|
tanggapan singkat saya ... memakai pepatah = LAIN
LADANG, LAIN BELALANGNYA.
mengapa????
keadaan/kondisi Indonesia (baca ladang-nya) kayak
apa si????
kan jelas, tingkat penganggurannya tinggi, sampai
yg lulusan S1 yg hanya -/+ 2% dari penduduk alias cuma 5 jutaan pun banyak yg
masih menganggur, lihat saja sebagian masih masuk kelas reguler MM (a.l. UGM,
Unpad dll), setahun (2004-2005) saya lihat sendiri penganggur yg umumnya SLTA
duduk di-lantai2 koridor gedung kanwil Depnaker Kabupaten Bekasi dikota baru
Deltamas;
mau bicara kompentensi? setuju sekali, tapi ...
gimana dgn kondisi (baca ladang-nya) puluhan ribu sarjana
palsu????
masih ingatkah beberapa bulan lalu ada yg membuka
"bursa lowongan kerja" yg peminatnya berjubel sampai pintu kaca gedungnya (di
Jakarta) pecah???!!!
dilain pihak ... dapat saya tambahi kondisi
pencarian lowongan kerja di LN = ... '(karenanya) ... CV para pelamar jarang yg
mencantumkan tanggal lahir dan agama, lha wong nggak diminta/ditanya kok; begitu
juga baru2 ini CV saya pun tidak mencantumkannya, waktu diwawancara di perguruan
tinggi untuk jadi pengajar maupun staf ahli rektor, ya saya (selalu) ditanya
'umurnya berapa pak?' ini fakta, tapiiiiiii memang saya memang S2 ... selain
lulusan MM-UGM yg berarti S2, saya juga S2 yg berarti 'sudah sepuh', ya
pantas saya ditanya umurnya, ... the thing is .... CV di lamaran
saya ... 'ikut2an kayak diluar negri' ... walau disengaja supaya gak
ketahuan sudah sepuh! ... tapi ... untungnya, rejekinya, gak bermaksud nyombong
lho ... saya ketrima di 2 perguruan tinggi, sedang dipertimbangkan di 2
perguruan tinggi lainnya.
saya lihat sendiri di LA tahun 1991, ada seorang
pegawai baru di bagian admin/akademik dari Cheritos Colleage tempat anak
saya mulai masuk kuliah, bapak2 berumur 81 tahun!!!
di Singapore? beberapa tahun lalu saya dgn
rombongan Astra melakukan studi banding ke beberapa perusahaan (termasuk di
Johor Baharu, Malaysia) di pintu kamar-kerja Personnel Manager ditempeli -/+ =
"Silahkan saudara2nya, familinya & temen2nya melamar untuk bagian .... dan
anda akan mendapat 'reward' ... (sekian Sin$), kalau sampai candidate anda di
wawancara ... (sekian Sin$), kalau ybs sampai diterima, anda akan menerima ...
(sekian Sin$)"; ga sampai mendetail misalnya = IPK min harus
sekian, umur max.nya sekian, etc. etc.! Kenapa??? lha wong kekurangan pelamar
(baca penduduk/orang umur produktif).
sebagai gambaran, berikut adalah fakta begitu
banyaknya pelamar karena banyaknya penganggur di kita; tahun 2001-2002, saya
kerja di FSI, perusahaan HRD/recruitment Jepang, atas permintaan client, kita
pasang iklan kecil, dlm bahasa Inggris, kira2 8 X 10 cm, di kompas, yg nglamar
jumlahnya ber-karung2 kira2 seluas 2 meja-kerja, ribuanlah, padahal yg dicari
-/+ 3 manager dgn beberapa staf, sortir lamaran perlu dibantu para driver kantor
misalnya untuk membuka amplop2 besar dgn pemotong kertas, lalu dibaca singkat
apakah lamarannya dlm bahasa Inggris atau tidak, karena beberapa lamaran dalam
bahasa Indonesia!
salam GS, E-6A-Jakarta.
|
Title: Recruitment
- [mm-ugm] Recruitment Wardoyo
- Re: [mm-ugm] Recruitment Gandewo Soegiarto
- Re: [mm-ugm] Recruitment enson samosir
- Re: [mm-ugm] Recruitment enson samosir
- Re: [mm-ugm] Recruitment Endah Nuriningtiyas
- Re: [mm-ugm] Recruitment Drajad Wiryawan
- RE: [mm-ugm] Recruitment Alex Ginting
- RE: [mm-ugm] Recruitment hasanuddin
- Re: [mm-ugm] Recruitment hanif-mantiq
- Re: [mm-ugm] Recruitment Gatot Soemartono
- RE: [mm-ugm] Recruitment Alex Ginting
- RE: [mm-ugm] Recruitment hasanuddin
