Assalamu'alaikum,

Ikut nimbrung dikit nih, saya kok tertarik ngikutin pembicaraan
tentang kriteria pemimpin bangsa kita nanti, apalagi sekarang kita di
hadapkan pada beberapa pilihan yang punya karakteristik berbeda beda,
dan semuanya "masih di dalam karung". Menurut saya, acara talk show
seperti yang di selenggarakan di TPI adalah sebuah langkah yang bagus
untuk "mengeluarkan kucing2 kita dari dalam karung". Debat terbuka
seperti itu akan sangat berguna sebagai wahana pendidikan politik
rakyat. Kita harus mengakui bahwa kebebasan politik rakyat kita selama
ini terpasung oleh kepemimpina ala machiavelli yang di terapkan di
jaman orde baru. Rakyat menjadi buta politik, dan akibatnya begitu
terjadi perubahan mendadak (reformasi), rakyat menjadi shock dan
banyak timbul perbuatan2 anarkhis karena keterpasungan politik selama
ini membuat rakyat tidak siap untuk menerima perubahan yang begitu
mendadak.

Acara talk show atau debat terbuka seperti itu juga sangat bagus bagi
both pemimpin partai dan masyarakat yang dalam hal ini lebih banyak di
wakili oleh para mahasiswa. Buat pemimpin partai, debat seperti itu
bisa dipakai sebagai wahana untuk menawarkan konsep2 politik mereka,
serta visi yang ingin dicapai oleh partainya. Dilain pihak, masyarakat
juga akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang visi dari partai
partai politik yang sedang berebut suara. Masyarakat juga akan bisa
menilai secara langsung calon2 pemimpin mereka. Dan ini merupakan
salah satu ciri demokrasi, dimana rakyat di berikan kesempatan untuk
menilai pemimpin mereka sendiri.

Berbicara tentang kriteria pemimpin, saya coba menyimpulkan dari
beberapa teori kepemimpinan modern yang pernah saya baca, bahwa di era
yang sangat dinamis seperti sekarang ini, sangat di perlukan seorang
pemimpin yang transformational, yang bisa membawa organisasi (negara)
kearah perubahan2 yang positif mengikuti perkembangan jaman. Saya rasa
tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mentransform suatu organisasi atau
negara, unsur pokok yang harus di miliki oleh seorang pemimpin adalah
VISI. Tidak mungkin seorang pemimpin akan membawa perubahan tanpa
mempunyai visi yang jelas. Pencapaian visi itu sendiri tentunya tidak
bisa dilakukan oleh pemimpinnya sendiri, tapi harus merupakan usaha
bersama seluruh komponen masyarakat. Bagaimana masyarakat akan dibawa
untuk mencapai visi itu kalau visinya itu sendiri tidak pernah di
shared??, ini kan seperti mengajak masyarakat untuk berjalan tanpa
dikasih tahu arahnya.

Empat karakteristik pokok yang di perlukan oleh seorang pemimpin yang
transformational adalah kharisma, inspirasi, intelektual stimuli, dan
individual consideration. Kharisma disini tidak hanya berarti
personnal performance, tapi lebih berarti "providing vision and sense
of mission" serta "gaining respect and trust" dari masyarakat luas.

Kembali ke pokok permasalahan bahwa MS tidak pernah datang ke acara
yang di selenggarakan oleh TPI, bagi saya itu menunjukkan bahwa memang
si MS terkesan tidak siap atau "tidak berani" berhadapan langsung
dengan rival2 politiknya, karena memang dia sendiri tidak punya
kemampuan untuk itu.

Saya sendiri juga tidak melihat sosok MS sebagai seseorang yang
memiliki kriteria seorang pemimpin yang transformational. Meskipun
para pendukungnya mengatakan bahwa MS adalah seorang yang punya
kharisma, tapi saya lebih melihatnya sebagai bayang2 dari Soekarno,
bukan cerminan kharisma dari MS sebagai individu. MS gains respect and
trust karena ada bayang2 nama besar Soekarno di belakangnya, sementara
dia sendiri terkesan tidak punya visi dan sense of mission. Konsep2
politik yang di tawarkan oleh PDI-P lebih banyak bersumber dari para
tokoh di sekitar MS seperti Kwik Kian Gie, Alex Litaay, dll. MS
sendiri seakan2 cuman sebagai boneka yang dikendalikan oleh orang2 di
sekitarnya.

Jadi menurut saya, kalau kita memang menginginkan sosok pemimpin yang
berkualitas di masa depan, kita harus bisa berpikir jernih dan
rasional. Jangan terjebak kepada pengkultusan individu seperti yang
terjadi di era Soeharto. Debat terbuka seperti yang di selenggarakan
TPI merupakan langkah yang bagus untuk menentukan pemimpin yang kita
harapkan bersama.

Maaf kalau tanggapan saya nggak sistematis, karena saya sedang belajar
menulis.

Wassalamu'alaikum

Dodo




---"N.S. Sisworahardjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> Mas Budi yang budiman,
>
> Terima kasih atas komentar anda. Secara umum saya sependapat dengan
anda
> tentang kriteria seorang pemimpin. Tapi koq saya kurang sependapat
dengan
> pandangan bahwa acara talk show itu adalah model Amerika. Prinsip
demokrasi
> adalah keterbukaan, dan keterbukaan bisa dijamin dengan berlangsungnya
> komunikasi dua arah secara intensif. Kalau kita lihat kampanye2 partai
> dulu, itu tidak lebih semacam monolog yang persis terjadi dalam

(......dst...dihapus)
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke