tambah satu lagi...nyam-nyam
:-)
On Mon, 26 Apr 1999, Gunadi Mislan wrote:
> Capres yang benar-benar jelas? Laa iyaaa Capres-capres lain kan udah jelas
> semua. Jelas agamanya, jelas jenis kelaminnya, jelas penampilannya, dan yg
> terakhir mereka itu jelas-jelas tidak takut untuk debat.
>
> Waaaah malu donk aaah kalau punya Presiden kaya gitu. Belum-belum rakyat mau
> dicekok dengan alasan-alasan dan tipu-tipuan. Bilang saja nggak siap untuk
> debat atau nggak berani untuk debat karena memang bukan jago debat, kan
> beressssss yaa nggak. Selannjutnya terserah penilaian rakyat. Jadi nggak
> usah cem-macem yaa nggak.
> Sebaiknya mencalonkan Presiden 5 tahun mendatang saja setelah mendapat gelar
> S1, supaya punya modal untuk debat.
>
> Diam bukan berarti bijaksana. Kalau menurut saya diam itu bisa berarti
> menyatakan setuju.
> Naaah kita lihat banyak sekali kasus kerusuhan begitu kok masih juga diam,
> itu artinya dia juga setuju ...kan?
> Naaah gawat masa depan Indonesia kalau punya calon presiden begitu.
>
> Katanya membela rakyat tetapi banyak rakyat yang tertindas sudah
> teriak-teriak minta tolong juga masih diam, gimana tuuuh.
>
> Salam,
>
>
>
>
>
>
>
> On Mon, 26 Apr 1999 18:51:55 MST, yuni windarti wrote:
>
> > saya setuju dengan bung Dodo. sejak awal Megawati tidak punya konsep
> yang=
> > jelas tentang demokrasi, dia pengecut. Dia itu memang hanya
> mengandalkan=
> > nama besar bapaknya, sedangkan dia sendiri tidak ada apa apanya. selama
> =
> > ini otaknya hanya orang orang dibelakang mega , termasuk suaminya, mega
> s=
> > endiri tidak punya nilai yang patut diacungi jempol. =
> >
> >
> > selama ini ia hanya berpura pura berperan sebagai ibu yang bijaksana,
> ang=
> > gun dan lebih banyak diam dengan alasan tidak mau menonjolkan diri,
> padah=
> > l diamnya itu karena dia tidak jelas apa programnya, dan apa yang bisa
> di=
> > tawarkan kepada bangsa dan negara. kebetulan pada saat itu rakyat sedang
> =
> > benar benar capek dengan "bapak Pembangunan" dan tidak ada figur yang
> mum=
> > puni mewakili aspirasi mereka, selain itu mereka masih terlena dengan
> nam=
> > a besar "Sukarno" sehingga mau tidak mau mereka menjadi pendukung mega. =
> >
> >
> > kalau mega benar benar terpilih kasihan bangsa Indonesia, nasib mereka
> ak=
> > an tidak jelas ditangan seorang "ibu yang bijaksana". tidakkah anda
> perha=
> > tikan pola megawati hampir sama dengan pola politik Suharto, yang selalu
> =
> > mengatas namakan demokrasi, dan merasa demokrasinya lah yang benar?.
> sek=
> > arang saja ia menolak untuk berdebat, dengan alasan demokrasi yang
> berbed=
> > a, nanti ia akan menggunakan kata "demokrasi' ebagai alat unbtuk membela
> =
> > dirinya.seperti Suharto menggunakan "Panasila, demokrasi, dll" untuk
> memb=
> > ungkam rakyat, bener nggak???????????
> >
> > apa salahnya menontoh demokrasinya negara lain. mengapa kita perubahan
> ya=
> > ng kemungkinan membawa perbaikan bagi negara. kalau saya tidak salah
> meg=
> > a rencananya akan meminta bantuan luar negeri untuk membenahi sistem
> eko=
> > nomi Indonesia kalau ia terpilih sebagai presiden, apakah ini tidak
> berar=
> > ti ia menggunakan sitem ekonomi luar negeri untuk indonesia. seharusnya
> i=
> > a tidak boleh meminta nasehat luar, karena toh berbeda sistem ekonomi,
> iy=
> > a nggak???
> >
> > lagi pula tidak semua "produk" Indonesia dapat dikatakan jempolan dan
> dan=
> > positif bagi perkembangan dan kebutuhan bangsa, dan tak semua produk
> lua=
> > r negeri jelek. sombong benar mega dan sama sekali tidak bijak kalau
> meng=
> > atakan "produk" Indonesia adalh yang terbaik. toh tidak ada ruginya
> kalau=
> > mengambil aturan demokrsi negara lain, sejauh itu tidak merugikan. saya
> =
> > berani jamin kalau mega tetap dengan polanya , Indonesia tidak akan
> perna=
> > h brkembang menuju perbaikan. =
> >
> >
> > saya tidak keberatan indonesia menggunakan sistem politik serta ekonomi
> n=
> > egara maju, dan belajar dari apa yang diterapkan kepada bangsa mereka.
> s=
> > aya rasa akan menjadi dasyat karena dengan pola brpikir yang demokrat
> dan=
> > bijak dari negara barat digabung dengan moral serta unggah ungguh
> bangsa=
> > kita, saya rasa akan menjadi kombinasi yang menakjubkan. =
> >
> >
> >
> > Apalagi berdebat masalah program bagi apres adalah hal yang positif,
> kare=
> > na akan membantu memberikan gambaran kepada masyarakat partai apa dan
> sia=
> > pa yang dapat mewakili aspirasi mereka, tidak hanya membeli kuing dalam
> k=
> > arung, tidak tahu menahu apa yang akan mereka pilih. =
> >
> >
> >
> > "Dodo D." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Ngomongin ibu kita ini lagi ah...daripada ndak ada kerjaan.
> >
> > Setelah lamaaaaaa banget mikir, akhirnya keluar jugalah pernyataan dari
> > kubu PDI-P dengan alasan konyolnya yang dibuat untuk merasionalisasi
> > penolakan debat oleh sang ibu.
> >
> > Kali aja karena udah terlalu terpengaruh ama 'ketidak jelasan-ketidak
> > jelasan' yang sering dilontarkan oleh partnernya, Gus "D", akhirnya MS
> > mengatakan bahwa caprez sekarang ini masih belum jelas. Lha wong Amin
> > Rais, Yusril, Akbar, dkk udah jelas jelas dicalonin oleh partainya
> > masing masing kok ya masih dianggap ndak jelas. Apakah mau nunggu
> > setelah ada yang kepilih, terus mau nggerakin massanya untuk
> > "mendebat"...?
> >
> > Lebih konyol lagi, katanya debat yang ndak sampe sehari itu dianggap
> > ngabisin waktu. Waktu yang mana nih..? yang bener aje..
> > Atau mungkin takut, jangan jangan pas di debat trus grogi, trus
> > pingsan, trus...trus...
> > Lha kalo ini ya memang bisa "ngabisin waktunya" untuk bisa jadi caprez.
> >
> > Anehnya juga, wong yang 'mbikin' alasan itu si Mega, kok yang
> > nyampaikannya si Lubis, apa memang masih takut lagi kalau alasannya
> > juga akan di debat....? jangan jangan ibu ini nanti menjadi trauma
> > dengan kata kata 'debat'.
> >
> >
> =3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=
>
> >
> =3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=
>
> > =3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D
> > Megawati Siap Debat seusai Pemilu
> >
> > Jakarta, JP.-
> >
> > Ternyata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
> > tidak tahan juga diledek setiap hari karena dianggap tidak
> > berani
> > berdebat dengan kandidat calon presiden lainnya. Menurut
> > Mega,
> > tuduhan dirinya tidak berani berdebat dengan kandidat
> > presiden
> > lainnya itu salah. =92=92Saya mau diajak berdebat atau
> berdial=
> > og
> > dengan calon presiden lainnya, asal calon presidennya
> > benar-benar jelas,=92=92 ujar Mega seperti disampaikan
> melalui=
> >
> > anggota
> > Litbang PDI Perjuangan Manginsara Lubis kemarin.
> >
> > Menurut Mega, kalau selama ini ada kesan ia menolak diajak
> > debat, itu disebabkan calon-calon yang disandingkan dalam
> > forum
> > debat itu dinilainya statusnya tidak jelas. =92=92Calon-calon
> > itu baru
> > bisa dianggap calon presiden sesungguhnya setelah pemilu.
> > Kalau
> > sekarang banyak capres, ya bukan capres yang
> sesungguhnya,=92=92=
> >
> > ujarnya.
> >
> > Debat terbuka para calon presiden, menurut rencana,
> > dilakukan
> > Selasa ini di kampus UI Depok. Capres yang sudah menyatakan
> > siap hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain, Amien
> > Rais
> > (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Sri-Bintang Pamungkas
> > (PUDI), dan Akbar Tanjung (Golkar). Sementara itu, Megawati
> > Soekarnoputri menolak menghadiri undangan tersebut.
> >
> > Menurut Mega, seperti yang dikutip Lubis, demokrasi di
> > Indonesia
> > sangat berbeda dengan di Amerika. Di sana, katanya, sudah
> > jelas
> > kandidat presiden hanya dua orang karena jumlah partainya
> > memang cuma dua. Tapi, di Indonesia yang saat ini punya 48
> > partai, jumlah kandidatnya masih belum jelas.
> >
> > =92=92Jumlah yang ada sekarang ini, nanti seusai pemilu akan
> > semakin
> > mengerucut sehingga yang ada tinggal beberapa saja. Di saat
> > itulah Megawati akan siap diajak berdialog atau
> berdebat,=92=92=
> >
> > ujar
> > Lubis.
> >
> > Pihak PDI, kata Lubis, sangat memahami keinginan dan
> > idealisme
> > yang diharapkan mahasiswa atau cendekiawan. Bahkan, PDI pun
> > sangat mendukung adanya debat di antara capres. Namun,
> > Megawati justru punya pertimbangan lain daripada sekadar
> > cari
> > popularitas atau menarik massa lewat perdebatan.
> >
> > =92=92Menang dalam perdebatan bukan jaminan bahwa dalam segi
> > leadership dia pandai. Tapi, yang lebih penting, saat ini
> > dia lebih
> > mementingkan melakukan konsolidasi partai daripada
> > menghabiskan waktu untuk berdebat,=92=92 katanya.
> >
> > Penolakan Megawati berdebat itu apa tidak akan mengurangi
> > rasa
> > simpati pendukung terhadapnya? =92=92Megawati tidak pernah
> > menolak
> > berdebat atau berdialog. Bahkan, beliau mendukung, hanya
> > dalam
> > pandangannya, waktu saat ini belum tepat. Dan, saya kira
> > kemampuan berdebat itu bukan tolok ukur bahwa seseorang
> > pandai memimpin. Apa ada jaminan seorang yang menang dalam
> > berdebat itu diartikan bahwa dia juga seorang pemimpin yang
> > andal,=92=92 kata Lubis.
> >
> > Penolakan itu apakah dinilai akan mengurangi pamor Megawati
> > sebagai calon presiden? =92=92Tidak sama sekali. Tanpa
> berdeba=
> > t
> > pun,
> > Megawati sudah terkenal dan orang tidak meragukan
> > kemampuannya,=92=92 katanya.
> >
> > Apakah PDI tidak khawatir banyak suara yang hilang karena
> > penolakan tersebut? =92=92Sama sekali tidak. Justru karena
> > itulah,
> > Megawati lebih memilih melakukan konsolidasi ke
> > daerah-daerah
> > daripada melakukan debat dengan kandidat presiden dari
> > partai
> > yang belum tentu mendapat suara besar dalam pemilu. Ia tak
> > ingin
> > menghabiskan waktu untuk itu,=92=92 katanya. (mal/jpnn)
> > _________________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
> >
> >
> > ____________________________________________________________________
> > Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
> http://webm=
> > ail.netscape.com.
>
> GUN
>
>
>
>
> _______________________________________________________
> Get your free, private email at http://mail.excite.com/
>