Go Mas Radityo!!!!! Maju terus pantang mundur. By the way, you were with AFS and so was I, long long time ago.
salam, sensei deddy mansyur university of houston www.uh.edu/shotokan ----- Original Message ----- From: "Radityo" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, January 22, 2007 11:29 AM Subject: [mediacare] Diving - Re: Undangan Konferensi Pers 'Newmont' > Waduh Mas Andrew, sepertinya acara diving di Teluk Buyat belum masuk > ke agenda pribadi saya. Saya juga belum bisa bayangkan seberapa > jauhkah Buyat itu? Yang saya dengar, untuk menuju ke Buyat musti > terbang ke Manado dulu, baru lewat jalan darat - yang mungkin harus > ditempuh berjam-jam. Kalau ke Bunaken so pasti lebih mudah dijangkau, dan > namanya sudah berkibar di seantero dunia. > > Tapi saya penasaran juga pengen ke Buyat. Bukan untuk diving, tetapi > pengen menelisik tentang kebenaran tudingan bahwa ada segelintir LSM yang > merekayasa dan memanipulasi berita tentang kasus tersebut. LSM mana saja? > LSM beneran atau sekadar "LSM abal-abal"? Siapa pendananya? Apa tujuan > utamanya? Tokoh dari kalangan mana saja yang terlibat? Lalu keterlibatan > media massa dalam "black campaign" tersebut sejauh apa? Pengen juga > menyaksikan sidangnya nanti di Manado. > > Salam, > > RD > tak mau tertipu > > > --- In [email protected], "Andrew Yuen" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> terimakasih responnya mas Radityo.. >> >> benar, saya terlewatkan oleh posting mas Radityo sebelumnya.. > (dari sore >> tadi online barusan saya baca setelah posting tersebut tertumpuk > 300an >> email). >> >> Memang menarik bila menelusuri serangkaian kegiatan yang dilakukan > oleh >> Newmont untuk menyatakan dirinya "bersih", dan saya kira sah-sah > saja. >> >> Soal "Permadani Teluk Buyat" itu adalah judul tulisan di Bisnis > Indonesia >> beberapa waktu lalu, walaupun saya yakin selain itu masih banyak > media >> menyajikannya dengan cara yang berbeda pula Hanya saja, artikel itu >> kebetulan yang terlintas dihadapan saya. >> >> Boleh tanya mas, bila ada tawaran, apakah anda mau melakukan diving >> (menyelam) di dasar Teluk Buyat? Saya sedang berpikir tentang > itu.. dan >> membayangkan bagaimana saya bisa menulis keindahan Teluk Buyat > tanpa >> mencicipi kedalaman dasar laut yang masih menyimpan segudang kisah >> mengerikan tentangnya.. >> Jujur saja, saya lebih memilih Bunaken daripada Buyat bila ingin > menyelam... >> >> >> sekali lagi tengkyu responnya mas.. dan maaf bila ada posting/info > yang >> tertumpuk di email.. >> >> >> -ay- >> >> On 1/22/07, Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> > >> > Mas Andrew, >> > >> > Sebelumnya saya pernah memosting tentang siapa Pak Kasan Mulyono >> > (KM) di milis ini - jawaban untuk Ninoy NGO. Coba cek > di 'messages' >> > milis ini. Saya sebutkan bahwa KM adalah pejabat humas di > Newmont. >> > Saya sendiri belum pernah bertatap muka dengan beliau, walau > sama- >> > sama ikutan milis PERHUMAS. Yang jelas, KM pernah kirim email > bahwa >> > ia kini berdomisili di Sumbawa, dimana Newmont juga bergiat di > pulau >> > itu. Bukan di Newmont Minahasa Raya (NMR). >> > >> > Oh ya, kasus Buyat juga lagi ramai dibincangkan di milis >> > PERHUMAS. Tentu saja saya sebagai praktisi kehumasan amat > tertarik >> > dengan kasus yang menimpa Newmont tersebut. Beberapa perusahaan > juga >> > ikut belajar kasus tersebut: bagaimana mengantisipasi "black >> > campaign" dari para stake-holder. >> > >> > Tentang tulisan "Permadani Teluk Buyat", di KOMPAS bukan? Saya > lupa >> > edisi kapan. Harian Suara Pembaruan juga pada edisi Minggu lalu >> > memuat foto tentang Teluk Buyat, dijepret oleh fotografer Charles >> > Ulag. > > > > > Web: > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ > > Klik: > > http://mediacare.blogspot.com > > atau > > www.mediacare.biz > > Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > >
