terimakasih responnya mas Radityo..

benar, saya terlewatkan oleh posting mas Radityo sebelumnya.. (dari sore
tadi online barusan saya baca setelah posting tersebut tertumpuk 300an
email).

Memang menarik bila menelusuri serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh
Newmont untuk menyatakan dirinya "bersih", dan saya kira sah-sah saja.

Soal "Permadani Teluk Buyat" itu adalah judul tulisan di Bisnis Indonesia
beberapa waktu lalu, walaupun saya yakin selain itu masih banyak media
menyajikannya dengan cara yang berbeda pula Hanya saja, artikel itu
kebetulan yang terlintas dihadapan saya.

Boleh tanya mas, bila ada tawaran, apakah anda mau melakukan diving
(menyelam) di dasar Teluk Buyat? Saya sedang berpikir tentang itu.. dan
membayangkan bagaimana saya bisa menulis keindahan Teluk Buyat tanpa
mencicipi kedalaman dasar laut yang masih menyimpan segudang kisah
mengerikan tentangnya..
Jujur saja, saya lebih memilih Bunaken daripada Buyat bila ingin menyelam...


sekali lagi tengkyu responnya mas.. dan maaf bila ada posting/info yang
tertumpuk di email..


-ay-

On 1/22/07, Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Mas Andrew,

Sebelumnya saya pernah memosting tentang siapa Pak Kasan Mulyono
(KM) di milis ini - jawaban untuk Ninoy NGO. Coba cek di 'messages'
milis ini. Saya sebutkan bahwa KM adalah pejabat humas di Newmont.
Saya sendiri belum pernah bertatap muka dengan beliau, walau sama-
sama ikutan milis PERHUMAS. Yang jelas, KM pernah kirim email bahwa
ia kini berdomisili di Sumbawa, dimana Newmont juga bergiat di pulau
itu. Bukan di Newmont Minahasa Raya (NMR).

Oh ya, kasus Buyat juga lagi ramai dibincangkan di milis
PERHUMAS. Tentu saja saya sebagai praktisi kehumasan amat tertarik
dengan kasus yang menimpa Newmont tersebut. Beberapa perusahaan juga
ikut belajar kasus tersebut: bagaimana mengantisipasi "black
campaign" dari para stake-holder.

Tentang tulisan "Permadani Teluk Buyat", di KOMPAS bukan? Saya lupa
edisi kapan. Harian Suara Pembaruan juga pada edisi Minggu lalu
memuat foto tentang Teluk Buyat, dijepret oleh fotografer Charles
Ulag.

--- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "Andrew
Yuen" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Munculnya tulisan berjudul "Permadani Teluk Buyat" di sebuah surat
kabar
> nasional masih menyisakan banyak tanda tanya. Kini muncul lagi
pertanyaan
> baru... Siapakah Kasan Mulyono?
>
> Atas bantuan Om Google lagi, saya menemukan sedikit info tentang
Kasan
> Mulyono. Dia sehari-harinya menjadi Public Relation Manager PT
Newmont Nusa
> Tenggara (PT NNT). Sewaktu Richard Ness meluncurkan buku "Panduan
Menyelam
> di Teluk Buyat", Pak Kasan ini pun aktif melakukan sounding dan
kampanye ke
> publik. Kalau mau ditelusuri lagi lebih lanjut, surat elektronik
Kasan
> tentang buku itu dapat ditemui di milis WOLU yang dikirim via Mas
Radityo
> pada 20 Januari 2007.
>
> selengkapnya..
>
> *Posted by: Kasan Mulyono*
> *E-mail: [EMAIL PROTECTED]<http://groups.yahoo.com/group/wolu/post?
postID=MEUi3Eo6lJTMWO_Q2S25kDENPinicBV3XqS53kZ3QLIO_f2uYxijoHpGw8AqRM
VeoG0avH4TFlbtYt5j>
> *
> Date: Fri Jan 19, 2007 1:36 am (PST)
> *
> *Rekan-rekan Yth,*
> **
> *Suka menyelam? Sulawesi Utara banyak menawarkan lokasi-lokasi
menyelam yang
> indah. Salah satunya di perairan sekitar Buyat. *
> **
> *Buku "Panduan Menyelam Teluk Buyat dan Sekitarnya" telah
diterbitkan oleh
> Dinas Pariwisata Sulut. *
> **
> *Versi elektronik bisa dibaca dan diunduh di:
> *
>
*http://www.richardness.org/media/buyatbay/*<http://www.richardness.o
rg/media/buyatbay/>
> **
> *Semoga bermanfaat.*
> **
> *Salam,
> *
> *Kasan*
>
> Mungkin Mas Radityo sendiri yang bisa menerangkan sejauh mana
kedekatannya..
>
>
> tabik mas...
>
> -ay-




--
=============================================================
Perjuangan Melawan Kekuasaan adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa
-Milan Kundera-
=============================================================

Kirim email ke