Ha..ha...
there you go!!!

smile,

ida

>
>Akh, Daeng Ida bisa saja.
>Memangnya cuma tokoh Golkar saja yang korupsi :)
>peace.
>
>Notrida Mandica wrote:
>>
>> Dear Permias and readers,
>>
>> Baru saja para ex gembong GOLKAR mendirikan partai: "Partai Keadilan
dan
>> Persatuan."  Para ex GOLKAR, misalnya Try Sutrisno, Edi Sudrajat,
Hayono
>> Isman, etc akhirnya menyatakan diri sebagai pendiri 'partai.'
>> Menarik! Mereka sepertinya melupakan 'arti' partai yang mereka pernah
>> agung-agungkan.  Pada zaman Suharto dan rekan-rekan,  partai adalah
kata
>> yang menakutkan.  Orang-orang yang berafiliasi dengan partai dituduh
>> sebagai 'political animal.'  Bahkan dalam penjelasan UUD 45
dinyatakan
>> bahwa Indonesia memiliki dua partai dan satu golongan.
>> Ingat,  gembong GOLKAR menghindari referensi 'partai.'
>>
>> Saat ini,  ex gembong GOLKAR berdiri dan mendirikan "Partai Keadilan
dan
>> Persatuan."  Nampaknya mereka tidak phobi lagi dengan kata 'partai'
dan
>> tidak phobi lagi dengan kata 'politik.' Dan akan memperjuangkan
>> 'keadilan' dan 'persatuan' menilik dari nama yang mereka gunakan.
>>
>> Dalam pandangan saya, orang-orang yang mengklaim diri dalam partai
ini
>> adalah orang-orang mengalami depresi politik. Mungkin nama yang tepat
>> untuk partai ini adalah:  "Penerima Korupsi dan Pungli" atau
>> "Partai orang Kecewa dan Plin-Plan."
>>
>> Smile ever after,
>> salam dari DeKalb
>>
>> ida
>>
>> ________________
>> Partai Keadilan dan Kesatuan Dideklarasikan
>> Golkar Dapat Ancaman Serius
>> Jakarta,
>> Kompas
>> Golongan Karya
>> (Golkar) bakal
>> mendapatkan
ancaman
>> serius                                                       dalam
>> pemilihan                                                      umum
>> (pemilu)
>> mendatang
>> dengan berdirinya
>> Partai Keadilan
dan
>> Persatuan
(PKP)
>> yang
>> dideklarasikan di
>> Jakarta, Jumat(15/1). Partai yang didirikan tokoh-tokoh terkemuka
Golkar
>> dan purnawirawan ABRI itu diketuai oleh Jenderal TNI (Purn) Edi
>> Sudradjat dengan Sekretaris Jenderal Hayono Isman. Dalam
>> Musyawarah Nasional Golkar beberapa waktu lalu, Edi gagal
>> menduduki kursi Ketua Umum Golkar karena dikalahkan oleh Akbar
>> Tandjung.
>>
>> Deklarasi PKP dihadiri sejumlah mantan menteri pada era Orde
>> Baru, tokoh Golkar, para purnawariwan ABRI, termasuk tokoh-tokoh
>> Barisan Nasional. Menurut Hayono Isman, PKP merupakan partai
>> ke-80 yang didirikan oleh fungsionaris Golkar. Sampai saat ini telah
>> berdiri lebih dari 160 partai.
>>
>> Di antara yang hadir tampak Ketua Persatuan Purnawirawan dan
>> Warakawuri ABRI (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ketua
>> Barisan Nasional Letjen TNI (Purn) Kemal Idris, Jenderal TNI (Purn)
>> Rudini, mantan Gubernur DKI Letjen (Mar-Purn) Ali Sadikin, dua
>> mantan Sekjen Golkar Rachmat Witoelar, Sarwono Kusumaatmadja,
>> Ary Mardjono, dan Koordinator Gerakan Keadilan dan Persatuan
>> Bangsa (GKPB) Siswono Yudohusodo.
>>
>> Satu-satunya menteri Kabinet Reformasi Pembangunan yang hadir
>> adalah Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan
>> Letjen TNI AM Hendropriyono.
>>
>> Acara peresmian PKP terkesan eksklusif, diselenggarakan di sebuah
>> ruang pertemuan ber-AC dengan panggung yang didominasi warna
>> merah dan putih, tata lampu yang menarik, iringan paduan suara
>> serta acara yang tertata rapi. Sekitar 1.000 orang hadir dalam acara
>> ini yang sebagian besar berbaju safari atau berdasi.
>>
>> Bukan menggembosi Golkar
>> Sekalipun hampir dipastikan sebagian suara Golkar akan mengalir ke
>> PKP, namun Edi menyangkal bahwa pendirian partai berlambang
>> kepala burung rajawali itu merupakan upaya menggembosi Golkar.
>> "Dulu waktu lebih seratus partai baru lahir kok tidak ada yang
>> ngomong begitu. Kalau tadinya ada dua parpol dan satu golongan,
>> sekarang banyak partai, lantas dari mana pendukungnya.
>> Memangnya dari bawah tanah?" kilah Edi.
>>
>> Hal senada dikemukakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga
>> Hayono Isman yang ditunjuk sebagai Sekjen PKP. Partai ini,
>> menurut dia, hanyalah salah satu partai yang didirikan kader Golkar.
>> "Dengan Golkar kita memang mempunyai hubungan historis. Saya
>> tetap merupakan anggota Golkar, tetapi tidak bergabung dalam
>> Partai Golkar," kata Hayono Isman.
>>
>> Namun Rachmat Witoelar berpendapat bahwa pendirikan PKP
>> merupakan "lonceng kematian" bagi Golkar karena dengan melihat
>> figur-figur yang berada di PKP, massa pendukung Golkar bakal
>> pindah ke PKP. Sekalipun infrastruktur yang dimiliki Golkar jauh
>> lebih baik, ia yakin PKP dapat bersaing dengan Golkar.
>> Dukungan
>> purnawirawan
>>
>> Kehadiran tokoh Pepabri, Barisan Nasional, dan GKPB menunjukkan
>> kedekatan hubungan antara ketiga organisasi itu dengan PKP.
>> Namun ketiganya mengaku tidak memiliki hubungan organisasi
>> maupun mengaitkan keanggotaan ketiga organisasi itu dengan
>> keanggotaan PKP. Menurut Hayono, tidak ada paksaan anggota
>> Pepabri menjadi anggota PKP. Namun ia mengakui bahwa sejumlah
>> organ Pepabri di daerah ikut membantu pembentukan
>> cabang-cabang PKP.
>>
>> Try Sutrisno juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa
>> anggota Pepabri bergabung dengan PKP dan tidak ada hubungan
>> organisasi antara Pepabri dengan PKP. "Pepabri tetap merupakan
>> ormas yang mandiri. Pepabri menyalurkan aspirasinya menghargai
>> hak politik rakyat. Namun saya menyambut baik pendirian partai ini
>> karena sesuai dengan cita-cita Pepabri," kata mantan Wapres itu.
>>
>> Barisan Nasional, kata Witoelar, juga tidak menjalin hubungan
>> organisatoris dengan PKP dan tidak memaksa aktivis Barnas
>> bergabung dengan PKP. "Barnas mendukung dan bersahabat
>> dengan PDI Perjuangan, PKP, PKB, dan lain-lain. Hanya dengan
>> Golkar saja yang tidak bersahabat," kata Witoelar.
>>
>> Edi menyatakan keyakinannya bahwa PKP akan mendapatkan
>> dukungan dari para purnawirawan dan warakawuri ABRI karena partai
>> yang ia pimpin benar-benar ingin memperjuangkan kelestarian
>> Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
>> Koordinator GKPB Siswono Yudohusodo menyatakan, GKPB tetap
>> akan menjadi gerakan independen yang tidak mengikatkan diri pada
>> PKP atau partai mana pun. GKPB tidak memiliki hubungan
>> organisatoris tetapi satu aspirasi dengan PKP. "Kita menyerahkan
>> kepada anggota GKPB untuk memberikan dukungan kepada PKP
>> atau partai-partai lain yang seaspirasi," katanya.
>>
>> Tak gentar
>> Sementara itu, Ketua DPP Golkar Agung Laksono ketika ditanya
>> wartawan di Bandung, Kamis malam, mengatakan, instruksi Ketua
>> Umum Pepabri Try Sutrisno kepada anggotanya untuk mendukung
>> PKP, tidak membuat Golkar gentar. "Selama ini, banyak anggota
>> Pepabri yang turut mendukung kami. Mudah-mudahan tak
>> terpengaruh," paparnya.
>> Ia mengatakan, Golkar dari dulu sudah menyatakan mandiri. Dalam
>> melakukan semua kegiatannya, yang diandalkan Golkar adalah
>> kadernya. Agung yakin betul kemandirian Golkar sudah bisa
>> diperhitungkan.
>>
>> Meski demikian, Agung mengakui, Golkar tak mungkin lagi menjadi
>> mayoritas tunggal, mengingat sekarang ini sudah ada lebih dari
>> sepuluh partai. "Jadi tidak mungkin satu partai bisa memperoleh
>> suara sebanyak 60 persen," tandasnya.
>>
>> Keadilan terpuruk
>> Edi dalam sambutannya mengemukakan, PKP lahir karena terdorong
>> rasa kekhawatiran akan terpuruknya keadilan, persatuan, dan
>> integrasi bangsa. Karena itu program-program PKP diarahkan untuk
>> melestarikan dan mempertahankan negara kesatuan yang
>> berdasarkan Pancasila.
>>
>> Di samping masalah keadilan, PKP memberikan perhatian pula pada
>> persoalan persatuan bangsa. Dalam kaitan itu, PKP berkeyakinan
>> bahwa PKP merupakan sebuah kemestian bagi masyarakat
>> Indonesia yang majemuk. "Pancasila sebagai dasar negara, ideologi
>> nasional, dan asas bersama untuk mewujudkan keadilan dan
>> persatuan bangsa tidak bisa dikurangi nilai dan maknanya, apalagi
>> diganti dengan asas lain," kata Edi.
>>
>> Malam harinya, seluruh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
>> PKP melaksanakan Rapat Konsolidasi Nasional PKP di Hotel
>> Santika Jakarta. Kepada Kompas, Sekjen PKP Hayono Isman
>> mengatakan, rapat konsolidasi pertama ini diadakan untuk
>> mengevaluasi kembali seluruh kendala dan rintangan dalam upaya
>> pembentukan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) di seluruh Tanah
>> Air. (wis/uu/ama/pin)
>>
>> ______________________________________________________
>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke