sila)  dan selibat, melatih diri membersihkan 
kekotoran  batin, guna mencapai Kesucian. Bikku Mahayana umumnya juga memegang 
Sila Bodhisattva.

2. Sangha wanita yang melepaskan kenyamanan panca indra dan ambisi dunia secara 
total (bikkuni pemegang sila 284 ? Sila) dan selibat, melatih diri membersihkan 
kekotoran  batin, guna mencapai Kesucian. Biksuni Mahayana umumnya juga 
memegang sila Bodhisattva.

3. Sangha lelaki yang melepaskan "sebagian ambisi dunia" dan pemegang 5 sila, 
disebut Upasaka (mandarin : YUBOSHE), boleh menikah juga boleh selibat. Upasaka 
Mahayana juga memegang Sila Bodhisattva

4. Sangha Wanita yang melepaskan "sebagian ambisi dunia" dan pemegang 5 sila, 
disebut Upasaki(Mandarin : Yoboyii), boleh menikah juga boleh selibat. Upasaki 
Mahayana juga memegang Sila Bodhisattva.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seragam Sangha :

Tradisi Theravada :

- Bikku, kain sepanjang 6 -8 meter (?)  dibelitkan kesekujur tubuh, seperti 
umumnya pakaian traditionel orang India
- upasaka/upasaki, di vihara2 Bangkok, kita melihat para Upasaka/Ipasaki 
mengenal pakaian berwarna putih dan selendang putih

(mohon koreksi dari rekan2 Theravada)

Tradisi Mahayana :

- Bikku, memakai pakaian jubah model Dynasti Ming, berwarna coklat atau abu2 
sebagai simbol, Kain Kasa berwarna merah ber-kotak sebagai symbol pakaian Bikku 
zaman Sang Buddha 
- Bikkuni, memakai pakaian jubah model Dynasti Ming, berwarna coklat atau abu2 
sebagai simbol, Kain Kasa berwarna merah ber-kotak sebagai symbol pakaian 
Bikkuni zaman Sang Buddha 

- Upasaka, umumnya tidak memakai seragam chusus, saat berkumpul di Vihara 
umumnya memakai Haicing(pakaian model zaman Dynasty Ming) berwarna Hitam/merah
- Upasaki, umumnya tidak memakai seragam chusus, saat berkumpul di Vihara 
umumnya memakai Haicing(pakaian model zaman Dynasty Ming) berwarna Hitam/merah


Tradisi Vajrayana :

Gelong (Bikku selibat), memakai pakaian tradisional Tibet. seragam baju tanpa 
lengan/panjang berwarna kuning/merah dan rok merah, Kain Kasa umumnya berwarna 
Kuning - Kecokatan yang dijahit berkotak2, dipinggiran Kain Kasa terdapat 
Emblem Gelong yang memberikan Sila Ke Bikkuan. Pemegang 256 Sila, Bodisattva 
sila, Tantric Samaya Sila

Anila(Bikuni selibat, Menurut Karmapa Silsilah Bikkuni Vajrayana telah 
terputus, maka bagi Bikuni Vajrayana dianjurkan untuk mangambil sila bikkuni di 
Mahayana), seragam tanpa lengan/panjang berwarna merah/kuning dan memakai rol 
merah, Kain Kasa umumnya berwarna Kuning - Kecokatan yang dijahit berkotak2, 
dipinggiran Kain Kasa terdapat Emblem Gelong yang memberikan Sila Ke Bikkunian. 
Pengrang Mahayana bikkuni sila, Bodisattva Sila, Tantric Samaya sila.

Upasaka/Upasaki, umumnya saat ada acara Kebaktian memakai baju ala Tibetan, 
kaus merah/kuning dan rok merah, terkadang memakai Rok merah,  untuk membedakan 
Seragam dengan Gelong/Lama hanya boleh memakai selendang/Kain kasa bersarna 
putih, Tradisi Nyingmapa memakai selendang merah-putih.

Note : Seragam yang digunakan Yongzin Tulku Rinpoche adalah seragam Upasaka, 
thus boleh menikah, cuma tidak boleh selingkuh karena telah melanggar 5 Sila, 
gurunya di Nepal pasti mengambil langkah2 yang diperlukan, setelah 
menyelesaikan masalah hukum yang berlaku di Indonesia.

Mohon koreksi dari teman2, supaya kita lebih cerdas dan bijak.

Om Mani Padme Hum





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke