Ok Mas Alex, saya bisa ngerti akhirnya maksud mas Alex, saya setuju dengan pendapat mas Alex dimana bargaining power employee lebih rendah daripada bargaining power empoleyer, hal itu saya dan rekan2 alumni juga merasakan pada saat kami lulus kuliah. Hal ini menunjukkan bahwa cara menganalisa mas Alex menggunakan analisis Industri (mungkin analisis 5 Porters) atau dilihat dari sudut pandang Makro.
Di sudut pandang lain (yang lebih mikro dan teknis tentunya), saya dan rekan2 alumni dimana telah bekerja di perusahaan, yang mungkin suatu saat nanti akan diberi tugas oleh perusahaan tempat kita bekerja untuk melakukan perekrutan karyawan, tentunya kita akan dituntut oleh perusahaan untuk mencari calon karywan yang berkualifikasi. Ide tersebut menarik, tanpa bermaksud membandingkan antara kondisi Amerika dan Indonesia, sudah tentu jelas hal itu sulit diperbandingkan, namun apa manfaat yang bisa kita peroleh dari pengalaman yang mereka lakukan dalam melakukan promosi lowongan kerja. hal yang perlu kita diskusikan di Milis ini, sebaiknya bukan bagaimana memperbandingkan namun, Bagaimana MENGADAPTASIKAN ide tersebut di kondisi Negara kita. hal ini lah yang menarik kita diskusikan bersama. Sama halnya dengan sewaktu kita kuliah dulu, kita mempelajari teori2 manajemen, namun setelah menghadapi kondisi lapangan, ternyata, mungkin kita sebagian menghadapi kenyataan teori2 tersebut "tidak berlaku" di lapangan kerja. Menurut saya pribadi, bukan teorinya yang salah, namun asumsi berupa dimensi ruang dan waktu teori tersebut dimana teori itu lahir yang berbeda dengan asumsi di lapangan kerja kita. Yang perlu kita lakukan bagaimana mengadaptasikan secara kreatif teori tersebut (yang mana di negara tempat teori itu lahir telah teruji manjur). Begitu pula ide yang dilontarkan mengenai iklan lowongan tersebut. Itu adalah ide kreatif, yang mungkin di Singapura atau Amerika terbukti efektif. Bagaimana dengan di kondisi Indonesia, mari lah kita diskusikan apa Asumsi yang perlu diperhatikan, dan bagaimana mengadaptasikan.... itu pendapat saya... Hasanuddin PT. Budi Darsa, Makassar Perumahan Budi DAya Permai 0818272559 --- Alex Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan Hasan, > > Tingkat penganguran sangat berperan disini, kenapa > kondisi Employer > seenaknya terhadap para pelamar karena jumlah > pelamar sangat2x berlimpah > jadi Employer tidak perlu kuatir meski mereka > berperilaku seenaknya > pasti tetap dicari. > > Gimana status TKI kita yang di negara tetangga ato > negara lain, meski > banyak kejadian yang membuat hati kita miris tapi > toh masih banyak juga > warga negara kita berminat menjadi TKI. > > Hal ini dumulai dari diri kita sendiri, saya ingat > pertama kali saya > fresh graduates dari MM-UGM dimana minggu2x pertama > saya lulus saya > lihat dan pilih iklan lowongan yang selektif dan > sesuai dengan minat > saya tapi 1 bulan lewat nggak ada respon lalu > akhirnya saya turunkan > standard saya meski iklan lowongan jelek sekali dan > sarat akan tipu daya > akhirnya saya coba apply tanpa ada filter dan > standard... Pokoknya kerja > deh... (just info IPK saya cukup bagus lebih dari > 3.5 dan lulusan MM-UGM > dan punya sertifikasi WMI tapi cari kerja sulitnya > setengah hidup) > bagaimana oang2x yang kualifkasi dibawah > saya.....dan saya yakin byk > sekali. > > Tapi itu 4 thn yang lalu, sekarang saya punya > pengalaman kerja dan > posisi yang lumayan dan pasti jauh lebih baik dari 4 > thn yang lalu. Dan > saat ini saya juga sedang mencari kerja yang diluar > bingkai, tapi saya > sangat selektif terhadap iklan lowongan, iklan > lowongan yang seenaknya > pasti saya cuek'in beda dengan 4 thn yang lalu. > > Dan saya yakin sangat byk orang yang berperilaku > seperti saya. Jika > semua orang cuek dan tidak apply terhadap Employer > yang seenaknya, saya > yakin lambat laun mereka akan berperilaku seperti > negara2x maju lainnya. > > > Salam > Alex Ginting > > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of hasanuddin > Sent: Saturday, February 04, 2006 3:57 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [mm-ugm] Recruitment > > Mas Alex, justru malah masalah tingkat penggangguran > tidak relevan > dengan konteks pembicaraan tersebut. > Terus terang, hal ini lah yang menjadi pertanyaan > bagi saya sama halnya > dengan pertanyaan2 yang disampaikan oleh p Andrian. > > Mengapa? > > Logikanya, dengan bersikap "open" seperti halnya > yang dimaksud, justru > malah merupakan filter bagi calon yang tidak tepat. > Barrier nya tentunya > adalah aspek psikologis, hal ini telah pernah di > teliti oleh dosen > Customer Bevahior, Bpk. Sahid, dimana model, desain, > konten dari iklan > lowongan sangat menentukan siapa saja yang akan > mengirim lamaran, dalam > artian, orang yang berkualitas seperti yang harapkan > oleh perusahaan > (employer) yang mengirimkan lamaran. > > Sedangkan mengenai berkas yang bertumpuk2, yah > tergantung kreatifitas si > bpk/ibu HRD dong. Maksud saya begini, lowongan yang > masuk itu kan > merupakan database, pada prinsipnya bila database > dioleh secara efektif, > akan mengefisienkan waktu yang ada. Disini lah peran > Teknologi > Informasi. Tentunya dituntut kerjasama bagian HRD > dengan bagian IT. > > Atau kalo ingin lebih praktis, menggunakan > perusahaan lain yang khusus > untuk mengolah/menyeleksi berkas, sperti yang > dilakukan oleh Telkomsel. > Telkomsel hanya menerima dan menganalisa hasil > tabulasi yang diberikan > oleh perusahaan tersebut. > > Itu kan cuman masalah teknis, yang bisa disiasati. > Kembali lagi, tergantung maslah kreatifitas sang > HRD, kalo pake cara > konvensional sih emang lama. Saya pernah mendesain > database (sangat > simple dan hanya menggunakan program MS Access dan > Visual Basic sebagai > interfacenya), sangat membantu mengefisienkan proses > mensortir. > > Kalo masalah teknis bisa teratasi, maka probabilitas > untuk memperoleh > employee yang diharapkan akan lebih besar, dengan > mengurangi "barrier2" > yang lazim dilakukan HRD di Indonesia. > > Itu pendapat saya. > > Hasanuddin > PT. Budi Darsa, Makassar > Adm.& PM Manajer > Perumahan Budi Daya Permai > > > > > > > --- Alex Ginting <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Salam P'Wardoyo, > > > > saya tadi email... tolong direply ya.. > > > > Wah mo komen nih untuk artikel satu ini. > > > > Saya rasa kurang tepat jika kita membandingkan > dengan negara yang jauh > > > lebih established, tingkat pengangguran di negara > mereka sangat kecil > > sekali jadi jelas hukum supply dan demand sangat > bermain disini. > > > > Di negara kita dimana jumlah penduduk yang 220 > juta lebih dan tingkat > > pengangguran yang masih 2 digit, apa yang bisa > kita harapkan dari > > pemberi kerja apakah mereka akan membuka lowongan > iklan seperti di > > negara Australia.... wah berapa ratus ribu surat > aplikasi yang harus > > difilter oleh pemberi kerja, bisa2x pihak HRD > kerja > > 1 bulan penuh untuk > > ambil 1 orang employee saja.. sangat buang2x waktu > kan... > > > > Kita harus melihat lebih jauh, kenapa kondisi ini > terjadi... bukan > > salah pemberi kerja tapi kondisi negara kita yang > masih jauh..jauh... > > bukan pemberi kerja yang harus dibenahi tapi > negara kita.. > > kenapa tingkat > > pangangguran yang tinggi tidak bisa dibereskan > lalu kenapa jumlah > > pemberi kerja di negara kita jauh lebih sedikit > dari pekerja...lalu > > kenapa negara lain bisa maju kok kita tidak... > saya yakin jika tingkat > > > pengangguran sudah bisa mencapai 1 digit saya > yakin iklan lowongan > > pekerjaan akan bergeser tahap demi tahap seperti > negara tetangga kita. > > > > Klo kita demam tidaklah bijak jika langsung > kompres dengan es tanpa > > mengetahui kenapa kok bisa demam...... > > > > > > > > ________________________________ > > > > From: [email protected] > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > Wardoyo > > Sent: Thursday, February 02, 2006 10:34 AM > > To: [email protected] > > Subject: [mm-ugm] Recruitment > > > > > > > > > > > > Rekan beberapa saat lalu saya bertugas di negeri > tetangga > singapura > > untuk > > jangka waktu yang relatif lama, iseng-iseng saya > suka > memperhatikan > > iklan > > lowongan kerja di koran-koran lokal singapura, > saya perhatikan > > beberapa hal > > yang sangat berbeda dengan iklan-iklan lowongan > kerja di > Indonesia, > > dan cara > > mereka mengiklankan lowongan kerja hampir sama > dengan iklan > lowongan > > kerja > > di negeri yang konon paling maju di dunia yaitu > amerika serikat. > > > > > > beberapa hal yang saya amati sebagai berikut : > > 1. mereka tidak pernah membuka lowongan kerja > dengan membatasi > > gender, > > laki-laki atau perempuan. > > 2. mereka tidak pernah mencantumkan batasan usia > pelamar. > > 3. mereka tidak pernah mencantumkan nilai GPA/IP > atau bahkan > dengan > > menyebutkan menyukai lulusan universitas > terkemuka atau > universitas > > tertentu. > > 4. dan hampir 90 % mereka menyatakan dengan jelas > nama dan > bisnis > > utama > > perusahaan yang membuka lowongan kerja. > > 5.hampir 75 % mencantumkan salary range yang > ditawarkan serta > > fasilitas dan > > benefit yang diberikan secara gamblang dan jelas. > > > > > Jelas sekali bahwa mereka menerima pelamar > berdasarkan > kompetensi, > > kemampuan, serta pengalaman serta skill dari para > job applicant. > > > > > > coba bandingkan dengan iklan-iklan lowongan kerja > di tanah air > kita > > yang > > serba sumir (banyak perusahaan menyamarkan nama > perusahaan dan > > bisnisnya) > > malu-malu seolah takut ketahuan petugas pajak, > membatas usia > pelamar > > (seolah-olah kalau sudah diatas 40 tahun dianggap > sudah > pikun/uzur > > bahkan > > dianggap tidak produktif), kadang-kadang > menyebutkan lebih > disukai > > wanita > > atau sebaliknya (diskriminasi gender), > menginginkan pelamar > dengan > > indek > > prestasi tertentu (seolah-olah kalo indeks > prestasinya tinggi > > dianggap lebih > > capable dalam bekerja), tidak pernah mau secara > terus terang > > menyebutkan > > salary range yang ditawarkan, sehingga salary > dianggap sebagai > salah > > satu > > bagian dari seleksi, bukankah yang memiliki > keahlian dan > pengalaman > > lebih > > banyak pasti akan memiliki gaji yang lebih > tinggi, kalau > sebaliknya > > perlu > > dipertanyakan mengapa? (ingat prinsip : you give > peanut you get > > monkey). > > > > Tolong kepada rekan-rekan HR Manager di forum ini > atau forum > lain, > > untuk > > memberikan tanggapan mengapa hal ini bisa terjadi > di tanah air > > tercinta ini, > > kita harus melakukan perubahan paradigma berpikir > dalam proses > > recruitment > > dan selection human resources, agar Indonesia > menjadi bangsa > yang > > maju dan > > lebih beradab. > > kalau kita tidak memulai, siapa lagi? > > > > Adrian Christianto | Funding Officer | Unisys > Credit > Services > > UCS | Level 2 Building G, 1 Homebush Bay Drive, > RHODES NSW > > 2138 AUSTRALIA > > | Ph: 02 9647 7201 | E: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > Sudahkah Anda mengunjungi > http://www.kagama-mm.com/ hari ini? > > *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant > > QUALITY) *** > > > > > > > > ________________________________ > > > > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > > > > > * Visit your group "mm-ugm > > <http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm> > > " on the web. > > > > * To unsubscribe from this group, send an email > to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the > > Yahoo! Terms of > > Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . > > > > > > ________________________________ > > > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > > Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ > hari ini? > *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant > QUALITY) *** > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini? *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
