Mas Alex, justru malah masalah tingkat penggangguran tidak relevan dengan konteks pembicaraan tersebut. Terus terang, hal ini lah yang menjadi pertanyaan bagi saya sama halnya dengan pertanyaan2 yang disampaikan oleh p Andrian.
Mengapa? Logikanya, dengan bersikap "open" seperti halnya yang dimaksud, justru malah merupakan filter bagi calon yang tidak tepat. Barrier nya tentunya adalah aspek psikologis, hal ini telah pernah di teliti oleh dosen Customer Bevahior, Bpk. Sahid, dimana model, desain, konten dari iklan lowongan sangat menentukan siapa saja yang akan mengirim lamaran, dalam artian, orang yang berkualitas seperti yang harapkan oleh perusahaan (employer) yang mengirimkan lamaran. Sedangkan mengenai berkas yang bertumpuk2, yah tergantung kreatifitas si bpk/ibu HRD dong. Maksud saya begini, lowongan yang masuk itu kan merupakan database, pada prinsipnya bila database dioleh secara efektif, akan mengefisienkan waktu yang ada. Disini lah peran Teknologi Informasi. Tentunya dituntut kerjasama bagian HRD dengan bagian IT. Atau kalo ingin lebih praktis, menggunakan perusahaan lain yang khusus untuk mengolah/menyeleksi berkas, sperti yang dilakukan oleh Telkomsel. Telkomsel hanya menerima dan menganalisa hasil tabulasi yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Itu kan cuman masalah teknis, yang bisa disiasati. Kembali lagi, tergantung maslah kreatifitas sang HRD, kalo pake cara konvensional sih emang lama. Saya pernah mendesain database (sangat simple dan hanya menggunakan program MS Access dan Visual Basic sebagai interfacenya), sangat membantu mengefisienkan proses mensortir. Kalo masalah teknis bisa teratasi, maka probabilitas untuk memperoleh employee yang diharapkan akan lebih besar, dengan mengurangi "barrier2" yang lazim dilakukan HRD di Indonesia. Itu pendapat saya. Hasanuddin PT. Budi Darsa, Makassar Adm.& PM Manajer Perumahan Budi Daya Permai --- Alex Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salam P'Wardoyo, > > saya tadi email... tolong direply ya.. > > Wah mo komen nih untuk artikel satu ini. > > Saya rasa kurang tepat jika kita membandingkan > dengan negara yang jauh > lebih established, tingkat pengangguran di negara > mereka sangat kecil > sekali jadi jelas hukum supply dan demand sangat > bermain disini. > > Di negara kita dimana jumlah penduduk yang 220 juta > lebih dan tingkat > pengangguran yang masih 2 digit, apa yang bisa kita > harapkan dari > pemberi kerja apakah mereka akan membuka lowongan > iklan seperti di > negara Australia.... wah berapa ratus ribu surat > aplikasi yang harus > difilter oleh pemberi kerja, bisa2x pihak HRD kerja > 1 bulan penuh untuk > ambil 1 orang employee saja.. sangat buang2x waktu > kan... > > Kita harus melihat lebih jauh, kenapa kondisi ini > terjadi... bukan salah > pemberi kerja tapi kondisi negara kita yang masih > jauh..jauh... bukan > pemberi kerja yang harus dibenahi tapi negara kita.. > kenapa tingkat > pangangguran yang tinggi tidak bisa dibereskan lalu > kenapa jumlah > pemberi kerja di negara kita jauh lebih sedikit dari > pekerja...lalu > kenapa negara lain bisa maju kok kita tidak... saya > yakin jika tingkat > pengangguran sudah bisa mencapai 1 digit saya yakin > iklan lowongan > pekerjaan akan bergeser tahap demi tahap seperti > negara tetangga kita. > > Klo kita demam tidaklah bijak jika langsung kompres > dengan es tanpa > mengetahui kenapa kok bisa demam...... > > > > ________________________________ > > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of Wardoyo > Sent: Thursday, February 02, 2006 10:34 AM > To: [email protected] > Subject: [mm-ugm] Recruitment > > > > > > Rekan beberapa saat lalu saya bertugas di negeri > tetangga > singapura untuk > jangka waktu yang relatif lama, iseng-iseng saya > suka > memperhatikan iklan > lowongan kerja di koran-koran lokal singapura, saya > perhatikan > beberapa hal > yang sangat berbeda dengan iklan-iklan lowongan > kerja di > Indonesia, dan cara > mereka mengiklankan lowongan kerja hampir sama > dengan iklan > lowongan kerja > di negeri yang konon paling maju di dunia yaitu > amerika serikat. > > > beberapa hal yang saya amati sebagai berikut : > 1. mereka tidak pernah membuka lowongan kerja > dengan membatasi > gender, > laki-laki atau perempuan. > 2. mereka tidak pernah mencantumkan batasan usia > pelamar. > 3. mereka tidak pernah mencantumkan nilai GPA/IP > atau bahkan > dengan > menyebutkan menyukai lulusan universitas terkemuka > atau > universitas > tertentu. > 4. dan hampir 90 % mereka menyatakan dengan jelas > nama dan > bisnis utama > perusahaan yang membuka lowongan kerja. > 5.hampir 75 % mencantumkan salary range yang > ditawarkan serta > fasilitas dan > benefit yang diberikan secara gamblang dan jelas. > > Jelas sekali bahwa mereka menerima pelamar > berdasarkan > kompetensi, > kemampuan, serta pengalaman serta skill dari para > job applicant. > > > coba bandingkan dengan iklan-iklan lowongan kerja > di tanah air > kita yang > serba sumir (banyak perusahaan menyamarkan nama > perusahaan dan > bisnisnya) > malu-malu seolah takut ketahuan petugas pajak, > membatas usia > pelamar > (seolah-olah kalau sudah diatas 40 tahun dianggap > sudah > pikun/uzur bahkan > dianggap tidak produktif), kadang-kadang > menyebutkan lebih > disukai wanita > atau sebaliknya (diskriminasi gender), menginginkan > pelamar > dengan indek > prestasi tertentu (seolah-olah kalo indeks > prestasinya tinggi > dianggap lebih > capable dalam bekerja), tidak pernah mau secara > terus terang > menyebutkan > salary range yang ditawarkan, sehingga salary > dianggap sebagai > salah satu > bagian dari seleksi, bukankah yang memiliki > keahlian dan > pengalaman lebih > banyak pasti akan memiliki gaji yang lebih tinggi, > kalau > sebaliknya perlu > dipertanyakan mengapa? (ingat prinsip : you give > peanut you get > monkey). > > Tolong kepada rekan-rekan HR Manager di forum ini > atau forum > lain, untuk > memberikan tanggapan mengapa hal ini bisa terjadi > di tanah air > tercinta ini, > kita harus melakukan perubahan paradigma berpikir > dalam proses > recruitment > dan selection human resources, agar Indonesia > menjadi bangsa > yang maju dan > lebih beradab. > kalau kita tidak memulai, siapa lagi? > > Adrian Christianto | Funding Officer | Unisys > Credit > Services > UCS | Level 2 Building G, 1 Homebush Bay Drive, > RHODES NSW > 2138 AUSTRALIA > | Ph: 02 9647 7201 | E: > [EMAIL PROTECTED] > > > > > Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ > hari ini? > *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant > QUALITY) *** > > > > ________________________________ > > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > * Visit your group "mm-ugm > <http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm> > " on the web. > > * To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the > Yahoo! Terms of > Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . > > > ________________________________ > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini? *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
