pak radit boleh tanya gak, "siapa" pak kasan itu? pejabat atau  masyarakat 
buyat? tinggal di mana dia, lokasi 'pencemaran newmont" atau kota.....dst....
saya cuma mau membandingkan saja kog dengan cerita kawan saya.

2004, saya bertemu dengan seorang kawan, perempuan, Nur panggilannya. Perempuan 
nelayan. Dia menceritakan dengan menangis (dan saya yakin itu tidak pura-pura, 
saya memastikan bahwa saya tidak mudah di'bohongi' dengan gaya manipulatif). 
Saya ingat setiap Nur cerita dia selalu menangis.
Cerita Nur pada saya adalah tentang penyakit yang diderita para tetangganya, 
terutama perempuan yang rusak organ reproduksinya dan juga penyakit yang 
diderita anak-anak di sana.
Cerita lain Nur adalah represi dan intimidasi dari aparat, baik birokrasi 
maupun aparat keamanan. Saudara laki-lakinya bahkan waktu itu masih ditangkap 
petugas. Dan ia...saking miskinnya...maaf...terpaksa melacur...untuk 
mendapatkan uang, guna menebus saudaranya.
Jangan menghakimi Nur atas perbuatannya atau menggunakan ini sebagai dalih 
moral untuk mencela dan membalikkan fakta. Sebab dengan mata kepala saya 
sendiri, di banyak tempat pemukiman nelayan miskin fenomena perempuan 
dilacurkan/diperdagangkan/ dipaksa melacur itu..banyak terjadi. Bahkan juga 
anak-anak.

Saya mempercayai Nur. 

timoer

 

Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Berikut 
tanggapan dan klarifikasi dari Pak Kasan Mulyono secara 
 pribadi, bukan atas nama institusi:
 
 1) Kami sangat sedih melihat warga Buyat dipindahkan tanpa alasan 
 yang jelas sehingga mereka akhirnya kehilangan mata pencaharian. 
 Yang kami tahu dari cerita masyarakat yang memilih tidak pindah 
 adalah adanya iming-iming ganti rugi untuk mereka yang pindah. Kabar 
 terakhir yang saya ketahui adalah banyak dari mereka yang 
 dipindahkan itu ingin kembali; namun keinginan itu ditolak oleh 
 masyarakat Buyat yang memilih tidak pindah. Yang tidak pindah memang 
 100% percaya, sebagaimana kami juga 100% percaya; bahwa tidak ada 
 pencemaran di Buyat dan bahwa mutu air laut, mutu ikan dll sesuai 
 dengan standar lingkungan yang berlaku. 
 
 2) Tentang penyakit 'aneh' yg sering dipakai oleh kalangan anti 
 Newmont memang sengaja dibikin-bikin agar masalah ini menjadi 
 misteri dan seksi. Yang kami ketahui dari dokter pemerintah adalah 
 bahwa penyakit yang diderita warga di sana adalah penyakit2 biasa 
 yang umumnya didapati di masyarakat pesisir dengan sanitasi yang 
 kurang memadai spt gatal-gatal, gondok dll. Yang menyedihkan adalah 
 adanya fakta bahwa banyak orang yang diajari untuk mengaku sakit 
 bila wartawan datang, mereka pura2 kram, pusing2, menangis dll. 
 Sehingga yg tampak di kamera TV adalah kondisi masyarakat yang sakit 
 parah. Namun begitu rekan2 media pergi, mereka kembali ke kondisi 
 mereka aslinya, yakni tidak sakit, bisa main bola voli, bisa mencari 
 ikan di laut dll. Sangat sedih melihat rakyat kecil diajari 
 berdusta. 
 
 3) Tidak ada tragedi di Buyat. Yang adalah adalah sebuah masyarakat 
 yang dijadikan korban atau alat kampanye bagi pihak2 yg memiliki 
 agenda tertentu.
 
 Apakah pernyataan rekan Nia Syarifudin adalah sebuah kejujuran. 
 Hanya hati nurani dan Tuhan yang tahu.
 
 Salam,
 Kasan
 
 --- In [email protected], Lulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > 
 > Kepada Yth.
 > Rekan-rekan Wartawan
 > Media Cetak dan Elektronik
 > Di Tempat
 > 
 > 
 > Baru-baru ini PT Newmont Minahasa Raya (NMR) melaunching 
 buku "Panduan 
 > Menyelam Teluk Buyat dan Sekitarnya" yang berisi tentang keindahan 
 Teluk 
 > Buyat. Beberapa media nasional dan lokal pun memberitakan 
 informasi 
 > tersebut dengan menampilkan sisi keindahan Teluk Buyat.
 > 
 > Sayangnya informasi tersebut tidak diimbangi dengan informasi dari 
 masyarakat
 > Buyat Pantai yang harus berpindah dari wilayah Teluk Buyat ke 
 tempat lain 
 > untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan tidak tercemar. Serta 
 informasi 
 > terbaru bahwa kondisi masyarakat Buyat setelah berpindah dari 
 Teluk 
 > Buyat  ke Desa Duminanga yang sudah jauh lebih baik dibandingkan 
 ketika 
 > masih berada di Pantai Buyat.
 > 
 > Mengapa Newmont kembali memberikan informasi yang menyesatkan 
 terkait 
 > dengan Teluk Buyat? Apakah ini merupakan salah satu upaya Newmont 
 untuk 
 > mempengaruhi publik dalam persidangan kasus Pencemaran Teluk Buyat 
 yang 
 > saat ini sedang berjalan di PN Manado?
 > 
 > Untuk memberikan informasi yang berimbang tentang permasalahan 
 tersebut, 
 > kami mengundang rekan-rekan menghadiri Konferensi Pers yang 
 dilaksanakan pada :
 > 
 > Hari/tanggal : Selasa, 23 Januari 2007
 > Jam : 10.00 - selesai
 > Tempat : Sekretariat JATAM, Jl. Mampang Prapatan II No. 30 Jakarta 
 Selatan 
 > Telp. 794 1559
 > Narasumber :
 > - Siti Maimunah, Koordinator  JATAM
 > - Torry Kuswardono, Campaigner Tambang dan Energi WALHI
 > - Elen Pitoi, Sekretaris BKMKT (Badan Koordinasi Masyarakat Korban 
 Tambang) 
 > Buyat Kampung
 > - Raja Siregar, Peneliti dan Penulis Buku "Singkap Buyat"
 > 
 > 
 > Demikian undangan ini kami sampaikan, kami berharap rekan-rekan 
 dapat 
 > meluangkan waktu untuk hadir bersama kami. Atas perhatiannya kami 
 ucapkan 
 > terima kasih.
 > 
 > Salam Lestari,
 > 
 > Luluk Uliyah
 > Media Publikasi Jatam
 > HP 0815 9480 246
 > 
 > NB. Kami akan membagikan 10 buku "Singkap Buyat" bagi kawan-kawan 
 yang 
 > hadir di awal.
 >
 
 
     
                       

 
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people 
who know.

Kirim email ke