Ichwan ramli wrote:Maaf saya kurang mengerti yg dimaksud tingkat kesahihan 20%. Bila angka 161 orang tidak sahih,
Data resmi dari Kapolri yang saya kutip dari TEMPO, no. 23/XXVII/99, korban meninggal 161 orang. Luka berat 216 orang. Kalaupun tingkat kesahihannya hanya 20%, maka yang meninggal tidak mencapai 1000 orang. Padahal itu adalah korban dari kedua belah pihak, termasuk Aparat/ABRI. Subject "Mayoritas Nasrani Ambon" juga masih bisa dipertanyakan. Apa betul mereka melakukannya atas nama agama Nasrani ? Apa bukan karena terpancing ulah provokator, kondisi ekonomi, sosial, politik, tindakan bela diri dlsb
maka kita dapat mengklaim 1000, 9000, 10, atau cuma 1 orang korban. Sulit untuk memperkirakan
angka sebenarnya dari berita resmi macam ini. Untuk kejadian berskala kecil, saya senang untuk
mengkalikan dg faktor 3. Biasanya laporan berikutnya, biasanya setelah berbulan-bulan, faktor 3
kali itu bukan angka jelek. Untuk kejadian yg hebat seperti Ambon ini, angka itupun tidak sahih.
Harian Kompas menyebutkan 10 orang mati pada hari Rabu kemarin saja (one single day thok...).
Angka 1000 muncul dari hasil penghitungan oleh PK yg mempunyai pos per
wilayah. Saya
sendiri cenderung menyebut angka ini lebih didasarkan pada angka orang
yg hilang, tidak ketahuan
meninggal atau sekedar tidak terdeteksi. Bukan berdasarkan body count.
Dan ini angka yg muncul
minggu yg lalu! Angka ini mestinya lebih besar lagi untuk saat ini.
Bagaimanapun juga, saat ini
ada berapa jumlah yg mati sudah tidak penting lagi. Yang penting kita
ketahui, korban sudah
amat sangat terlalu banyak.
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO
( )
(
) ) /
\ (
(_/
\_)
