Bung Rosadi,

Lha jawaban Anda makin nggak mengena. Anda juga setuju kalo hanya Tuhan yang
tahu apakah manusia itu baik atau buruk. Sekarang bagaimana minta info dari
Tuhan siapa saja yang baik yang menjalankan agama sesuai kehendak-Nya.

Saya juga yakin Pak Harto (tak berlebihan saya ini) menjalankan sesuai Al
Quran dan Hadits. Ini terbukti MUI tak pernah memberi teguran kepada Pak
Harto kalo Pak Harto melenceng dari "Aturan". Bahkan MUI tak jarang jadi
corong Pak Harto (Anda juga tahu ini...). Jadi dengan ini tetap saja
"mentok" siapa yang berhak menilai manusia itu baik atau buruk untuk melaju
ke gedung DPR/MPR kalo alasannya kehidupan beragama. Saya tahu untuk menjadi
seorang presiden AS syaratnya hanya satu yaitu "Bermoral Baik". Syarat
lainnya hanya embel-embel saja, karena orang tahu untuk menjadi presiden AS
tentulah mesti pintar.

Memang Anda maklum pada saya yang Kristen. Namun perlu Anda ketahui jika
saya disuruh memilih (nyoblos) PAN atau PKB, saya dengan mantap akan nyoblos
"PKB". Lho? Memang kita semua tahu PKB adalah partai dengan basis Islam.
Namun dalam berkampanye saya tidak menjumpai seperti yang dilakukan oleh PK,
PBB, PPP, dan sejenisnya yang kelihatan "minder". Minder? Yah, saya bilang
minder karena mereka "ngompori" orang Islam untuk memilih caleg-caleg Islam
saja. Kalo PKB tak demikian karena mereka tak menutup mata akan kekuatan
kaum minoritas. Mereka (PKB) tahu kalo kaum minoritas adalah bagian dari
negara ini. Itulah sebabnya ketika mahasiswa saya banyak "nyangkruk" di
komfak HMI.

Wassalam,
Efron

-----Original Message-----
From:   Mohammad Rosadi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Friday, 04 June, 1999 11:09 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia

Efron wrote:

>Bung Rosadi,

>Bagaimana ya caranya membuktikan seseorang itu Islam tulen atau hanya di
>KTP?

Buat anda memang rada-rada sulit, karena untuk membuktikan apakah seorang
itu muslim tulen atau KTP hanya dapat dilakukan dengan mempelajari dan
memahami Al-quran dan hadits secara benar. Karena anda seorang nasrani, hal
ini tentu sulit untuk dilakukan, tapi tidak untuk rekan muslim yang lain.
Makanya saya cukup maklum jika anda memandang semua muslim itu seragam
karenanya.

Efron wrote:

>Kalau galahukurnya kegiatan hariannya, Soeharto yang haji itu kurang
>apa lagi? Semua kewajiban Islam "nyaris" semua dilakukannya. Bisa juga saya
>bilang beliau melakukannya 100%. Kita tahu juga bahwa rupanya beliau tidak
>seperti yang kita harapkan. Lalu mesti bagaimana? Kalau sudah
>begini....yah....hanya Tuhan berserta staf-Nya yang tahu.

Galahukurnya cuma Al-qur'an dan hadits. Dengan mepelajari dan memahami
keduanya secara benar (dengan bimbingan seorang ustadz yang shaleh
tentunya), maka insya Allah akan mudah sekali terlihat kualitas seorang
muslim.., apakah dia muslim tulen,KTP,atau bahkan munafiq sekalipun.

Tentang pak Harto, saya rasa anda berlebihan jika mengatakan beliau telah
menjalankan kewajiban Islam 100 %. Yang benar sajalah bung efron, memangnya
anda tau apa saja kewajiban Islam yg 100% itu..?
Oh ya..., saya cuma ingin tau, apakah dengan mengatakan pak Harto telah
menjalankan kewajiban Islam 100% itu berarti anda juga hendak mengatakan
kualitas umat islam paling banter hanya akan setara dengan beliau..? karena
yang saya tau kan skala 100% itu sudah yang paling tinggi..paling sempurna
begitu. Entahlah kalau anda memakai skala 100000% dalam perhitungan
anda..:-)

Soal Allah swt yang paling tau keislaman dan keimanan seseorang, anda memang
benar. Tapi jangan lupa, Allah itu maha pengasih dan penyayang, dan telah
menurunkan Al-qur'an yang memberikan informasi lengkap yang dibutuhkan
manusia agar selamat dunia akherat. Informasi tsb antara lain tentu saja
mengenai ciri-ciri muslim tulen(kaffah) yang harus diikuti, dan ciri-ciri
muslim KTP dan munafiq yang harus dihindari.  Jadi secara tidak langsung
kita dapat mengetahui standar penilaian yang dipakai oleh Allah swt melalui
Al-qur'an  dan contoh tauladan rasulullah saw yang terangkum dalam hadits.

Salam,
Mohamad Rosadi
Virginia

Kirim email ke