Title: Recruitment

Pak Wardoyo,

Tulisan di bawah merupakan pandangan sempit dan meremehkan negara Asia, khususnya Singapura.

Coba baca kutipannya: "... cara mereka mengiklankan lowongan kerja hampir sama dengan iklan lowong kerja di negeri yang konon paling maju di dunia, yaitu Amerika Serikat."

Rendahnya tingkat korupsi, tingginya pendapatan per-kapita, efisiensi dan efektivitas manajemen pemerintahan, transportasi, dll., Singapura sudah menyamai, bahkan ("to some extent") melebihi negara-negara di Eropa atau negara-negara bagian di AS, dan Australia!

Jadi membandingkan Singapura dengan Indonesia, seharusnya sama dengan membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju lainnya. Kesimpulannya: kita ini terbiasa meremehkan negara tentangga sendiri!

Salam,

Gatot Soemartono

Gillman Heights Condominium, Blk 1C #03-22, Depot Road, Singapore 102001

----Original Message----
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Feb 2, 2006 10:33
To:
Subj: [mm-ugm] Recruitment



    Rekan beberapa saat lalu saya bertugas di negeri tetangga singapura untuk
    jangka waktu yang relatif lama, iseng-iseng saya suka memperhatikan iklan
    lowongan kerja di koran-koran lokal singapura, saya perhatikan beberapa hal
    yang sangat berbeda dengan iklan-iklan lowongan kerja di Indonesia, dan cara
    mereka mengiklankan lowongan kerja hampir sama dengan iklan lowongan kerja
    di negeri yang konon paling maju di dunia yaitu amerika serikat.

    beberapa hal yang saya amati sebagai berikut :
    1. mereka tidak pernah membuka lowongan kerja dengan membatasi gender,
    laki-laki atau perempuan.
    2. mereka tidak pernah mencantumkan batasan usia pelamar.
    3. mereka tidak pernah mencantumkan nilai GPA/IP atau bahkan dengan
    menyebutkan menyukai lulusan universitas terkemuka atau universitas
    tertentu.
    4. dan hampir 90 % mereka menyatakan dengan jelas nama dan bisnis utama
    perusahaan yang membuka lowongan kerja.
    5.hampir 75 % mencantumkan salary range yang ditawarkan serta fasilitas dan
    benefit yang diberikan secara gamblang dan jelas.

    Jelas sekali bahwa mereka menerima pelamar berdasarkan kompetensi,
    kemampuan, serta pengalaman serta skill dari para job applicant.

    coba bandingkan dengan iklan-iklan lowongan kerja di tanah air kita yang
    serba sumir (banyak perusahaan menyamarkan nama perusahaan dan bisnisnya)
    malu-malu seolah takut ketahuan petugas pajak, membatas usia pelamar
    (seolah-olah kalau sudah diatas 40 tahun dianggap sudah pikun/uzur bahkan
    dianggap tidak produktif), kadang-kadang menyebutkan lebih disukai wanita
    atau sebaliknya (diskriminasi gender), menginginkan pelamar dengan indek
    prestasi tertentu (seolah-olah kalo indeks prestasinya tinggi dianggap lebih
    capable dalam bekerja), tidak pernah mau secara terus terang menyebutkan
    salary range yang ditawarkan, sehingga salary dianggap sebagai salah satu
    bagian dari seleksi, bukankah yang memiliki keahlian dan pengalaman lebih
    banyak pasti akan memiliki gaji yang lebih tinggi, kalau sebaliknya perlu
    dipertanyakan mengapa? (ingat prinsip : you give peanut you get monkey).

    Tolong kepada rekan-rekan HR Manager di forum ini atau forum lain, untuk
    memberikan tanggapan mengapa hal ini bisa terjadi di tanah air tercinta ini,
    kita harus melakukan perubahan paradigma berpikir dalam proses recruitment
    dan selection human resources, agar Indonesia menjadi bangsa yang maju dan
    lebih beradab.
    kalau kita tidak memulai, siapa lagi?

    Adrian Christianto  |  Funding Officer  |  Unisys Credit Services
    UCS  |  Level 2 Building G, 1 Homebush Bay Drive, RHODES NSW 2138 AUSTRALIA
    |  Ph: 02 9647 7201 | E: [EMAIL PROTECTED]




Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




SPONSORED LINKS
Undergraduate business schools Business school essay Business school and education
Top business schools Best business schools Business school minnesota


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke