Walaupun mas Hadeer menggunakan/memilih kata yg terkesan ekstrim, saya
sangat setuju dengan inti pemikirannya. Tindakan tegas harus dilakukan untuk
menghindari jatuhnya (sebetulnya sudah jatuh) wibawa aparat sbg pelerai.
Keuntungan lainnya adalah menghapus kemungkinan tuduhan memihak dari
dua pihak yg bertikai. Dalam jangka panjang untuk meredam lalu menghentikan
pertikaian yg tidak perlu itu.

Tentunya persetujuan untuk 'menembak' pelaku kerusakan dan kebiadaban
tidak berlaku untuk diterapkan dalam proses penangkapan pengunjuk rasa
misalnya para wanita tempo hari, juga mhs ABA/ABI. Mereka tidak melakukan
kerusakan ataupun kebiadaban kok. Para wanita minta perlindungan kok
malah ditangkapi. Apa nggak kasihan lihat pengunjuk rasa yg bawa-bawa
panci dan wajan itu?

Salam,
Eyang Troy
 

Hadeer wrote:

Namanya juga manusia yang sudah dirasuki setan....dibilangin dengan baik-baik sudah nggak bisa denger....daripada merusak di muka bumi....kan lebih baik langsung dikirim ke neraka....

Tetep Peace...:-)
Hadeer

----------
> From: Rani Elsanti Ambyo <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: SARA
> Date: 10 Maret 1999 10:28
>
> > Jika ada sebuah kelompok massa yang akan berbuat kerusuhan, panggilkan
> > pemuka agama kelompok massa tersebut dan BUKA serta BACAKAN kitab suci
> > kepada kelompok tersebut. Sudah sesuai kah tindakan mereka dengan ajaran
> > mereka.
> >
> > Kalau masih nggak nurut juga....berarti itu adalah kelompok setan yang
> > pasti akan berbuat kerusakan dan kebiadaban, bolehlah ABRI menembaki
> > mereka...saya dukung....!!
>
> wah, bunuh-bunuhan kok didukung... :-( (katanya 'damai"..?)
>
> salam,
>
> rani.

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)
 

Kirim email ke