Akh, Daeng Ida bisa saja.
Memangnya cuma tokoh Golkar saja yang korupsi :)
peace.
Notrida Mandica wrote:
>
> Dear Permias and readers,
>
> Baru saja para ex gembong GOLKAR mendirikan partai: "Partai Keadilan dan
> Persatuan." Para ex GOLKAR, misalnya Try Sutrisno, Edi Sudrajat, Hayono
> Isman, etc akhirnya menyatakan diri sebagai pendiri 'partai.'
> Menarik! Mereka sepertinya melupakan 'arti' partai yang mereka pernah
> agung-agungkan. Pada zaman Suharto dan rekan-rekan, partai adalah kata
> yang menakutkan. Orang-orang yang berafiliasi dengan partai dituduh
> sebagai 'political animal.' Bahkan dalam penjelasan UUD 45 dinyatakan
> bahwa Indonesia memiliki dua partai dan satu golongan.
> Ingat, gembong GOLKAR menghindari referensi 'partai.'
>
> Saat ini, ex gembong GOLKAR berdiri dan mendirikan "Partai Keadilan dan
> Persatuan." Nampaknya mereka tidak phobi lagi dengan kata 'partai' dan
> tidak phobi lagi dengan kata 'politik.' Dan akan memperjuangkan
> 'keadilan' dan 'persatuan' menilik dari nama yang mereka gunakan.
>
> Dalam pandangan saya, orang-orang yang mengklaim diri dalam partai ini
> adalah orang-orang mengalami depresi politik. Mungkin nama yang tepat
> untuk partai ini adalah: "Penerima Korupsi dan Pungli" atau
> "Partai orang Kecewa dan Plin-Plan."
>
> Smile ever after,
> salam dari DeKalb
>
> ida
>
> ________________
> Partai Keadilan dan Kesatuan Dideklarasikan
> Golkar Dapat Ancaman Serius
> Jakarta,
> Kompas
> Golongan Karya
> (Golkar) bakal
> mendapatkan ancaman
> serius dalam
> pemilihan umum
> (pemilu)
> mendatang
> dengan berdirinya
> Partai Keadilan dan
> Persatuan (PKP)
> yang
> dideklarasikan di
> Jakarta, Jumat(15/1). Partai yang didirikan tokoh-tokoh terkemuka Golkar
> dan purnawirawan ABRI itu diketuai oleh Jenderal TNI (Purn) Edi
> Sudradjat dengan Sekretaris Jenderal Hayono Isman. Dalam
> Musyawarah Nasional Golkar beberapa waktu lalu, Edi gagal
> menduduki kursi Ketua Umum Golkar karena dikalahkan oleh Akbar
> Tandjung.
>
> Deklarasi PKP dihadiri sejumlah mantan menteri pada era Orde
> Baru, tokoh Golkar, para purnawariwan ABRI, termasuk tokoh-tokoh
> Barisan Nasional. Menurut Hayono Isman, PKP merupakan partai
> ke-80 yang didirikan oleh fungsionaris Golkar. Sampai saat ini telah
> berdiri lebih dari 160 partai.
>
> Di antara yang hadir tampak Ketua Persatuan Purnawirawan dan
> Warakawuri ABRI (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ketua
> Barisan Nasional Letjen TNI (Purn) Kemal Idris, Jenderal TNI (Purn)
> Rudini, mantan Gubernur DKI Letjen (Mar-Purn) Ali Sadikin, dua
> mantan Sekjen Golkar Rachmat Witoelar, Sarwono Kusumaatmadja,
> Ary Mardjono, dan Koordinator Gerakan Keadilan dan Persatuan
> Bangsa (GKPB) Siswono Yudohusodo.
>
> Satu-satunya menteri Kabinet Reformasi Pembangunan yang hadir
> adalah Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan
> Letjen TNI AM Hendropriyono.
>
> Acara peresmian PKP terkesan eksklusif, diselenggarakan di sebuah
> ruang pertemuan ber-AC dengan panggung yang didominasi warna
> merah dan putih, tata lampu yang menarik, iringan paduan suara
> serta acara yang tertata rapi. Sekitar 1.000 orang hadir dalam acara
> ini yang sebagian besar berbaju safari atau berdasi.
>
> Bukan menggembosi Golkar
> Sekalipun hampir dipastikan sebagian suara Golkar akan mengalir ke
> PKP, namun Edi menyangkal bahwa pendirian partai berlambang
> kepala burung rajawali itu merupakan upaya menggembosi Golkar.
> "Dulu waktu lebih seratus partai baru lahir kok tidak ada yang
> ngomong begitu. Kalau tadinya ada dua parpol dan satu golongan,
> sekarang banyak partai, lantas dari mana pendukungnya.
> Memangnya dari bawah tanah?" kilah Edi.
>
> Hal senada dikemukakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga
> Hayono Isman yang ditunjuk sebagai Sekjen PKP. Partai ini,
> menurut dia, hanyalah salah satu partai yang didirikan kader Golkar.
> "Dengan Golkar kita memang mempunyai hubungan historis. Saya
> tetap merupakan anggota Golkar, tetapi tidak bergabung dalam
> Partai Golkar," kata Hayono Isman.
>
> Namun Rachmat Witoelar berpendapat bahwa pendirikan PKP
> merupakan "lonceng kematian" bagi Golkar karena dengan melihat
> figur-figur yang berada di PKP, massa pendukung Golkar bakal
> pindah ke PKP. Sekalipun infrastruktur yang dimiliki Golkar jauh
> lebih baik, ia yakin PKP dapat bersaing dengan Golkar.
> Dukungan
> purnawirawan
>
> Kehadiran tokoh Pepabri, Barisan Nasional, dan GKPB menunjukkan
> kedekatan hubungan antara ketiga organisasi itu dengan PKP.
> Namun ketiganya mengaku tidak memiliki hubungan organisasi
> maupun mengaitkan keanggotaan ketiga organisasi itu dengan
> keanggotaan PKP. Menurut Hayono, tidak ada paksaan anggota
> Pepabri menjadi anggota PKP. Namun ia mengakui bahwa sejumlah
> organ Pepabri di daerah ikut membantu pembentukan
> cabang-cabang PKP.
>
> Try Sutrisno juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa
> anggota Pepabri bergabung dengan PKP dan tidak ada hubungan
> organisasi antara Pepabri dengan PKP. "Pepabri tetap merupakan
> ormas yang mandiri. Pepabri menyalurkan aspirasinya menghargai
> hak politik rakyat. Namun saya menyambut baik pendirian partai ini
> karena sesuai dengan cita-cita Pepabri," kata mantan Wapres itu.
>
> Barisan Nasional, kata Witoelar, juga tidak menjalin hubungan
> organisatoris dengan PKP dan tidak memaksa aktivis Barnas
> bergabung dengan PKP. "Barnas mendukung dan bersahabat
> dengan PDI Perjuangan, PKP, PKB, dan lain-lain. Hanya dengan
> Golkar saja yang tidak bersahabat," kata Witoelar.
>
> Edi menyatakan keyakinannya bahwa PKP akan mendapatkan
> dukungan dari para purnawirawan dan warakawuri ABRI karena partai
> yang ia pimpin benar-benar ingin memperjuangkan kelestarian
> Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> Koordinator GKPB Siswono Yudohusodo menyatakan, GKPB tetap
> akan menjadi gerakan independen yang tidak mengikatkan diri pada
> PKP atau partai mana pun. GKPB tidak memiliki hubungan
> organisatoris tetapi satu aspirasi dengan PKP. "Kita menyerahkan
> kepada anggota GKPB untuk memberikan dukungan kepada PKP
> atau partai-partai lain yang seaspirasi," katanya.
>
> Tak gentar
> Sementara itu, Ketua DPP Golkar Agung Laksono ketika ditanya
> wartawan di Bandung, Kamis malam, mengatakan, instruksi Ketua
> Umum Pepabri Try Sutrisno kepada anggotanya untuk mendukung
> PKP, tidak membuat Golkar gentar. "Selama ini, banyak anggota
> Pepabri yang turut mendukung kami. Mudah-mudahan tak
> terpengaruh," paparnya.
> Ia mengatakan, Golkar dari dulu sudah menyatakan mandiri. Dalam
> melakukan semua kegiatannya, yang diandalkan Golkar adalah
> kadernya. Agung yakin betul kemandirian Golkar sudah bisa
> diperhitungkan.
>
> Meski demikian, Agung mengakui, Golkar tak mungkin lagi menjadi
> mayoritas tunggal, mengingat sekarang ini sudah ada lebih dari
> sepuluh partai. "Jadi tidak mungkin satu partai bisa memperoleh
> suara sebanyak 60 persen," tandasnya.
>
> Keadilan terpuruk
> Edi dalam sambutannya mengemukakan, PKP lahir karena terdorong
> rasa kekhawatiran akan terpuruknya keadilan, persatuan, dan
> integrasi bangsa. Karena itu program-program PKP diarahkan untuk
> melestarikan dan mempertahankan negara kesatuan yang
> berdasarkan Pancasila.
>
> Di samping masalah keadilan, PKP memberikan perhatian pula pada
> persoalan persatuan bangsa. Dalam kaitan itu, PKP berkeyakinan
> bahwa PKP merupakan sebuah kemestian bagi masyarakat
> Indonesia yang majemuk. "Pancasila sebagai dasar negara, ideologi
> nasional, dan asas bersama untuk mewujudkan keadilan dan
> persatuan bangsa tidak bisa dikurangi nilai dan maknanya, apalagi
> diganti dengan asas lain," kata Edi.
>
> Malam harinya, seluruh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
> PKP melaksanakan Rapat Konsolidasi Nasional PKP di Hotel
> Santika Jakarta. Kepada Kompas, Sekjen PKP Hayono Isman
> mengatakan, rapat konsolidasi pertama ini diadakan untuk
> mengevaluasi kembali seluruh kendala dan rintangan dalam upaya
> pembentukan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) di seluruh Tanah
> Air. (wis/uu/ama/pin)
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com