Bang Ichwan Ramli...
Isu SARA adalah warisan dari jaman ORDE BARU yang sangat efektif sekali dalam membuat masyarakat menjadi kerdil dan takut untuk bergerak, berkembang, mendewasakan diri dll.
Isu SARA dihembuskan dalam rangka menggabungkan masyarakat dan bangsa Indonesia menjadi sebuah warna.
Ini adalah hal yang TIDAK MUNGKIN, bangsa ini adalah bangsa yang sangat majemuk baik agama, ras, suku dan golongan.
Cara yang paling tepat dan BERTANGGUNG JAWAB adalah SETIAP agama, SETIAP ras, SETIAP suku, SETIAP golongan menyatakan keberadaannya, keunikkannya, kekhususannya, cirinya, tabiatnya, baiknya, jeleknya dan segala macam sifat dan profile yang melekat pada suatu agama, suku, ras ataupun golongan.
Dengan begitu semua akan saling menjaga toleransi, menjaga hubungan, menjaga tepo seliro. Semua nya jelas....yang tidak jelas maka akan langsung dapat disebut baik sebagai provokator, penghasut, pemfitnah, pembunuh dll.
Adalah hal yang berbahaya, jika sedikit-sedikit dihembuskan isu SARA, kapan mau jelas duduk persoalannya.
Misal :
Saya Islam...saya akan berkata kepada saudara saya yang nasrani : "Coba dong jangan begitu....hati saya sakit nich"
Atau saudara saya yang Nasrani akan berkata : "Coba ya begitu saja...supaya saya bisa enak"....
Dari pada semua - semua diam-diam akhirnya MELEDAK....nggak jelas siapa yang salah...nggak tahunya lagi diadu domba sama AMERIKA (misalnya).
Tulisan-tulisan yang bernuansa "everybody happy" menurut saya tidak mendidik ....tidak jelas arah nya mau kemana....semuanya harus jelas....buka-bukaan aja....lha wong jaman keterbukaan ... :-)
Smile and Peace
Hadeer
----------
From: Ichwan Ramli. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: Logika Bingung atau data ngaco
Date: 09 Maret 1999 9:48
Bung Hadeer, Saya berdiri pada kesepakatan Sumpah Pemuda tahun 1928. Satu Nusa Satu Bangsa. Sentimen SARA telah dilebur dalam tekad untuk bersatu. Dalam kasus Ambon, insya Allah saya berpihak pada kebenaran, pada tekad satu Nusa Satu Bangsa. Karenanya simpati saya kepada Masyarakat Maluku/ Ambon yang telah menjadi korban,kehilangan sanak saudara, rumah dan harta benda serta rasa aman. Fakta yang ada korban menimpa semua golongan di Ambon / Maluku. Mereka ada yang beragama Islam, Kristen dll, ada dari suku Bugis, Buton dll, juga dari Maluku sendiri. Yang harus dikemukakan adalah rasa kemanusiaan dan rasa senasib sebagai satu Bangsa, dan bukan sentimen SARA. Entah buat mereka yang memang menginginkan Bangsa ini hancur, dan bisa menginjak-nginjaknya agar bisa membumi dan tidak ngambang. Wassalam,
-----Original Message-----
From: Hadeer <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
Date: 08 Maret 1999 9:10
Subject: Re: Logika Bingung atau data ngaco
Terimakasih Bang Ramli...
Terserah anda menilai apakah saya sedang membela Islam atau kah sedang menghancurkan Islam...
Tapi ANDA ada di "mana".... :-)
Kalau mau diskusi secara "ngambang" atau tidak pernah menginjak bumi....ya monggo...ini adalah posisi yang paling nyaman dan enak. "Kesana" enak...."Kesini" enak...
Kalau saya lebih suka mengambil posisi jelas...kalau saya salah...ya saya akui saya salah....kalau saya benar....tolong akui saya benar...simple kan
Smile,
Hadeer
----------
> From: Ichwan Ramli. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: Logika Bingung atau data ngaco
> Date: 07 Maret 1999 11:16
>
> Kalaupun mereka mengaku membela Islam, tindakan mereka tidak menguntungkan
> Ummat Islam, malah mengundang antipati.
>
> Karenanya saya mendukung mbak IDA, dan mengajak rekan2 lain untuk tidak lagi
> menanggapi issue yang mereka lemparkan. Biarkan saja anjing menggongong,
> kalau diacuhkan, lama-lama ia akan diam sendiri. Satu Nusa Satu Bangsa Satu
> Bahasa, INDONESIA . Disanalah aku berdiri.
>
