--- In [email protected], "idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya memperhatikan memang 'penyakit' culture shock (cmiiw) sudah
> demikian mendalam merasuk sekian banyak orang Indonesia yang 
tinggal di negara2 maju, sehingga gagal melihat blunder2 yang 
dibikin penguasa negara/benua tempat tinggalnya sekarang.
> 
> Mungkin menarik juga kalau suatu saat meneliti gejala serupa di
> kalangan imigran dari 'negara dunia ketiga' lain. 




Dalam publikasi pemerintah Austria mengenai politik pendidikan, 
dilaporkan, bahwa 80% sekolah yang dikunjungi anak anak immigran 
sangat rendah mutunya, dan tak mampu mengejar standard nasional.

Sebagai sebabnya, adalah karena anak anak ini (kebanyakan Turki) tak 
menguasai bahasa Jerman samasekali), dan tak bergaul dengan anak 
anak setempat.

Mbak Ida, ini mungkin yang dinamakan kuat budaya aslinya ya? Tak 
terkena cultural shock, malah membawa pemandangan Istanbul ketepi 
sungai Donau?

Mungkin ini perlu dipahami oleh PM Austria, dan biarkan saja, kelas 
kelas anak immigran ketinggalan, lha wong setuia pada budaya akar 
kok dilarang? Ya kan? Integrasi? NO way, buat apa? nanti kena shock..

DH



Kirim email ke