Waalaikumsalam.Wr.Wb.

Mak Ismet ismail nan ambo hormati :

Sejujurnya saya termasuk yang bisa mengerti pandangan
mak Ismet selama ini. kelihatan bagi saya mak ismet
termasuk orang pintar, dan tidak bertindak gegabah,
netral terhadap Islam mana sajapun.

Namun disini saya ingin sampaikan sehubungan dengan
pernyataan mak ismet di bawah : 

 
--- "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ass. wr. wb
> 
> Dunsanak Zulkifli yang saya hormati
> 
> >
> > Marilah dalam hal ko kito bersikap dewasa,
> sehingga kita mendapatkan
> > kebenaran yang hakiki !.
> > Karena, sebagai seorang muslim adalah merupakan
> kewajiban untuk menjaga
> > kemurnian dan sterilitas akidah Islam dari segala
> noda yang mengotorinya.
> 
> Mengenai yang ini kita berbeda dunsanak Zul, saya
> punya persepsi bahwa saya
> tidak akan pernah merasa kapan saja dalam hidupku
> untuk menganggap bahwa
> keyakinan saya akan sesuatu bersifat final. Saya
> selalu sadar bahwa
> keyakinan-keyakinan saya harus selalu saya anggap
> sebagai bersifat tentatif,
> selalu siap untuk direvisi dan direvisi lagi,
> sejalan dengan pertambahan
> wawasan dan ilmu yang saya miliki serta dengan
> kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam hal ini, mungkin perlu di jelaskan akan
keyakinan-keyakinan mana dalam hidup kita yang
sifatnya tentatif, selalu siap untuk di revisi dan
direvivi lagi, yang bisa kita terima sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan.


. Saya sendiri juga belum
> dapat menerima 100%
> apa-apa yang disamapaikan oleh penulis FLA, tapi
> bukan berati tulisannya itu
> bernilai 0 akibat saya yang tidak yakin 100% tsb.
> Mungkin waktu yang akan
> dapt mengubahnya, menjadi 100% bulat atau malahan
> turun menuju ke 0%. Jadi
> tidak bisa langsung kita ketahui hitam putihnya
> dalam waktu yang singkat
> apalagi pengetahuan ke agamaan kita baru seumur
> jagung.

Satu pendapat yang bisa saya terima pernyataan mak
Ismet di atas yaitu,berarti tulisan FLA itu bukan
bernilai 0 sama sekali.Saya setuju itu.

Banyak yang diambil dari tulisan FLA itu, salah satu
contoh hikmahnya, justru dengan adanya tulisan dari
mereka itu membuat ajaran yang ada dalam Islam jutru
semakin kuat, karena semakin ada " perlawanan ", maka
akan semakin jelas kebenaran Islam itu, karena
insyaAllah ada yang akan menjawabnya ( bantahannya ).

Jadi orang-orang yang tidak mengerti Islam, jadi
mengerti.


> Sepengetahuan saya ada banyak ayat-ayat dalam Al
> Quran yang tafsirnya masih
> memakai pengetahuan yang dulu sehingga ada
> kemungkinan untuk direvisi jika
> ada perkembangan ilmu pengetahuan.

Ini benar, yang namanya tafsir maka bisa di sesuaikan
dengan kemajuan zaman. Tapi tafsir yang mana dulu bisa
berubah ?


> Misalnya surah Ar Rahman ayat 37 yang berbunyi "maka
> apabila langit terbelah dan menjadi mawar merah
> seperti (kilapan) minyak"
> Kalau kita memakai ilmu pengetahuan yang lalu
> (sebelum teleskop Hubble , yang dikirim NASA) kita
> akan meraba-raba arti dari ayat tersebut. Tapi
> setelah teleskop Hubble yang dapat memotret suatu
> gambar yang berupa mawar merah (kilapan minyak) nun
> jauh disana di luar angkasa yang menurut ahli fisaka
> Stephen Hawking, gambar yang berupa mawar merah itu
> adalah suatu ledakan terciptanya suatu bintang yang
> telah terjadi beberapa milyar tahun cahaya yang
> lalu. Ary Ginanjar seorang pakar pengajar ESQ
> (emotion spiritual quotient) yang banyak memakai
> ayat-ayat Al Qur'an dalam pengajarannya
> menghubungkan surah Ar Rahman ayat 37 dengan
> kejadian atau teori big bang Stephen Hawking.

Ini salah satu contoh penafsiran yang berubah setiap
zamannya.Dan boleh. 

Bisa kita lihat kalau tafsiran yang bisa berubah
sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, pada
hakikatnya tafsiran yang berkaitan dengan ayat- ayat
kauniyyah ( alam ). Jelas inilah tujuan nya Allah
menciptakan akal bagi manusia.

 
Tetapi seringnya dikarenakan merasa " sudah pintar ",
dalam ilmu pengetahuan, manusia jadi sering " salah,
dan lupa diri ", tidak membenarkan apa yang terkandung
dalam Al Qur'an, seakan- akan Al Quran sudah tidak
relevan lagi dengan zaman, dan ini pendapat yang
salah.

Akal di gunakan untuk memperhatikan ayat-ayat
kauniyaah tersebut. Di teliti kebenaran Al Qur'an.

Inti dari apa tanggapan saya adalah : 

Benar ada ayat-ayat Al Qur'an yang akan berubah
tafsirannya sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, tetapi tetap masalah asasi tidak boleh
berubah .

Ayat-ayat Qath'i jelas tidak boleh di rubah-ubah. Itu
sudah hak Allah SWT. Manusia ngak bisa apa-apa,
kecuali sami'na wa atha'na

Contoh " Janganlah kamu menikahi wanita  musyrik
sehingga mereka beriman, dan jangan pula wanita
menikah dengan lelaki musyrik ...dst ".

Orang nasrani ( Kristen ) zaman sekarang jelas sudah
musrik, karena mereka mengatakan " Allah itu tiga ",
Yesus anak Tuhan. Dan ini jelas terlarang dalam Islam
menikahinya.

Padahal Allah sudah berfirman : " Allah akan
mengampuni semua dosa ( bila bertaubat ), dan Allah
tidak mengampuni dosa orang yang mensekutukan Allah
dengan lainnya ".

Sementara FLA apa yang mereka katakan ? ( silahkan
kita baca kembali pendapat mereka ).

Kemudian masalah waris dan sebagainya itu. jelas dalam
Islam tidak ada waris mewarisi bagi orang kafir,
murtad, dan seorang anak bunuh ayahnya atau
sebaliknya, ayah bunuh anaknya. Walaupun mereka
saudara kandung. tapi karena lain agama, dan salah
seorang murtad, semua urusan waris putus dalam Islam.

Ini saja tanggapan saya.

Wassalam. Rahima.


> 
> 
> Wassalam
> MII
> 
> >
> > Itu manuruik ambo ! Baa pulo manurut dunsanak !
> > Z. Rangkayo Mulie
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Sunday, October 17, 2004 11:48 PM
> > Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Balaslampu - eh,
> Balaspemi!
> 
=== message truncated ===



                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke