-----Original Message-----
From: Hadeer <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 11 Maret 1999 12:33
Subject: Re: SARABang Ichwan :
Terus terang saya malas sekali berdiskusi "angin" seperti ini....nggak jelas ujungnya....
Kalau posting saya berjudul "Logika Bingung" diartikan provokasi, terserah Anda...
Tapi saya melempar posting itu dengan niat bisa dibaca sebagai Kritik yang saya tujukan ke saudara-saudara nasrani...karena yang namanya ajaran Kasih sedang tidak berjalan di bumi Ambon. Harus ada yang bisa menjelaskan dengan gamblang....nggak bisa dijelaskan cuma dengan istilah "Provokator", "Penghasut" dan lain-lain....itu cuma jawaban klise...
Nggak bisa dijawab "Masyarakat Ambon baik Nasrani dan Islam sama - sama menderita".....yang bener aja....come on guys...wake up....BE REALISTIC.!!!!
Ada sudah yang membalas posting saya tersebut misal Bang Andrew (lewat Milis) dan seseorang lagi (lewat japri).....mereka berdua dengan tenang menerangkan konsep Nasrani mereka kepada saya.....dan saya terima konsep mereka berdua, dimana kalau dijalankan dengan benar....PASTI tidak akan ada Tragedi Ambon.....
Saya malah jadi heran malah Bang Ichwan yang kebakaran jenggot dengan posting saya.... ??? Kalau nggak bisa menerangkan apa yang saya minta....ya sudah diam saja....!!!!
Smile
Hadeer
----------
From: Ichwan Ramli. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: SARA
Date: 10 Maret 1999 22:30
Bang Hadeer, Terima kasih buat inputnya, tapi setahu saya panggilan Bang atau Abang, adalah gaya Melayu yang suka merendah, dengan mentuakan yang diajak bicara. Dari satu segi ini memang baik , rendah hati, kata orang, tapi tetap menyembunyikan sesuatu dibelakangnya. Dari segi lain dapat juga dikatakan mencerminkan sifat inferioty complex orang Melayu. Sikap yang dicerminkan juga dengan lebih menghargai produk asing ketimbang produk sendiri. Abang memang lebih akrab, tapi agar bisa independen dan terang-terangan kita perlu jarak. But you have the right to choose, no problema. Bang Hadeer, saya rasa anda sangat cerdas untuk dapat membedakan antara mendiskusikan SARA dengan menghembuskan sentimen SARA. Namun untuk memenuhi ajakan anda untuk ngomong terang-terangan, saya kasih contoh kongkrit sajalah. Posting Bung Panut Wirata tgl.4 Maret 1999, dgn subject " Kefrustasian Emha = Kefrustasian Ummat Islam ?", yang mencoba membedah perbedaan/Persamaan Islam dan Kristen, bisa saya sebut mendiskusikan SARA, karena ia memperluas wawasan dan pencerahan.. Tapi posting anda tentang "logika bingung" adalah contoh provokasi untuk membangkitkan sentimen SARA, karena ia memancing Bung Andrew dan mbak Ida untuk bereaksi. Wassalam, Ichwan-----Original Message-----
From: Hadeer <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
Date: 10 Maret 1999 8:13
Subject: Re: SARA
Bang Hadeer,
Diam saja???...Maaf ya..., I do not think you have right to
instruct me like that. If you do so, I don't care !.
I tell you the "ujung". Satu dari statement anda (
sebenarnya ini hanya contoh adanya kecendrungan mem-blow-up data )
"Mayoritas Nasrani Ambon "menghabisi" kurang lebih 1000 minoritas
muslim" menurut saya merupakan input data yang ngaco. Saya telah kemukakan
data pembanding, bahwa sebenarnya boleh dikatakan tak ada mayoritas di Maluku.
Sebenarnya masih ada lagi :
Data resmi dari Kapolri yang saya kutip dari TEMPO, no.
23/XXVII/99, korban meninggal 161 orang. Luka berat 216 orang. Kalaupun tingkat
kesahihannya hanya 20%, maka yang meninggal tidak mencapai 1000 orang. Padahal
itu adalah korban dari kedua belah pihak, termasuk Aparat/ABRI. Subject "Mayoritas Nasrani Ambon" juga masih bisa
dipertanyakan. Apa betul mereka melakukannya atas nama agama Nasrani ? Apa bukan
karena terpancing ulah provokator, kondisi ekonomi, sosial, politik, tindakan
bela diri dlsb ?
Jadi kalau anda tidak berpura-pura bodoh tak tahu ujung
pangkalnya, anda akan tahu bahwa yang saya permasalahkan adalah KEBENARAN
datanya. Garbage in Garbage out. Itu yang menggelitik saya untuk menghimbau,
agar tidak menanggapi issue serupa ini. Apalagi dengan mengatasnamakan Islam,
karena menurut saya Islam adalah kebenaran. Sebisa mungkin Berkata benar,
Berbuat benar, mendengar hanya kebenaran, dan sebisa mungkin mengingatkan kawan
tentang kebenaran.
Wassalam,
- SARA Hadeer
- Re: SARA Ichwan Ramli.
- Re: SARA Hadeer
- Re: SARA Rani Elsanti Ambyo
- Re: SARA Hadeer
- Re: SARA FNU Brawijaya
- Re: SARA Ichwan Ramli.
- Re: SARA Hadeer
- Re: SARA Blucer Rajagukguk
- Re: SARA Ichwan Ramli.
- Re: SARA FNU Brawijaya
- Ambon dan Pertengahan Mei Blucer Rajagukguk
- Re: SARA Ichwan Ramli.
- Re: SARA Yumartono
- Re: SARA Blucer Rajagukguk
- Re: SARA Erwin
- Re: SARA Hadeer
- Re: SARA mushardi rafiq
