Anda benar 100% bung Budi,
Orang-Orang Lama masih dapat kembali kejalan yang benar
dengan cara menyumbangkan ide/konsepnya.
Akan tetapi mereka disarankan berada dibelakang layar.
Biarkan Orang Orang baru yang berjalan didepan.
Mengapa ??
Karena akan banyak kritik2an kepada orang lama tsb
berdatangan, mengingat sepak terjangnya selama ini.
Membahas masalah PKP sendiri, apakah ini bukannya
masalah "Orang Orang Lama VERSUS Orang Orang Lama" ?
Salam,
bRidWaN
At 17:05 15/01/99 -0800, Budi Haryanto wrote:
>Bicara soal saat ini banyak orang plin-plan, saya setuju.... (
>dengan kurang bergairah..?).
>
>Karena, masih ada ganjalan di benak ini, yaitu: termasuk orang
>plin-plankah mereka-mereka yang sekarang tersadar dari tidurnya
>yang salah selama ini?
>Apakah iya orang-orang 'lama' seperti yang sering disebut
>Sdr. Bridwan itu tidak bisa berubah menjadi orang-orang 'baru'
>seperti yang terjadi saat ini? Terus, bagaimana kalau orang-orang
>'baru' ini dengan kesadaran baru dan kelebihan yang masih
>dipunyainya justru malah membantu meluruskan arah yang salah di
>negara kita selama ini? Apakah kita masih harus memandangnya
>dengan sinis dan rendah?
>
>Masih banyak pertanyaan-pertanyaan senada yang perlu dipikir
>dengan matang lagi jawabannya.
>
>Salam,
>Budi
>At 12:06 PM 1/15/99 PST, you wrote:
>>Dear Permias and readers,
>>
>>Baru saja para ex gembong GOLKAR mendirikan partai: "Partai Keadilan dan
>>Persatuan." Para ex GOLKAR, misalnya Try Sutrisno, Edi Sudrajat, Hayono
>>Isman, etc akhirnya menyatakan diri sebagai pendiri 'partai.'
>>Menarik! Mereka sepertinya melupakan 'arti' partai yang mereka pernah
>>agung-agungkan. Pada zaman Suharto dan rekan-rekan, partai adalah kata
>>yang menakutkan. Orang-orang yang berafiliasi dengan partai dituduh
>>sebagai 'political animal.' Bahkan dalam penjelasan UUD 45 dinyatakan
>>bahwa Indonesia memiliki dua partai dan satu golongan.
>>Ingat, gembong GOLKAR menghindari referensi 'partai.'
>>
>>Saat ini, ex gembong GOLKAR berdiri dan mendirikan "Partai Keadilan dan
>>Persatuan." Nampaknya mereka tidak phobi lagi dengan kata 'partai' dan
>>tidak phobi lagi dengan kata 'politik.' Dan akan memperjuangkan
>>'keadilan' dan 'persatuan' menilik dari nama yang mereka gunakan.
>>
>>Dalam pandangan saya, orang-orang yang mengklaim diri dalam partai ini
>>adalah orang-orang mengalami depresi politik. Mungkin nama yang tepat
>>untuk partai ini adalah: "Penerima Korupsi dan Pungli" atau
>>"Partai orang Kecewa dan Plin-Plan."
>>
>>
>>Smile ever after,
>>salam dari DeKalb
>>
>>
>>ida
>>
>>
>>Partai Keadilan dan Kesatuan Dideklarasikan
>>Golkar Dapat Ancaman Serius
>>
>>Jakarta, Kompas
>>Golongan Karya(Golkar) bakal mendapatkan ancaman serius
>>dalam pemilihan umum(pemilu) mendatang dengan berdirinya
>>Partai Keadilan dan Persatuan(PKP)yang dideklarasikan di
>>Jakarta, Jumat(15/1).
............deleted..............