Munculnya tulisan berjudul "Permadani Teluk Buyat" di sebuah surat kabar
nasional masih menyisakan banyak tanda tanya. Kini muncul lagi pertanyaan
baru... Siapakah Kasan Mulyono?

Atas bantuan Om Google lagi, saya menemukan sedikit info tentang Kasan
Mulyono. Dia sehari-harinya menjadi Public Relation Manager PT Newmont Nusa
Tenggara (PT NNT). Sewaktu Richard Ness meluncurkan buku "Panduan Menyelam
di Teluk Buyat", Pak Kasan ini pun aktif melakukan sounding dan kampanye ke
publik. Kalau mau ditelusuri lagi lebih lanjut, surat elektronik Kasan
tentang buku itu dapat ditemui di milis WOLU yang dikirim via Mas Radityo
pada 20 Januari 2007.

selengkapnya..

*Posted by: Kasan  Mulyono*
*E-mail: [EMAIL 
PROTECTED]<http://groups.yahoo.com/group/wolu/post?postID=MEUi3Eo6lJTMWO_Q2S25kDENPinicBV3XqS53kZ3QLIO_f2uYxijoHpGw8AqRMVeoG0avH4TFlbtYt5j>
*
Date: Fri Jan 19, 2007 1:36 am (PST)
*
*Rekan-rekan Yth,*
**
*Suka menyelam? Sulawesi Utara banyak menawarkan lokasi-lokasi menyelam yang
indah. Salah satunya di perairan sekitar Buyat. *
**
*Buku "Panduan Menyelam Teluk Buyat dan Sekitarnya" telah diterbitkan oleh
Dinas Pariwisata Sulut. *
**
*Versi elektronik bisa dibaca dan diunduh di:
*
*http://www.richardness.org/media/buyatbay/*<http://www.richardness.org/media/buyatbay/>
**
*Semoga bermanfaat.*
**
*Salam,
*
*Kasan*

Mungkin Mas Radityo sendiri yang bisa menerangkan sejauh mana kedekatannya..


tabik mas...

-ay-



On 1/22/07, Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Berikut tanggapan dan klarifikasi dari Pak Kasan Mulyono secara
> pribadi, bukan atas nama institusi:
>
> 1) Kami sangat sedih melihat warga Buyat dipindahkan tanpa alasan
> yang jelas sehingga mereka akhirnya kehilangan mata pencaharian.
> Yang kami tahu dari cerita masyarakat yang memilih tidak pindah
> adalah adanya iming-iming ganti rugi untuk mereka yang pindah. Kabar
> terakhir yang saya ketahui adalah banyak dari mereka yang
> dipindahkan itu ingin kembali; namun keinginan itu ditolak oleh
> masyarakat Buyat yang memilih tidak pindah. Yang tidak pindah memang
> 100% percaya, sebagaimana kami juga 100% percaya; bahwa tidak ada
> pencemaran di Buyat dan bahwa mutu air laut, mutu ikan dll sesuai
> dengan standar lingkungan yang berlaku.
>
> 2) Tentang penyakit 'aneh' yg sering dipakai oleh kalangan anti
> Newmont memang sengaja dibikin-bikin agar masalah ini menjadi
> misteri dan seksi. Yang kami ketahui dari dokter pemerintah adalah
> bahwa penyakit yang diderita warga di sana adalah penyakit2 biasa
> yang umumnya didapati di masyarakat pesisir dengan sanitasi yang
> kurang memadai spt gatal-gatal, gondok dll. Yang menyedihkan adalah
> adanya fakta bahwa banyak orang yang diajari untuk mengaku sakit
> bila wartawan datang, mereka pura2 kram, pusing2, menangis dll.
> Sehingga yg tampak di kamera TV adalah kondisi masyarakat yang sakit
> parah. Namun begitu rekan2 media pergi, mereka kembali ke kondisi
> mereka aslinya, yakni tidak sakit, bisa main bola voli, bisa mencari
> ikan di laut dll. Sangat sedih melihat rakyat kecil diajari
> berdusta.
>
> 3) Tidak ada tragedi di Buyat. Yang adalah adalah sebuah masyarakat
> yang dijadikan korban atau alat kampanye bagi pihak2 yg memiliki
> agenda tertentu.
>
> Apakah pernyataan rekan Nia Syarifudin adalah sebuah kejujuran.
> Hanya hati nurani dan Tuhan yang tahu.
>
> Salam,
> Kasan
>
> --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Lulu
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Kepada Yth.
> > Rekan-rekan Wartawan
> > Media Cetak dan Elektronik
> > Di Tempat
> >
> >
> > Baru-baru ini PT Newmont Minahasa Raya (NMR) melaunching
> buku "Panduan
> > Menyelam Teluk Buyat dan Sekitarnya" yang berisi tentang keindahan
> Teluk
> > Buyat. Beberapa media nasional dan lokal pun memberitakan
> informasi
> > tersebut dengan menampilkan sisi keindahan Teluk Buyat.
> >
> > Sayangnya informasi tersebut tidak diimbangi dengan informasi dari
> masyarakat
> > Buyat Pantai yang harus berpindah dari wilayah Teluk Buyat ke
> tempat lain
> > untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan tidak tercemar. Serta
> informasi
> > terbaru bahwa kondisi masyarakat Buyat setelah berpindah dari
> Teluk
> > Buyat ke Desa Duminanga yang sudah jauh lebih baik dibandingkan
> ketika
> > masih berada di Pantai Buyat.
> >
> > Mengapa Newmont kembali memberikan informasi yang menyesatkan
> terkait
> > dengan Teluk Buyat? Apakah ini merupakan salah satu upaya Newmont
> untuk
> > mempengaruhi publik dalam persidangan kasus Pencemaran Teluk Buyat
> yang
> > saat ini sedang berjalan di PN Manado?
> >
> > Untuk memberikan informasi yang berimbang tentang permasalahan
> tersebut,
> > kami mengundang rekan-rekan menghadiri Konferensi Pers yang
> dilaksanakan pada :
> >
> > Hari/tanggal : Selasa, 23 Januari 2007
> > Jam : 10.00 - selesai
> > Tempat : Sekretariat JATAM, Jl. Mampang Prapatan II No. 30 Jakarta
> Selatan
> > Telp. 794 1559
> > Narasumber :
> > - Siti Maimunah, Koordinator JATAM
> > - Torry Kuswardono, Campaigner Tambang dan Energi WALHI
> > - Elen Pitoi, Sekretaris BKMKT (Badan Koordinasi Masyarakat Korban
> Tambang)
> > Buyat Kampung
> > - Raja Siregar, Peneliti dan Penulis Buku "Singkap Buyat"
> >
> >
> > Demikian undangan ini kami sampaikan, kami berharap rekan-rekan
> dapat
> > meluangkan waktu untuk hadir bersama kami. Atas perhatiannya kami
> ucapkan
> > terima kasih.
> >
> > Salam Lestari,
> >
> > Luluk Uliyah
> > Media Publikasi Jatam
> > HP 0815 9480 246
> >
> > NB. Kami akan membagikan 10 buku "Singkap Buyat" bagi kawan-kawan
> yang
> > hadir di awal.

Kirim email ke