Walaikumsalam wr. wb'

Sebenarnya saya tidak mau (mampu) berdebat dengan dunsanak Rahima, tapi
kebetulan tadi malam waktu sahur saya yang selalu  menyempatkan diri untuk
mendengar ceramah Qurais Shihab di Metro TV mengenai tafsir Misbabh menjadi
tergelitik juga untuk mau menyampaikan sepatah dua patah kalimat.

Ada seorang penanya mahasiswa pasca sarjana Univeristas Islam Negeri Jakarta
(IAIN) dulunya, beliau menanyakan (ketika itu Quraish Shihab membahas hari
kiamat) bagaimana dengan orang-orang non-muslim yang berperilaku lebih
islami di dunia ini setelah kiamat tsb. Quraish Shihab mengatakan bahwa
masuk surga dan neraka nya seseorang adalah hak prerogratif Allah jadi kita
sebagai manusia tidak dapat menentukan. Bisa saja orang seperti Thomas Alfa
Edison pencipta listrik dapat diamsukkan ke surga kalau memang itu keputusan
Allah.

Salam hangat untuk Rahima, yang baru sekali ini mau memanggil nama saya
walupun saya berharap-harap dapat juga disebut-sebut oleh Rahima.

MII


----- Original Message ----- 
From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 19, 2004 5:14 PM
Subject: Re: Fw: [EMAIL PROTECTED] penafsiran.


> Waalaikumsalam.Wr.Wb.
>
> Mak Ismet ismail nan ambo hormati :
>
> Sejujurnya saya termasuk yang bisa mengerti pandangan
> mak Ismet selama ini. kelihatan bagi saya mak ismet
> termasuk orang pintar, dan tidak bertindak gegabah,
> netral terhadap Islam mana sajapun.
>
> Namun disini saya ingin sampaikan sehubungan dengan
> pernyataan mak ismet di bawah :
>
>
> --- "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Ass. wr. wb
> >
> > Dunsanak Zulkifli yang saya hormati
> >
> > >
> > > Marilah dalam hal ko kito bersikap dewasa,
> > sehingga kita mendapatkan
> > > kebenaran yang hakiki !.
> > > Karena, sebagai seorang muslim adalah merupakan
> > kewajiban untuk menjaga
> > > kemurnian dan sterilitas akidah Islam dari segala
> > noda yang mengotorinya.
> >
> > Mengenai yang ini kita berbeda dunsanak Zul, saya
> > punya persepsi bahwa saya
> > tidak akan pernah merasa kapan saja dalam hidupku
> > untuk menganggap bahwa
> > keyakinan saya akan sesuatu bersifat final. Saya
> > selalu sadar bahwa
> > keyakinan-keyakinan saya harus selalu saya anggap
> > sebagai bersifat tentatif,
> > selalu siap untuk direvisi dan direvisi lagi,
> > sejalan dengan pertambahan
> > wawasan dan ilmu yang saya miliki serta dengan
> > kemajuan ilmu pengetahuan.
>
> Dalam hal ini, mungkin perlu di jelaskan akan
> keyakinan-keyakinan mana dalam hidup kita yang
> sifatnya tentatif, selalu siap untuk di revisi dan
> direvivi lagi, yang bisa kita terima sesuai dengan
> kemajuan ilmu pengetahuan.
>
>
> . Saya sendiri juga belum
> > dapat menerima 100%
> > apa-apa yang disamapaikan oleh penulis FLA, tapi
> > bukan berati tulisannya itu
> > bernilai 0 akibat saya yang tidak yakin 100% tsb.
> > Mungkin waktu yang akan
> > dapt mengubahnya, menjadi 100% bulat atau malahan
> > turun menuju ke 0%. Jadi
> > tidak bisa langsung kita ketahui hitam putihnya
> > dalam waktu yang singkat
> > apalagi pengetahuan ke agamaan kita baru seumur
> > jagung.
>
> Satu pendapat yang bisa saya terima pernyataan mak
> Ismet di atas yaitu,berarti tulisan FLA itu bukan
> bernilai 0 sama sekali.Saya setuju itu.
>
> Banyak yang diambil dari tulisan FLA itu, salah satu
> contoh hikmahnya, justru dengan adanya tulisan dari
> mereka itu membuat ajaran yang ada dalam Islam jutru
> semakin kuat, karena semakin ada " perlawanan ", maka
> akan semakin jelas kebenaran Islam itu, karena
> insyaAllah ada yang akan menjawabnya ( bantahannya ).
>
> Jadi orang-orang yang tidak mengerti Islam, jadi
> mengerti.
>
>
> > Sepengetahuan saya ada banyak ayat-ayat dalam Al
> > Quran yang tafsirnya masih
> > memakai pengetahuan yang dulu sehingga ada
> > kemungkinan untuk direvisi jika
> > ada perkembangan ilmu pengetahuan.
>
> Ini benar, yang namanya tafsir maka bisa di sesuaikan
> dengan kemajuan zaman. Tapi tafsir yang mana dulu bisa
> berubah ?
>
>
> > Misalnya surah Ar Rahman ayat 37 yang berbunyi "maka
> > apabila langit terbelah dan menjadi mawar merah
> > seperti (kilapan) minyak"
> > Kalau kita memakai ilmu pengetahuan yang lalu
> > (sebelum teleskop Hubble , yang dikirim NASA) kita
> > akan meraba-raba arti dari ayat tersebut. Tapi
> > setelah teleskop Hubble yang dapat memotret suatu
> > gambar yang berupa mawar merah (kilapan minyak) nun
> > jauh disana di luar angkasa yang menurut ahli fisaka
> > Stephen Hawking, gambar yang berupa mawar merah itu
> > adalah suatu ledakan terciptanya suatu bintang yang
> > telah terjadi beberapa milyar tahun cahaya yang
> > lalu. Ary Ginanjar seorang pakar pengajar ESQ
> > (emotion spiritual quotient) yang banyak memakai
> > ayat-ayat Al Qur'an dalam pengajarannya
> > menghubungkan surah Ar Rahman ayat 37 dengan
> > kejadian atau teori big bang Stephen Hawking.
>
> Ini salah satu contoh penafsiran yang berubah setiap
> zamannya.Dan boleh.
>
> Bisa kita lihat kalau tafsiran yang bisa berubah
> sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, pada
> hakikatnya tafsiran yang berkaitan dengan ayat- ayat
> kauniyyah ( alam ). Jelas inilah tujuan nya Allah
> menciptakan akal bagi manusia.
>
>
> Tetapi seringnya dikarenakan merasa " sudah pintar ",
> dalam ilmu pengetahuan, manusia jadi sering " salah,
> dan lupa diri ", tidak membenarkan apa yang terkandung
> dalam Al Qur'an, seakan- akan Al Quran sudah tidak
> relevan lagi dengan zaman, dan ini pendapat yang
> salah.
>
> Akal di gunakan untuk memperhatikan ayat-ayat
> kauniyaah tersebut. Di teliti kebenaran Al Qur'an.
>
> Inti dari apa tanggapan saya adalah :
>
> Benar ada ayat-ayat Al Qur'an yang akan berubah
> tafsirannya sesuai dengan perkembangan ilmu
> pengetahuan, tetapi tetap masalah asasi tidak boleh
> berubah .
>
> Ayat-ayat Qath'i jelas tidak boleh di rubah-ubah. Itu
> sudah hak Allah SWT. Manusia ngak bisa apa-apa,
> kecuali sami'na wa atha'na
>
> Contoh " Janganlah kamu menikahi wanita  musyrik
> sehingga mereka beriman, dan jangan pula wanita
> menikah dengan lelaki musyrik ...dst ".
>
> Orang nasrani ( Kristen ) zaman sekarang jelas sudah
> musrik, karena mereka mengatakan " Allah itu tiga ",
> Yesus anak Tuhan. Dan ini jelas terlarang dalam Islam
> menikahinya.
>
> Padahal Allah sudah berfirman : " Allah akan
> mengampuni semua dosa ( bila bertaubat ), dan Allah
> tidak mengampuni dosa orang yang mensekutukan Allah
> dengan lainnya ".
>
> Sementara FLA apa yang mereka katakan ? ( silahkan
> kita baca kembali pendapat mereka ).
>
> Kemudian masalah waris dan sebagainya itu. jelas dalam
> Islam tidak ada waris mewarisi bagi orang kafir,
> murtad, dan seorang anak bunuh ayahnya atau
> sebaliknya, ayah bunuh anaknya. Walaupun mereka
> saudara kandung. tapi karena lain agama, dan salah
> seorang murtad, semua urusan waris putus dalam Islam.
>
> Ini saja tanggapan saya.
>
> Wassalam. Rahima.
>
>
> >
> >
> > Wassalam
> > MII
> >
> > >
> > > Itu manuruik ambo ! Baa pulo manurut dunsanak !
> > > Z. Rangkayo Mulie
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Sent: Sunday, October 17, 2004 11:48 PM
> > > Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Balaslampu - eh,
> > Balaspemi!
> >
> === message truncated ===
>
>
>
>
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Declare Yourself - Register online to vote today!
> http://vote.yahoo.com
>
> ____________________________________________________
>
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke