Mas Satwiko yang ikut marah-nya Mas Riza, Jangan dong merasa dibodohi bangsa sendiri, karena diskusi ini tujuannya untuk saling mencerahkan kok. Saya pikir Mas Tito telah menuturkannya secara gamblang (supply-demand). Tahun 1990 jelas EPL itu "barang kagak ketonton" karena manajemen-nya buruk. Sejak 1992 disiarkan via satelit (yang waktu itu satelit TV masih prematur) pelan-pelan pamor EPL naik. Lima tahun lalu BLI harus bayar televisi nasional untuk siarkan Liga Jarum. Hari ini Liga Jarum dapat kontrak dibayar cash Rp100M oleh antv. Angka ini untuk 10 tahun, murah jadinya! Kenapa murah? Bayangkan kalau Liga Jarum jadi ngetop se-ASIA AFRIKA (at least 5 juta TKI kita bisa jadi potensi penonton), harga Rp10M per tahun itu murah. Makanya di Uni Eropa kontrak EPL dengan BSkyB itu hanya boleh tahunan (walau bisa MoU yang tidak mengikat untuk 3-10 tahun.
Intinya, Mas Satwiko yang baik, EPL adalah "barang ketonton" yang harganya jadi mahal di Indonesia. Orang kita kagak demen nonton cricket, hockey, atau basketball (padahal uang hak siar termahal di dunia nomor satu dan dua datang dari pertandingan NBA dan NHL, silakan google ajah kalau gak percaya). Jadi "barang ketonton publik Indonesia" harus menjadi barang yang ditender terbuka di Indonesia, bukan di Malaysia sonoh. Lihat saja protes penggemar bola di http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?pl01&1 (dan ini baru protes orang yang bisa internet, bagaimana protes tukang ojek di warung, atau saudara kita di Ambon? Maaf, dekoder 'gak dijual di Ambon karena footprint satelit Astro di Indonesia cuma Jawa, Kalimantan, Sumatera!). Mas Satwiko, jangan marah ya? Hari ini mungkin EPL yang ngetop, besok bisa ajah La Liga lagi atau bahkan Liga Jarum... tapi jangan dong orang kecil macam kita yang terus dibohongi para kapitalis besar. Hasimah --- In [email protected], "w_satwiko" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > maafkan saya, karena saya terlalu picik dan bodoh, jadi nggak bisa > liat bahwa publik didzalimi. > > dari protes soal nggak bisa nonton liga inggris, gara-gara astro yang > punya orang malaysia. sekali lagi maaf, logika saya yang sangat > sederhana ini nggak nyampe. apa hubungannya ya??? kayanya jadi nggak > fokus. > > siapa pun boleh beli hak siar liga inggris, selama mampu bayar. kalo > udah beli, mau disiarin bebas atau nggak bebas, atau pun mau nggak > disiarin juga terserah. ini logika bodoh saya. karena ada yang merasa > haknya terganggu, publik(?) protes(?). > > kebetulan, astro (yang punya orang malaysia) dapet hak eksklusif. pas > bener, ada insiden pemukulan wasit karate di malaysia. sentimen anti > malaysia bikin perdebatan soal epl dan astro makin rame. logika > sederhana saya bertanya, kalo provider/stasiun tv lain (yang punya > orang indonesia) menutup akses publik terhadap liga inggris dan hanya > menayangkan di tv berbayar, pada protes nggak ya??? >
