Penemuan banyaknya peluru bikinan Malaysia sedikit banyak
menimbulkan pikiran aneh di kepala ane, jangan-jangan Malaysia
membantu warga Melayu di Kalbar?
Wah, kok serasa ada Serbia Raya yg baru di wilayah utara RI.
Mungkin perlu dicari pula, jangan-jangan ada pelatih militer
segala.
Sementara itu suasana pembersihan etnik di Kosovo boleh
juga dimiripkan dengan suasana pengungsian warga Madura
dari Sambas. Warga asal Melayu dan Dayak mengawal evakuasi/
pengungsian ini. Mirip persis dengan pengungsian warga Kosovo
yang digiring oleh Serbia. Apakah langkah ini dapat disebut baik?
Baik menurut siapa? Mengapa pula pengungsian warga Madura
dibenarkan? Apakah warga Melayu dan Dayak di Sambas mempunyai
hak untuk menolak kehadiran pasukan PHH dan PPRM DI ATAS
hak warga Madura yang tinggal di Sambas puluhan tahun?
Bukankah ini pembenaran dari anggapan bahwa etnik ini lebih berhak
mengklaim tanah ini, dan etnik itu lebih berhak mengklaim tanah itu?
Dengan demikian orang lain dapat diusir seenak perutnya. Di negara
lain warga asing boleh punya tanah, kok di Kalbar sesama WNI tidak
boleh punya tanah dan cari penghasilan di situ. Kayaknya warga kita
memang tidak punya nasionalisme sempit, tetapi sebaliknya warga kita
punya etnis sempit.
Dengan perkembangan baru ini saya kok makin tidak sreg dengan ide
negara federasi. Klaim "ane lebih berhak" akan makin mencuat.
Bagaimana pemerintahan BJH yang loyo mensikapi perkembangan
ini? Wah, kalau BJH terpilih lagi gimana nih? Makin loyo aja RI ini.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/1124.html
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)