From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Wardoyo
Sent: Thursday, February 02, 2006 10:34 AM
To: [email protected]
Subject: [mm-ugm] Recruitment
Rekan beberapa saat lalu saya bertugas di negeri
tetangga singapura untuk
jangka waktu yang
relatif lama, iseng-iseng saya suka memperhatikan iklan
lowongan kerja di koran-koran lokal singapura, saya
perhatikan beberapa hal
yang sangat
berbeda dengan iklan-iklan lowongan kerja di Indonesia, dan cara
mereka mengiklankan lowongan kerja hampir sama
dengan iklan lowongan kerja
di negeri yang
konon paling maju di dunia yaitu amerika serikat.
beberapa hal yang saya amati sebagai berikut
:
1. mereka tidak pernah membuka lowongan
kerja dengan membatasi gender,
laki-laki
atau perempuan.
2. mereka tidak pernah
mencantumkan batasan usia pelamar.
3.
mereka tidak pernah mencantumkan nilai GPA/IP atau bahkan dengan
menyebutkan menyukai lulusan universitas
terkemuka atau universitas
tertentu.
4. dan hampir
90 % mereka menyatakan dengan jelas nama dan bisnis utama
perusahaan yang membuka lowongan kerja.
5.hampir 75 % mencantumkan salary range yang ditawarkan
serta fasilitas dan
benefit yang diberikan
secara gamblang dan jelas.
Jelas sekali bahwa mereka menerima pelamar
berdasarkan kompetensi,
kemampuan, serta
pengalaman serta skill dari para job applicant.
coba bandingkan dengan iklan-iklan lowongan kerja
di tanah air kita yang
serba sumir (banyak
perusahaan menyamarkan nama perusahaan dan bisnisnya)
malu-malu seolah takut ketahuan petugas pajak, membatas
usia pelamar
(seolah-olah kalau sudah
diatas 40 tahun dianggap sudah pikun/uzur bahkan
dianggap tidak produktif), kadang-kadang menyebutkan lebih
disukai wanita
atau sebaliknya
(diskriminasi gender), menginginkan pelamar dengan indek
prestasi tertentu (seolah-olah kalo indeks prestasinya
tinggi dianggap lebih
capable dalam
bekerja), tidak pernah mau secara terus terang menyebutkan
salary range yang ditawarkan, sehingga salary dianggap
sebagai salah satu
bagian dari seleksi,
bukankah yang memiliki keahlian dan pengalaman lebih
banyak pasti akan memiliki gaji yang lebih tinggi, kalau
sebaliknya perlu
dipertanyakan mengapa?
(ingat prinsip : you give peanut you get monkey).
Tolong kepada rekan-rekan HR Manager di forum ini
atau forum lain, untuk
memberikan
tanggapan mengapa hal ini bisa terjadi di tanah air tercinta ini,
kita harus melakukan perubahan paradigma berpikir
dalam proses recruitment
dan selection
human resources, agar Indonesia menjadi bangsa yang maju dan
lebih beradab.
kalau
kita tidak memulai, siapa lagi?
Adrian Christianto | Funding
Officer | Unisys Credit Services
UCS | Level 2 Building G, 1 Homebush Bay Drive,
RHODES NSW 2138 AUSTRALIA
| Ph: 02
9647 7201 | E: [EMAIL PROTECTED]
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
