Capres yang benar-benar jelas? Laa iyaaa Capres-capres lain kan udah jelas
semua. Jelas agamanya, jelas jenis kelaminnya, jelas penampilannya, dan yg
terakhir mereka itu jelas-jelas tidak takut untuk debat.

Waaaah malu donk aaah kalau punya Presiden kaya gitu. Belum-belum rakyat mau
dicekok dengan alasan-alasan dan tipu-tipuan. Bilang saja nggak siap untuk
debat atau nggak berani untuk debat karena memang bukan jago debat, kan
beressssss yaa nggak. Selannjutnya terserah penilaian rakyat. Jadi nggak
usah cem-macem yaa nggak.
Sebaiknya mencalonkan Presiden 5 tahun mendatang saja setelah mendapat gelar
S1, supaya punya modal untuk debat.

Diam bukan berarti bijaksana. Kalau menurut saya diam itu bisa berarti
menyatakan setuju.
Naaah kita lihat banyak sekali kasus kerusuhan begitu kok masih juga diam,
itu artinya dia juga setuju ...kan?
Naaah gawat masa depan Indonesia kalau punya calon presiden begitu.

Katanya membela rakyat tetapi banyak rakyat yang tertindas sudah
teriak-teriak minta tolong juga masih diam, gimana tuuuh.

Salam,







On         Mon, 26 Apr 1999 18:51:55 MST, yuni windarti wrote:

> saya setuju dengan bung Dodo. sejak awal Megawati tidak punya konsep
yang=
>  jelas tentang demokrasi, dia pengecut. Dia itu memang hanya
mengandalkan=
>  nama besar bapaknya, sedangkan dia sendiri tidak ada apa apanya. selama
=
> ini otaknya hanya orang orang dibelakang mega , termasuk suaminya, mega
s=
> endiri tidak punya nilai yang patut diacungi jempol. =
>
>
> selama ini ia hanya berpura pura berperan sebagai ibu yang bijaksana,
ang=
> gun dan lebih banyak diam dengan alasan tidak mau menonjolkan diri,
padah=
> l diamnya itu karena dia tidak jelas apa programnya, dan apa yang bisa
di=
> tawarkan kepada bangsa dan negara. kebetulan pada saat itu rakyat sedang
=
> benar benar capek dengan "bapak Pembangunan" dan tidak ada figur yang
mum=
> puni mewakili aspirasi mereka, selain itu mereka masih terlena dengan
nam=
> a besar "Sukarno" sehingga mau tidak mau mereka menjadi pendukung mega. =
>
>
> kalau mega benar benar terpilih kasihan bangsa Indonesia, nasib mereka
ak=
> an tidak jelas ditangan seorang "ibu yang bijaksana". tidakkah anda
perha=
> tikan pola megawati hampir sama dengan pola politik Suharto, yang selalu
=
> mengatas namakan demokrasi, dan merasa demokrasinya lah yang benar?.
sek=
> arang saja ia menolak untuk berdebat, dengan alasan demokrasi yang
berbed=
> a, nanti ia akan menggunakan kata "demokrasi' ebagai alat unbtuk membela
=
> dirinya.seperti Suharto menggunakan "Panasila, demokrasi, dll" untuk
memb=
> ungkam rakyat, bener nggak???????????
>
> apa salahnya menontoh demokrasinya negara lain. mengapa kita perubahan
ya=
> ng kemungkinan membawa perbaikan bagi negara. kalau saya  tidak salah
meg=
> a rencananya  akan meminta bantuan luar negeri untuk membenahi sistem
eko=
> nomi Indonesia kalau ia terpilih sebagai presiden, apakah ini tidak
berar=
> ti ia menggunakan sitem ekonomi luar negeri untuk indonesia. seharusnya
i=
> a tidak boleh meminta nasehat luar, karena toh berbeda sistem ekonomi,
iy=
> a nggak???
>
> lagi pula tidak semua "produk" Indonesia dapat dikatakan jempolan dan
dan=
>  positif bagi perkembangan dan kebutuhan bangsa, dan tak semua produk
lua=
> r negeri jelek. sombong benar mega dan sama sekali tidak bijak kalau
meng=
> atakan "produk" Indonesia adalh yang terbaik. toh tidak ada ruginya
kalau=
>  mengambil aturan demokrsi negara lain, sejauh itu tidak merugikan. saya
=
> berani jamin kalau mega tetap dengan polanya , Indonesia tidak akan
perna=
> h brkembang menuju perbaikan. =
>
>
> saya tidak keberatan indonesia menggunakan sistem politik serta ekonomi
n=
> egara maju, dan belajar dari apa yang diterapkan kepada bangsa mereka.
s=
> aya rasa akan menjadi dasyat karena dengan pola brpikir yang demokrat
dan=
>  bijak dari negara barat digabung dengan moral serta unggah ungguh
bangsa=
>  kita, saya rasa akan menjadi kombinasi yang menakjubkan. =
>
>
>
> Apalagi berdebat masalah program bagi apres adalah hal yang positif,
kare=
> na akan membantu memberikan gambaran kepada masyarakat partai apa dan
sia=
> pa yang dapat mewakili aspirasi mereka, tidak hanya membeli kuing dalam
k=
> arung, tidak tahu menahu apa yang akan mereka pilih.  =
>
>
>
> "Dodo D." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ngomongin ibu kita ini lagi ah...daripada ndak ada kerjaan.
>
> Setelah lamaaaaaa banget mikir, akhirnya keluar jugalah pernyataan dari
> kubu PDI-P dengan alasan konyolnya yang dibuat untuk merasionalisasi
> penolakan debat oleh sang ibu.
>
> Kali aja karena udah terlalu terpengaruh ama 'ketidak jelasan-ketidak
> jelasan' yang sering dilontarkan oleh partnernya, Gus "D", akhirnya MS
> mengatakan bahwa caprez sekarang ini masih belum jelas. Lha wong Amin
> Rais, Yusril, Akbar, dkk udah jelas jelas dicalonin oleh partainya
> masing masing kok ya masih dianggap ndak jelas. Apakah mau nunggu
> setelah ada yang kepilih, terus mau nggerakin massanya untuk
> "mendebat"...?
>
> Lebih konyol lagi, katanya debat yang ndak sampe sehari itu dianggap
> ngabisin waktu. Waktu yang mana nih..? yang bener aje..
> Atau mungkin takut, jangan jangan pas di debat trus grogi, trus
> pingsan, trus...trus...
> Lha kalo ini ya memang bisa "ngabisin waktunya" untuk bisa jadi caprez.
>
> Anehnya juga, wong yang 'mbikin' alasan itu si Mega, kok yang
> nyampaikannya si Lubis, apa memang masih takut lagi kalau alasannya
> juga akan di debat....? jangan jangan ibu ini nanti menjadi trauma
> dengan kata kata 'debat'.
>
>
=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=

>
=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=

> =3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D
> Megawati Siap Debat seusai Pemilu
>
>            Jakarta, JP.-
>
>            Ternyata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
>            tidak tahan juga diledek setiap hari karena dianggap tidak
> berani
>            berdebat dengan kandidat calon presiden lainnya. Menurut
> Mega,
>            tuduhan dirinya tidak berani berdebat dengan kandidat
> presiden
>            lainnya itu salah. =92=92Saya mau diajak berdebat atau
berdial=
> og
>            dengan calon presiden lainnya, asal calon presidennya
>            benar-benar jelas,=92=92 ujar Mega seperti disampaikan
melalui=
>
> anggota
>            Litbang PDI Perjuangan Manginsara Lubis kemarin.
>
>            Menurut Mega, kalau selama ini ada kesan ia menolak diajak
>            debat, itu disebabkan calon-calon yang disandingkan dalam
> forum
>            debat itu dinilainya statusnya tidak jelas. =92=92Calon-calon
> itu baru
>            bisa dianggap calon presiden sesungguhnya setelah pemilu.
> Kalau
>            sekarang banyak capres, ya bukan capres yang
sesungguhnya,=92=92=
>
>            ujarnya.
>
>            Debat terbuka para calon presiden, menurut rencana,
> dilakukan
>            Selasa ini di kampus UI Depok. Capres yang sudah menyatakan
>            siap hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain, Amien
> Rais
>            (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Sri-Bintang Pamungkas
>            (PUDI), dan Akbar Tanjung (Golkar). Sementara itu, Megawati
>            Soekarnoputri menolak menghadiri undangan tersebut.
>
>            Menurut Mega, seperti yang dikutip Lubis, demokrasi di
> Indonesia
>            sangat berbeda dengan di Amerika. Di sana, katanya, sudah
> jelas
>            kandidat presiden hanya dua orang karena jumlah partainya
>            memang cuma dua. Tapi, di Indonesia yang saat ini punya 48
>            partai, jumlah kandidatnya masih belum jelas.
>
>            =92=92Jumlah yang ada sekarang ini, nanti seusai pemilu akan
> semakin
>            mengerucut sehingga yang ada tinggal beberapa saja. Di saat
>            itulah Megawati akan siap diajak berdialog atau
berdebat,=92=92=
>
> ujar
>            Lubis.
>
>            Pihak PDI, kata Lubis, sangat memahami keinginan dan
> idealisme
>            yang diharapkan mahasiswa atau cendekiawan. Bahkan, PDI pun
>            sangat mendukung adanya debat di antara capres. Namun,
>            Megawati justru punya pertimbangan lain daripada sekadar
> cari
>            popularitas atau menarik massa lewat perdebatan.
>
>            =92=92Menang dalam perdebatan bukan jaminan bahwa dalam segi
>            leadership dia pandai. Tapi, yang lebih penting, saat ini
> dia lebih
>            mementingkan melakukan konsolidasi partai daripada
>            menghabiskan waktu untuk berdebat,=92=92 katanya.
>
>            Penolakan Megawati berdebat itu apa tidak akan mengurangi
> rasa
>            simpati pendukung terhadapnya? =92=92Megawati tidak pernah
> menolak
>            berdebat atau berdialog. Bahkan, beliau mendukung, hanya
> dalam
>            pandangannya, waktu saat ini belum tepat. Dan, saya kira
>            kemampuan berdebat itu bukan tolok ukur bahwa seseorang
>            pandai memimpin. Apa ada jaminan seorang yang menang dalam
>            berdebat itu diartikan bahwa dia juga seorang pemimpin yang
>            andal,=92=92 kata Lubis.
>
>            Penolakan itu apakah dinilai akan mengurangi pamor Megawati
>            sebagai calon presiden? =92=92Tidak sama sekali. Tanpa
berdeba=
> t
> pun,
>            Megawati sudah terkenal dan orang tidak meragukan
>            kemampuannya,=92=92 katanya.
>
>            Apakah PDI tidak khawatir banyak suara yang hilang karena
>            penolakan tersebut? =92=92Sama sekali tidak. Justru karena
> itulah,
>            Megawati lebih memilih melakukan konsolidasi ke
> daerah-daerah
>            daripada melakukan debat dengan kandidat presiden dari
> partai
>            yang belum tentu mendapat suara besar dalam pemilu. Ia tak
> ingin
>            menghabiskan waktu untuk itu,=92=92 katanya. (mal/jpnn)
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>
>
> ____________________________________________________________________
> Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webm=
> ail.netscape.com.

GUN




_______________________________________________________
Get your free, private email at http://mail.excite.com/

Kirim email ke