Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ...

Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang sedang dibangun dibakar
massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres seperti pelacuran,
perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan aktifitas mereka. Tetapi
sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat menjadi pribadi yang melayani
Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari ini tidak satupun mereka
yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. Sangat prihatiin dengan
kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang tidak mau tahu tentang
kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan.

Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus supaya Tuhan Yesus berbelas
kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran serta keadilanNya. Kita
terus berdoa supaya saudara seiman kita yang mengalami penganiayaan boleh
terus diteguhkan imannya. Dan mari kita terus memperjuangkan kebebasan
beragama yang merupakan hak asasi manusia.

Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan pikiran dan wawasan yang luas
yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini ingin maju, kita harus
belajar bersikap adil dan benar. Karena yang saya takutkan, bukan penindasan
terhadap umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang siap dituang atas
kebebalan bangsa ini. Jangan-jangan sudah mulai dituangkan dengan banyaknya
bencana dan kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Pembalasan Tuhan jauh
lebih mengerikan. Penindasan akan keKristenan hanya membawa akibat positif
bagi keKristenan yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah kekristenan sudah
membuktikan hal ini.

Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, belajar saling menghargai
keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika.

Merdeka!
MS



On 3/8/07, ~YOGHA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Forward :

Gangguan terhadap gereja-gereja di Bandung dan
sekitarnya tak pernah berhenti .Walaupun sudah ada
Perber 2 Menteri yang konon katanya akan menghentikan
gangguan tersebut ternyata tak mempan apa-apa . Kini
menteri agama sendiri terseret isu ketidak beresan
dalam masalah urusan pengiriman haji sehingga jangan
harap menteri dapat berfungsi dengan baik apalagi
melindungi gereja-gereja kecil, yang dganggu
orang-orang tak bertangung jawab .
Dalam lampiran Anda dapat membaca laporan seorang
wartawan yang telah mengunjungi gereja-gereja di
Bandung dan sekitanya dan laporan tersebut telah pula
dimuat dalam Tabloid Gloria dari Kelompok Jawa Pos,
Surabaya edisi terakhir .
Saya terpaksa mengirim surat ini pada Anda sekalian
karena tadi pagi saya menerima telpon dari Ibu Pendeta
Hennoch dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia
(GSPDI) di komplek Permata Cimahi, Desa Tani Mulya,
Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung.(Dari jalan tol
Cikampek menuju Bandung keluar di Padalarang) Ibu
Pdt.Hennoch mengatakan didinding rumah-rumah disekitar
mereka kini ada tulisan-tulisan yang berbau SARA
seperti "Yesus Orang Gila", "Yesus Tukang Bual" dsb
.Sungguh hal ini sangat memiluhkan hati karena
pemerintah setempat kelihatannya tidak berbuat apa-apa
untuk mencegah kejadian yang memalukan ini .
Ibu Pdt.Hennoch mengatakan bahwa pihak gereja-gereja
disana sudah diminta datang oleh pihak Koramil
setempat namun tanggal pertemuan belum ditentukan
dengan pasti. Mungkin perteman akan diadakan Sabtu
atau Minggu mendatang (tanggal 10 atau 11 Maret yad).
Menurut Ibu Pdt. Hennoch pihak Koramil bukannya
melindungi gereja-gereja disana tapi malah ikut
menekan pihak gereja ditempat mereka .
Saya usulkan supaya Anda meghubungi Ibu Pdt.Hennoch
untuk mendengar sendiri tentang keadaan gereja-gereja
di Permata Cimahi melalui nomor telpon beliau
022-6623180 atau HP 0856-225-1782
Anda juga boleh menghubungi Bp Pdt.Danny L dari Gereja
Sidang Jemaat Allah (GSJA) diwilayah yang sama dengan
nomor HP 08122-154-282
Saya juga memohon kesediaan Anda untuk bersiap-siap
meliput acara pertemuan antara pihak gereja dengan
Koramil pada hari Sabtu atau Minggu yang akan datang .
Anda akan diundang melalui SMS untuk acara tersebut .
Wassalam,
Theophilus Bela
Ketua Umum, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
Sekjen, Indonesian Committee on Religions for Peace
IComRP
Duta Besar Perdamaian (Ambassador for Peace)
HP 0816-180-6644 fax 021-4265903 email :
[EMAIL PROTECTED] <theo_bela%40yahoo.co.id>

Kirim email ke