Berikut tanggapan dan klarifikasi dari Pak Kasan Mulyono secara 
pribadi, bukan atas nama institusi:

1) Kami sangat sedih melihat warga Buyat dipindahkan tanpa alasan 
yang jelas sehingga mereka akhirnya kehilangan mata pencaharian. 
Yang kami tahu dari cerita masyarakat yang memilih tidak pindah 
adalah adanya iming-iming ganti rugi untuk mereka yang pindah. Kabar 
terakhir yang saya ketahui adalah banyak dari mereka yang 
dipindahkan itu ingin kembali; namun keinginan itu ditolak oleh 
masyarakat Buyat yang memilih tidak pindah. Yang tidak pindah memang 
100% percaya, sebagaimana kami juga 100% percaya; bahwa tidak ada 
pencemaran di Buyat dan bahwa mutu air laut, mutu ikan dll sesuai 
dengan standar lingkungan yang berlaku. 

2) Tentang penyakit 'aneh' yg sering dipakai oleh kalangan anti 
Newmont memang sengaja dibikin-bikin agar masalah ini menjadi 
misteri dan seksi. Yang kami ketahui dari dokter pemerintah adalah 
bahwa penyakit yang diderita warga di sana adalah penyakit2 biasa 
yang umumnya didapati di masyarakat pesisir dengan sanitasi yang 
kurang memadai spt gatal-gatal, gondok dll. Yang menyedihkan adalah 
adanya fakta bahwa banyak orang yang diajari untuk mengaku sakit 
bila wartawan datang, mereka pura2 kram, pusing2, menangis dll. 
Sehingga yg tampak di kamera TV adalah kondisi masyarakat yang sakit 
parah. Namun begitu rekan2 media pergi, mereka kembali ke kondisi 
mereka aslinya, yakni tidak sakit, bisa main bola voli, bisa mencari 
ikan di laut dll. Sangat sedih melihat rakyat kecil diajari 
berdusta. 

3) Tidak ada tragedi di Buyat. Yang adalah adalah sebuah masyarakat 
yang dijadikan korban atau alat kampanye bagi pihak2 yg memiliki 
agenda tertentu.

Apakah pernyataan rekan Nia Syarifudin adalah sebuah kejujuran. 
Hanya hati nurani dan Tuhan yang tahu.

Salam,
Kasan


--- In [email protected], Lulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Kepada Yth.
> Rekan-rekan Wartawan
> Media Cetak dan Elektronik
> Di Tempat
> 
> 
> Baru-baru ini PT Newmont Minahasa Raya (NMR) melaunching 
buku "Panduan 
> Menyelam Teluk Buyat dan Sekitarnya" yang berisi tentang keindahan 
Teluk 
> Buyat. Beberapa media nasional dan lokal pun memberitakan 
informasi 
> tersebut dengan menampilkan sisi keindahan Teluk Buyat.
> 
> Sayangnya informasi tersebut tidak diimbangi dengan informasi dari 
masyarakat
> Buyat Pantai yang harus berpindah dari wilayah Teluk Buyat ke 
tempat lain 
> untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan tidak tercemar. Serta 
informasi 
> terbaru bahwa kondisi masyarakat Buyat setelah berpindah dari 
Teluk 
> Buyat  ke Desa Duminanga yang sudah jauh lebih baik dibandingkan 
ketika 
> masih berada di Pantai Buyat.
> 
> Mengapa Newmont kembali memberikan informasi yang menyesatkan 
terkait 
> dengan Teluk Buyat? Apakah ini merupakan salah satu upaya Newmont 
untuk 
> mempengaruhi publik dalam persidangan kasus Pencemaran Teluk Buyat 
yang 
> saat ini sedang berjalan di PN Manado?
> 
> Untuk memberikan informasi yang berimbang tentang permasalahan 
tersebut, 
> kami mengundang rekan-rekan menghadiri Konferensi Pers yang 
dilaksanakan pada :
> 
> Hari/tanggal : Selasa, 23 Januari 2007
> Jam : 10.00 - selesai
> Tempat : Sekretariat JATAM, Jl. Mampang Prapatan II No. 30 Jakarta 
Selatan 
> Telp. 794 1559
> Narasumber :
> - Siti Maimunah, Koordinator  JATAM
> - Torry Kuswardono, Campaigner Tambang dan Energi WALHI
> - Elen Pitoi, Sekretaris BKMKT (Badan Koordinasi Masyarakat Korban 
Tambang) 
> Buyat Kampung
> - Raja Siregar, Peneliti dan Penulis Buku "Singkap Buyat"
> 
> 
> Demikian undangan ini kami sampaikan, kami berharap rekan-rekan 
dapat 
> meluangkan waktu untuk hadir bersama kami. Atas perhatiannya kami 
ucapkan 
> terima kasih.
> 
> Salam Lestari,
> 
> Luluk Uliyah
> Media Publikasi Jatam
> HP 0815 9480 246
> 
> NB. Kami akan membagikan 10 buku "Singkap Buyat" bagi kawan-kawan 
yang 
> hadir di awal.
>


Kirim email ke