Title: Recruitment
Salam P'Wardoyo,
 
saya tadi email... tolong direply ya..
 
Wah mo komen nih untuk artikel satu ini.
 
Saya rasa kurang tepat jika kita membandingkan dengan negara yang jauh lebih established, tingkat pengangguran di negara mereka sangat kecil sekali jadi jelas hukum supply dan demand sangat bermain disini.
 
Di negara kita dimana jumlah penduduk yang 220 juta lebih dan tingkat pengangguran yang masih 2 digit, apa yang bisa kita harapkan dari pemberi kerja apakah mereka akan membuka lowongan iklan seperti di negara Australia.... wah berapa ratus ribu surat aplikasi yang harus difilter oleh pemberi kerja,  bisa2x pihak HRD kerja 1 bulan penuh untuk ambil 1 orang employee saja.. sangat buang2x waktu kan...
 
Kita harus melihat lebih jauh, kenapa kondisi ini terjadi... bukan salah pemberi kerja tapi kondisi negara kita yang masih jauh..jauh... bukan pemberi kerja yang harus dibenahi tapi negara kita.. kenapa tingkat pangangguran yang tinggi tidak bisa dibereskan lalu kenapa jumlah pemberi kerja di negara kita jauh lebih sedikit dari pekerja...lalu kenapa negara lain bisa maju kok kita tidak... saya yakin jika tingkat pengangguran sudah bisa mencapai 1 digit saya yakin iklan lowongan pekerjaan akan bergeser tahap demi tahap seperti negara tetangga kita.
 
Klo kita demam tidaklah bijak jika langsung kompres dengan  es tanpa mengetahui kenapa kok bisa demam......
 
 


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Wardoyo
Sent: Thursday, February 02, 2006 10:34 AM
To: [email protected]
Subject: [mm-ugm] Recruitment



    Rekan beberapa saat lalu saya bertugas di negeri tetangga singapura untuk
    jangka waktu yang relatif lama, iseng-iseng saya suka memperhatikan iklan
    lowongan kerja di koran-koran lokal singapura, saya perhatikan beberapa hal
    yang sangat berbeda dengan iklan-iklan lowongan kerja di Indonesia, dan cara
    mereka mengiklankan lowongan kerja hampir sama dengan iklan lowongan kerja
    di negeri yang konon paling maju di dunia yaitu amerika serikat.

    beberapa hal yang saya amati sebagai berikut :
    1. mereka tidak pernah membuka lowongan kerja dengan membatasi gender,
    laki-laki atau perempuan.
    2. mereka tidak pernah mencantumkan batasan usia pelamar.
    3. mereka tidak pernah mencantumkan nilai GPA/IP atau bahkan dengan
    menyebutkan menyukai lulusan universitas terkemuka atau universitas
    tertentu.
    4. dan hampir 90 % mereka menyatakan dengan jelas nama dan bisnis utama
    perusahaan yang membuka lowongan kerja.
    5.hampir 75 % mencantumkan salary range yang ditawarkan serta fasilitas dan
    benefit yang diberikan secara gamblang dan jelas.

    Jelas sekali bahwa mereka menerima pelamar berdasarkan kompetensi,
    kemampuan, serta pengalaman serta skill dari para job applicant.

    coba bandingkan dengan iklan-iklan lowongan kerja di tanah air kita yang
    serba sumir (banyak perusahaan menyamarkan nama perusahaan dan bisnisnya)
    malu-malu seolah takut ketahuan petugas pajak, membatas usia pelamar
    (seolah-olah kalau sudah diatas 40 tahun dianggap sudah pikun/uzur bahkan
    dianggap tidak produktif), kadang-kadang menyebutkan lebih disukai wanita
    atau sebaliknya (diskriminasi gender), menginginkan pelamar dengan indek
    prestasi tertentu (seolah-olah kalo indeks prestasinya tinggi dianggap lebih
    capable dalam bekerja), tidak pernah mau secara terus terang menyebutkan
    salary range yang ditawarkan, sehingga salary dianggap sebagai salah satu
    bagian dari seleksi, bukankah yang memiliki keahlian dan pengalaman lebih
    banyak pasti akan memiliki gaji yang lebih tinggi, kalau sebaliknya perlu
    dipertanyakan mengapa? (ingat prinsip : you give peanut you get monkey).

    Tolong kepada rekan-rekan HR Manager di forum ini atau forum lain, untuk
    memberikan tanggapan mengapa hal ini bisa terjadi di tanah air tercinta ini,
    kita harus melakukan perubahan paradigma berpikir dalam proses recruitment
    dan selection human resources, agar Indonesia menjadi bangsa yang maju dan
    lebih beradab.
    kalau kita tidak memulai, siapa lagi?

    Adrian Christianto  |  Funding Officer  |  Unisys Credit Services
    UCS  |  Level 2 Building G, 1 Homebush Bay Drive, RHODES NSW 2138 AUSTRALIA
    |  Ph: 02 9647 7201 | E: [EMAIL PROTECTED]



Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke