Waduh Mas Andrew, sepertinya acara diving di Teluk Buyat belum masuk
ke agenda pribadi saya. Saya juga belum bisa bayangkan seberapa
jauhkah Buyat itu? Yang saya dengar, untuk menuju ke Buyat musti
terbang ke Manado dulu, baru lewat jalan darat - yang mungkin harus ditempuh 
berjam-jam. Kalau ke Bunaken so pasti lebih mudah dijangkau, dan namanya sudah 
berkibar di seantero dunia.

Tapi saya penasaran juga pengen ke Buyat. Bukan untuk diving, tetapi
pengen menelisik tentang kebenaran tudingan bahwa ada segelintir LSM yang 
merekayasa dan memanipulasi berita  tentang kasus tersebut. LSM mana saja? LSM 
beneran atau sekadar "LSM abal-abal"? Siapa pendananya? Apa tujuan utamanya? 
Tokoh dari kalangan mana saja yang terlibat? Lalu keterlibatan media massa 
dalam "black campaign" tersebut sejauh apa? Pengen juga menyaksikan sidangnya 
nanti di Manado.

Salam,

RD
tak mau tertipu


--- In [email protected], "Andrew Yuen" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> terimakasih responnya mas Radityo..
>
> benar, saya terlewatkan oleh posting mas Radityo sebelumnya..
(dari sore
> tadi online barusan saya baca setelah posting tersebut tertumpuk
300an
> email).
>
> Memang menarik bila menelusuri serangkaian kegiatan yang dilakukan
oleh
> Newmont untuk menyatakan dirinya "bersih", dan saya kira sah-sah
saja.
>
> Soal "Permadani Teluk Buyat" itu adalah judul tulisan di Bisnis
Indonesia
> beberapa waktu lalu, walaupun saya yakin selain itu masih banyak
media
> menyajikannya dengan cara yang berbeda pula Hanya saja, artikel itu
> kebetulan yang terlintas dihadapan saya.
>
> Boleh tanya mas, bila ada tawaran, apakah anda mau melakukan diving
> (menyelam) di dasar Teluk Buyat? Saya sedang berpikir tentang
itu.. dan
> membayangkan bagaimana saya bisa menulis keindahan Teluk Buyat
tanpa
> mencicipi kedalaman dasar laut yang masih menyimpan segudang kisah
> mengerikan tentangnya..
> Jujur saja, saya lebih memilih Bunaken daripada Buyat bila ingin
menyelam...
>
>
> sekali lagi tengkyu responnya mas.. dan maaf bila ada posting/info
yang
> tertumpuk di email..
>
>
> -ay-
>
> On 1/22/07, Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Mas Andrew,
> >
> > Sebelumnya saya pernah memosting tentang siapa Pak Kasan Mulyono
> > (KM) di milis ini - jawaban untuk Ninoy NGO. Coba cek
di 'messages'
> > milis ini. Saya sebutkan bahwa KM adalah pejabat humas di
Newmont.
> > Saya sendiri belum pernah bertatap muka dengan beliau, walau
sama-
> > sama ikutan milis PERHUMAS. Yang jelas, KM pernah kirim email
bahwa
> > ia kini berdomisili di Sumbawa, dimana Newmont juga bergiat di
pulau
> > itu. Bukan di Newmont Minahasa Raya (NMR).
> >
> > Oh ya, kasus Buyat juga lagi ramai dibincangkan di milis
> > PERHUMAS. Tentu saja saya sebagai praktisi kehumasan amat
tertarik
> > dengan kasus yang menimpa Newmont tersebut. Beberapa perusahaan
juga
> > ikut belajar kasus tersebut: bagaimana mengantisipasi "black
> > campaign" dari para stake-holder.
> >
> > Tentang tulisan "Permadani Teluk Buyat", di KOMPAS bukan? Saya
lupa
> > edisi kapan. Harian Suara Pembaruan juga pada edisi Minggu lalu
> > memuat foto tentang Teluk Buyat, dijepret oleh fotografer Charles
> > Ulag.


Kirim email ke