Dari segi narkoba memang Bp. Ferry tidak terbukti bersalah, hanya tuduhan2 dini dari polisi dan masyarakat. Dari segi menikah dan punya anak juga tidak ada salahnya.
Tetapi, Sedikit mengejutkan mengetahui seorang dengan gelar Rinpoche yang asli, yang didapat dari 3 guru besar, di Tibet langsung, serta rajin memimpin kebaktian, ternyata masih tidak bisa mengelak godaan duniawi. Istri dan anak sudah ada, kenapa masih berpacaran dengan perempuan lain. Ini saja sudah melanggar sila dan menunjukkan lobha yang masih besar. Belum lagi perasaan anak dan istri. Tentu saja banyak sekali umat Buddha (dan umat diluar non-Buddhist) yang akan kecewa melihat kejadian ini. Mereka tentu bertanya2 apakah ajaran Buddha ini benar2 efektif untuk mengantar kita keluar dari Dukkha? Benar2 efektif untuk mengikis Lobha Dosa dan Moha? Melihat contoh diatas bisa saja sebagian akan berpikir begitu. Jadi tindakan Ferry bukannya sama sekali tidak bersalah. Sebagai penyandang gelar Rinpoche dia sudah memikul tanggung jawab moral terhadap umat Buddha dan Buddha Dharma. Semoga dengan kejadian ini umat Buddha akan semakin menguatkan praktek Sila Samadhi dan Panna di keseharian. With Metta, Willibordus ----- Original Message ----- From: N6U1C_T4MP4N To: [email protected] Sent: Friday, January 05, 2007 1:46 PM Subject: [MABINDO] Re: Walubi: Anggota Sangha Tidak Boleh Menikah Namo Buddhaya, Saya sedang berpikir sebaliknya, bukankah Ferry sama sekali tidak bersalah? 1. Ferry memang tidak mengambil sila Bhiksu, dia bebas berpacaran dengan siapa saja. 2. Obat yang ditemukan di tubuh Alda BUKAN NARKOBA 3. Serbuk yang ditemukan dirumahnya BUKAN NARKOBA melainkan serbuk upacara tantra. 4. Silsilah Ferry adalah ASLI, Gurunya dari silsilah Nyingmapa adalah MASTER, Gelar Rinpoche yang dia dapatkan juga ASLI Guru-gurunya adalah: Y.M. Kyabje Chadral Sangje Dorje Rinpoche Y.M. Chokling Urgyen Jigmed Palden Rinpoche Y.M. Chagdud Tulku Rinpoche --> Guru Utama Biografi Y.M. Chagdud Tulku Rinpoche dapat ditemukan diinternet... Satu-satunya kesalahan yang mungkin saya temukan adalah: 1. Salah memberi obat kepada Alda... Maaf bila pendapat saya berbeda dengan pandangan saudara-saudari sedharma sekalian. Amitabha --- In [email protected], "Sumita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], Abin_Abin@ wrote: > > > > Kita lihat aja konsisten tidaknya SHM. > > Mungkin kita harus ngepush media nasional untuk mengangkat hal ini > bahwa > > ada anggota Sangha menikah yang diakui oleh Walubi, dan ini > bertentangan > > dengan pernyataan Walubi. > > > ---- > > Salam, > > Kesan yang saya terima ketika ketua WALUBI menyatakan pernyataannya, > ia berkesan lepas tangan. Hal ini juga diperkuat dengan diubahnya isi > website Walubi yang salah satu isinya berkaitan dengan rinpoche > tersebut. Dalam website tersebut (yang sekarang sudah diubah), jelas > terdapat Yongdzin Tulku Rinpoche sebagai salah satu dewan Sangha > Tantrayana Vajrayana dengan jabatan Koordinator Lama Tantrayana > Vajrayana.Juga sebagai ketua umum Majelis Agama Buddha Tantrayana > Indonesia (MAJABUDTI) masa bakti. padahal majelis ini baru > dibentuk tahun 2003 dan dihadiri oleh pejabat dari Departemen Agama. > Saya merasa heran jika dikatakan oleh ketua WALUBI bahwa yg > bersangkutan tidak aktif lagi, maka bagaimana dengan majelis tersebut? > > Hal ini saya ketahui ketika kasus Ferry ini mulai merebak, dan saya > merasa perlu cari informasi mengenai yang bersangkutan di internet, > dan kebetulan mendapatkan informasinya dari website WALUBI. Dan saya > rasa ada beberapa wartawan yang juga tahu meskipun tidak > menyadarinya. Hal ini terbukti dari beberapa foto yang ditampilkan di > infotaiment yang sama dengan yang ada di website walubi hanya saja di > potong bagian kirinya. > [Non-text portions of this message have been removed]
