>Yang menjadi pertanyaan saya: hak apakah itu? Hak-hak (asasi) hanya melekat
>kepada orang waras. Selama orang itu waras ia berhak memperjuangkan
>hak-haknya tanpa mengganggu hak-hak orang lain. Menjadi hombreng bukanlah
>hak yang diberikan Tuhan (jika manusia masih mengakui kemaujudan Tuhan).
>Manusia diciptakan sebagai pria dan wanita (banci adalah kelainan seks
>karena fisik dan hormonal). Secara kodrati juga manusia berkembang biak
>karena ada perkawinan (pria dan wanita).


Maaf saja... saya baru mendengar bahwa Hak-hak (asasi) hanya melekat kepada
orang waras. Dan satu lagi, definisi waras itu apa sih? Apakah dengan
menjadi gay, berarti orang tersebut tidak waras? Kalau begitu, kalau
misalnya ketemu gay, apakah bisa diperlakukan seenaknya begitu? Dengan kata
lain, misalnya kaum gay mau di sembelih pun dan badan sembelihannya di
pajang bak daging sapi pun, tidak apa-apa, begitu? Kan mereka tidak memiliki
hak asasi menurut Anda?

Dan pertanyaan paling mudah, apakah Anda yakin diri Anda waras? Walau belum
pernah ada orang yang mencap diri saya tidak waras secara serius, saya
sendiri tidak yakin apakah saya waras atau tidak sebenarnya... :)

>Kaum hombreng adalah pria sejati bukan banci. Mereka secara sadar melawan
>kodratnya. Jadi di sini tidak ada hubungannya sama sekali dengan hak asasi.
>Melawan kodrat sudah merupakan pelanggaran HAM. Jadi untuk apa
>memperjuangkan hak-hak para kaum hombreng karena memang tidak waras. Yang
>bisa kita lakukan adalah memperjuangkan untuk memulihkan kesadaran mereka
>agar tidak melawan kodrat.


Saya baru mendengar, bahwa melawan kodrat merupakan pelanggaran HAM. Anda
yakin itu melanggar? Anda ambil statement itu darimana? Lalu, definisi
melawan kodrat itu apa sih?

Salam,
Erwin

Kirim email ke