Bung Nur yang budiman,

Kesimpulan saya adalah (mungkin saja saya salah) anda ingin mengatakan
bahwa Megawati sebenarnya tidak pantas sebagai calon Presiden kita.
Alasannya adalah antara lain karena ia tak pernah menanggapi undangan
berkali-kali TPI untuk mengikuti acara dialog partai yang
diselenggarakan oleh TPI.  Hal tsb. membuat anda kecewa karena dengan
demikian kita atau masyarakat tidak tahu apa sebenarnya misi dan visi
Megawati, dan sejauhmana kemampuannya untuk berdebat politik secara
terbuka.  Namun tokh bagi anda semua jadi jelas, karena Megawati
hanyalah "Lulusan SMA dan serba samar alias nggak jelas".

Komentar saya:

Sama seperti anda, saya juga merasa kecewa.  Meskipun demikian saya
mendukung Megawati (sama seperti saya mendukung calon-calon Presiden
lainnya) untuk menjadi Presiden R.I. meskipun dalam pemilu nanti mungkin
saya tidak pilih PDI.

Rasa kecewa membuat saya berpikir beberapa kemungkinan mengenai
Megawati.  Pertama, dia merasa tidak mampu berdebat politik secara
langsung dan terbuka.  Kedua, dia khawatir salah-salah dalam 'talk and
show' (seperti yang belakangan diperlihatkan oleh Pak Habibie),
bisa-bisa membuat rencana dan strategi PDI dalam pemilu menjadi
terganggu.  Ketiga, Megawati punya visi bahwa debat politik terbuka gaya
Amerika tidak sesuai dengan budaya bangsa (Indonesia).  Keempat dst. ...
(silahkan kepada netters lain kalau punya kemungkinan lain).

Saya memang mendukung semua calon-Presiden menjadi Presiden, karena
secara pribadi saya lebih suka nasib Ina ditentukan oleh suatu Tim atau
Sistem yang hebat daripada oleh seorang Presiden yang hebat.  Saya tidak
keberatan kalau calon Presiden RI adalah pensiunan bintang film atau
mantan penyiar teve, asal ya itu tadi...Tim atau Sistemnya harus solid.
Saya tidak setuju dengan pendapat sobat saya yang sedang menyelesaikan
S3, bahwa seorang buta-huruf yang cuma mengandalkan budi pekerti yang
tinggi tidak pantas jadi calon Presiden kita, karena ia PASTI akan
dijadikan bulan-bulanan oleh para pembantu dan lawan politiknya.

Namun, tentu saja saya juga akan lebih suka kalau kita punya seorang
Presiden yang hebat dan juga Tim/Sistem yang hebat.  Dengan kata lain,
dengan Tim/Sistem yang sama mungkin saya akan memilih calon Presiden
yang lebih berpendidikan, lulusan S2 atau S3 misalnya. Dan mungkin juga
saya akan memilih lulusan S3 jurusan politik atau ekonomi, daripada S3
jurusan kimia, engineering atau teknologi kedirgantaraan misalnya.  Tapi
sayang, undang-undang politik kita tidak membolehkan saya untuk memilih
seorang calon Presiden.
Akhirnya, ingin sekali saya mendoakan agar dalam pemilu nanti bangsa
Indonesia tidak sampai ibarat memilih kucing dalam karung, meskipun saya
juga percaya bahwa sebagian dari peserta pemilu nanti akan terpaksa
harus memilih kucing dalam karung.

Last but not least, saya sadar bahwa komentar dan pendapat saya di atas
mungkin salah.  Dan saya akan berbahagia sekali seandainya Bung Nur dan
Netters lainnya dapat memberikan  pelajaran kepada saya yang bodoh ini.


Salam,

budi santoso
=======================================
  "Something good is created to make a peace.
      Noone is above the something good.
         Neither is the creator of the something good.
   But, people may have their power by riding the something good."

            By the way, what is the something good ?
            (Sorry, I don't know this
                    and I don't care about this)
=======================================
School of Public Administration, Carleton University, Ottawa-Canada.
502-219 Bell Street North, Ottawa ON K1R 7E4 CANADA <tel.(613) 231-2581


> N.S. Sisworahardjo wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> Dari Detik Online:
> http://www.detik.com/wawancara/199902/19990227-1700.html
> Pengarah Acara Dialog Partai TPI Husni Attamimi
> Megawati Tak Pernah Menanggapi
> Pewawancara Rido Sarwono
>
> Berita lengkap silakan klik di alamat website diatas.
>
> Komentar saya kira2:
>
> Presiden I RI : lulusan sekolah tinggi (masih lumayan lah)
> Presiden II RI : kira2 lulusan setingkat SMP (?)
> Presiden II setengah : Lulusan S3 Professor lagi
> Calon Presiden III : Lulusan SMA dan serba samar alias nggak jelas
>
> Mudah2an bangsa Indonesia tidak sampai ibarat memilih kucing dalam karung
> dalam pemilu yang akan datang.
>
> Wassalam,
> nur

Kirim email ke