Maaf soal panggilan "cung" saya tidak sadar kalau saya berbicara bukan
kepada sesama undergraduate tercinta dari norwich, tetapi kepada graduate
student yang tentunya sudah berumur jauh diatas saya.
panggilan cung, memang hanya jamak di kalangan kami saja, tanpa berusaha
merendahkan martabat sesama teman, justru malah lebih mempererat tali
persahabatan kami, " yang adalah juga sama-sama kacung disini"
Sama seperti panggilan " jing" , "cing" atau "prit" as for kutu kuprit.
jing=anjing
cing=kucing / biasa juga konotasi betawi untuk teman..tapi konotasi kami
disini adalah kucing
sama seperti yang anda bilang (mau saya panggil bapak/pak?), semua orang
juga punya hak untuk tidak merasa sebagai gay, anda sendiri sudah
menjelaskannya sendiri..
pandangan saya memangnya tidak boleh....saya hanya berpandangan bahwa
semua manusia itu punya hak untuk hidup tentram, tidak diganggu atau di
celakai, juga hak untuk tinggal dimanapun dia suka, tanpa memandang asal
usul, rupa, latar belakang atau bahkan perbedaannya itu, contohnya kaum
gay ini. Kalau anda melarang saya, berarti anda mengekang hak asasi saya
sebagai manusia yang telah diberikan oleh tuhan dan dijamin oleh PBB.
kalimat kenapa saya jelaskan lagi, saya hanya ingin bertanya kepada anda,
kenapa para kaum gay ini tidak boleh tinggal ditempat yang mereka
inginkan. Apakah hanya karena mereka adalah penyuka sesamanya? ini yang
menjadi pertanyaan saya....
Jadi permisif itu apaan toh mas? kurang jelas...maklum perbendaharaan
kata kurang...
lah endak gitu to mas....ane ini anak tukang batu yang kerjaannya
gali-gali batu di utan sana...mimpi deh bisa jadi anak konglomerat atau
kawin sama anak konglomerat....modal aja ngga ada....
Saya hanya ingin persamaan saja, namanya hak asasi manusia, ya jelas
setiap manusia itu walaupun beda agama, beda rupa, beda tingkat
kepintaranya, beda jenis kelaminya, beda kesukaan kelaminnya maupun
perbedaan kelainan seksnya, harus dihormati.
Saya juga baru belajar untuk menghargai para kaum pencinta adam ini juga
disini, mereka tidak beda dengan kita, mereka juga bisa merasa sakit
kalau disakiti, mereka juga bisa takut kalau ditakuti, dan tentunya
mereka bisa geram kalau direndahkan martabatnya yang dikaruniai oleh
Ilahi itu tentunya. to the point, walau agama saat ini masih belum
merestui hubungan sesama jenis kelamin, tapi mereka juga adalah ciptaanNYA.
saya memang kalau nulis ngga jelas, maklum baru juga undergrad, bukan
penulis walaupun wannabe a good writer, makanya saya sering telmi..
tapi semoga inti yang saya sampaikan dapat dimengerti oleh rekan-rekan semua.
setahu saya, saya belum pernah mendengar di army, hanya di US NAVY, yang
waktu lalu bermasalah sehingga pemerintah federal dituntut entah berapa
juta dollar oleh salah seorang sailor recruit yang merasa dirinya
diperlakukan tidak adil dengan pemecatan dari dinas aktif. Pemerintah
Clinton, untuk saat ini sepertinya sedang merumuskan yg seperti "bill of
rights" para kaum gay yang dinas aktif.
untuk saat ini, memang para kaum gay di military services masih
menyembunyikan keberadaan mereka, takut akan keselamatan mereka oleh para
orang-orang iseng ini, namun saya pernah mendengar kalau USMC pernah
mendapat teguran keras karena mendiskriminasikan kaum gay. Teguran ini
dilakukan oleh pemerintahan bill clinton, sehingga sekarang julukan kaum
yang dibela ini adalah "the clinton boys" or "soap on the rope"**
andrew pattiwael
Equality for All
(sekali lagi, untuk menepis issue saya sepertinya telah dibeli oleh Kaum Gay
Nusantara/PRD, alasan saya membela mereka karena saya melihat
ketidakadilan yang selama ini terus menjadi opini kita yang merasa normal
ini. Saya hanya ingin keadilan bagi semua orang, tanpa memandang orang
itu siapa atau orang itu cacat apa atau berkelainan apa. hanya itu, aduh
bung brawi jangan jadi provokator ah....)
On Mon, 5 Apr 1999, FNU Brawijaya wrote:
> Andrew G Pattiwael wrote:
>
> > mungkin.....tapi saya melihat nama tuhan yang dipakai disini sepertinya
> > akan membawa alasan untuk perang sabit atau perang salib lagi...
> > memang belum pernah didengar "gay society" telah diterima oleh kalangan
> > agama yang resmi, namun untuk kalangan demokrasi atau kemanusiaan, saya
> > rasa sudah dan memang sudah seharusnya.
> >
> > memang relatif....saya rasa semua manusia itu punya hak untuk menjadi
> > GAY, tidak ada yang larang kan (kecuali kalau memang di agama)
> > Tapi, apa kita punya alasan atau HAK untuk melarang seseorang untuk
> > menjadi gay? kalau hanya alasan agama sih....gua juga bisa jawab...gua
> > kaga beragama.....so simple?
>
> Weleh...weleh, kok semua manusia dibilang punya hak jadi gay lho. Kalau
> nge-klaim gitu, ya boleh juga ada klaim lain, semua manusia juga berhak untuk
> ndak jadi gay. Lha repot kalau urusan jadi gini. Hehe..,wong agama kok "hanya"
> lho....
>
> >Sekarang pertanyaan saya....memang ada pusat perkampungan gay...aduh anda
>
> > ini ngawur saja....Kenapa...mereka tidak punya untuk tinggal disuatu
> > tempat karena gay ? jujur saja ..... saya tidak berkeberatan kalau mereka
> > tinggal disekitar saya...selama mereka mengurus masalah mereka sendiri,
> > selama mereka tidak membakar rumah saya, merampok ataupun memperkosa anak
> > saya.....buktinya yang normal selama ini kan yang menggangu ketentraman
> > tinggal di indonesia....(different topic)
>
> Hehe....di Indonesia sih belum ada. Coba aja dateng ke Cape Cod atau Key West.
> Itu yg ane lihat sendiri. Yg nggak ane lihat temtunya buhahanyak. Di Ind nggak/belum
>ada
> krn pandangan masy masih taajem sekali. Tapi kalau makin banyak yg
> berpandangan kayak anda (budaya permisif) , maka chance utk itu makin besar.
> Hehe..jadi ya nggak ngawur. Kalimat anda yg diawali di "Kenapa..." endak jelas.
> Kalau nyang dimangsudken kenapa mesti ngelompok? Wah ya endak tahu ya.
> Saya orang baru mas. Tanya aja sendiri kenape suka ngelompok.
>
>
> > anda bawa topik rumah bordil sudah lain cung.....
>
> Eh, kok anda sudah ber-cung-cung ria. Beropini boleh saja. Tapi kalau terus
> main cung apa sopan tuh? Anda tahu arti 'cung' endak? Kalau boleh tahu
> anda anak konglomerat mana kok berani manggil kacung ane? Hehe....
> tobat, jabatan ane makin turun. Kemarin kuli, nyang masih merdeka. Eh,
> sekarang ane jadi kacung. Buset.... Okay lah berhubung orang lagi panas
> mbela Gaya Nusantara ane maa[pin deh. Santai aje nape.... Dibayar berape sana
> Gaya Nusantara nih...hehe...
>
>
> > sekarang....peraturan rumah bordil di HUKUM itu apa....apakah harus
> > lokalisasi...misalnya ada kompleks tersendiri...dan Illegal ngga buka
> > sembarangan rumah bordil misalnya di Kompleks perumahan Kelapa Gading
> > Permai misalnya.....kalau illegal ya...jelas illegal donk.....tapi kan
> > bisa diselesaikan dalam HUKUM...ngga main dibakar oleh massa....atau
> > disuruh dibakar oleh para pendeta gereja kristen mana atau para ulama
> > mesjid mana.....
>
> Ampun tuan....kacung ini endak ngikut main bakar.... Kok ane serasa dituduh
> ikut mbakar. Bakar-bakaran itu kan karena protes ndak ditanggapi. Jelas tindakan
> endak bener. Wong namanya main hakim sendiri.
>
> Ngomong-ngomong paragraf anda nyang di atas nggak jelas. Karena emosi
> waktu nulis atau apa nih? Kalau mau manjangin dikit ngomong-ngomong kita ya....
> US Army terima anggota gay endak? Iya atau endak alasannya apa?
>
>
> '------------------------------
>
> > andrew pattiwael
> >
> > On Mon, 5 Apr 1999, FNU Brawijaya wrote:
> >
> > > Hehe.... mungkin lebih baik berhati-hati bawa nama Tuhan untuk urusan gay.
> > > Perasaan saya belum pernah denger keberadaan gay diterima oleh agama-
> > > agama yg kita kenal deh. Ndak tahu kalo udah ganti.
> > >
> > > Definisi tidak mengganggu ketentraman umum juga sangat relatif. Ambil
> > > contoh di lingkungan rumah anda menjadi pusat atau perkampungan
> > > gay. Mereka tidak pernah mengganggu ketentraman anda atau umum.
> > > Pertanyaannya, apa anda mau tinggal di situ? Hehe...jawabannya yg jujur lho.
> > > Apa lagi bila anda sudah berkeluarga. Saya kira anda akan berpikir beribu kali
> > > sebelum menjawab pertanyaan saya.
> > >
> > > Kasus ini dapat diperluas, misalkan di sebelah rumah anda digunakan sebagai
> > > rumah bordilnya mewah. Tidak ada gangguan sama sekali. Malah lingkungan
> > > aman sentosa karena satpam jadi lumayan rajin. Kira-kira mau nggak?
> > > Biarpun gay dan WTS beda, bahkan WTS sering kali lebih karena tekanan
> > > ekonomi, tapi keberadaannya serasa penyakit menular. Lebih baik jauh-jauh.
> > > Apalagi bila keluarga sudah masuk ke pertimbangan. Kalau masih bujang
> > > sih.....
> > >
> > > Salam,
> > >
> > >
> > > Andrew G Pattiwael wrote:
> > >
> > > > itulah....apa alasan nya sehingga bisa membenarkan tindakan seseorang
> > > > dengan mengatakan bahwa ia benar diatas segalanya....ya tuhan....mau
> > > > menciptakan satu orang Hitler lagi nih???
> > > >
> > > > I dont give a d*** orang lain homo apa engga...selama orang itu tidak
> > > > merugikan ketentraman umum atau ketentraman saya....go ahead...
> > > >
> > > > susah sekali hidup dijaman ini...semua orang merasa dirinya
> > > > benar...sebentar pakailah alasan jihad...atau melanggar ayat kitab
> > > > suci...atau kata yesus ini salah.....
> > > >
> > > > andrew pattiwael
> > > >
> > > > On Mon, 5 Apr 1999, Erwin wrote:
> > > >
> > > > > >Yang menjadi pertanyaan saya: hak apakah itu? Hak-hak (asasi) hanya melekat
> > > > > >kepada orang waras. Selama orang itu waras ia berhak memperjuangkan
> > > > > >hak-haknya tanpa mengganggu hak-hak orang lain. Menjadi hombreng bukanlah
> > > > > >hak yang diberikan Tuhan (jika manusia masih mengakui kemaujudan Tuhan).
> > > > > >Manusia diciptakan sebagai pria dan wanita (banci adalah kelainan seks
> > > > > >karena fisik dan hormonal). Secara kodrati juga manusia berkembang biak
> > > > > >karena ada perkawinan (pria dan wanita).
> > > > >
> > > > >
> > > > > Maaf saja... saya baru mendengar bahwa Hak-hak (asasi) hanya melekat kepada
> > > > > orang waras. Dan satu lagi, definisi waras itu apa sih? Apakah dengan
> > > > > menjadi gay, berarti orang tersebut tidak waras? Kalau begitu, kalau
> > > > > misalnya ketemu gay, apakah bisa diperlakukan seenaknya begitu? Dengan kata
> > > > > lain, misalnya kaum gay mau di sembelih pun dan badan sembelihannya di
> > > > > pajang bak daging sapi pun, tidak apa-apa, begitu? Kan mereka tidak memiliki
> > > > > hak asasi menurut Anda?
> > > > >
> > > > > Dan pertanyaan paling mudah, apakah Anda yakin diri Anda waras? Walau belum
> > > > > pernah ada orang yang mencap diri saya tidak waras secara serius, saya
> > > > > sendiri tidak yakin apakah saya waras atau tidak sebenarnya... :)
> > > > >
> > > > > >Kaum hombreng adalah pria sejati bukan banci. Mereka secara sadar melawan
> > > > > >kodratnya. Jadi di sini tidak ada hubungannya sama sekali dengan hak asasi.
> > > > > >Melawan kodrat sudah merupakan pelanggaran HAM. Jadi untuk apa
> > > > > >memperjuangkan hak-hak para kaum hombreng karena memang tidak waras. Yang
> > > > > >bisa kita lakukan adalah memperjuangkan untuk memulihkan kesadaran mereka
> > > > > >agar tidak melawan kodrat.
> > > > >
> > > > >
> > > > > Saya baru mendengar, bahwa melawan kodrat merupakan pelanggaran HAM. Anda
> > > > > yakin itu melanggar? Anda ambil statement itu darimana? Lalu, definisi
> > > > > melawan kodrat itu apa sih?
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Erwin
> > > > >
> > >
> > > --
> > > \\\|///
> > > \\ - - //
> > > ( @ @ )
> > > ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> > > FNU Brawijaya
> > > Dept of Civil Engineering
> > > Rensselaer Polytechnic Institute
> > > mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > --------------------Oooo------------
> > > oooO ( )
> > > ( ) ) /
> > > \ ( (_/
> > > \_)
> > >
>
> --
> \\\|///
> \\ - - //
> ( @ @ )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
> oooO ( )
> ( ) ) /
> \ ( (_/
> \_)
>